
Kevin sudah berada di rumah. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Risa sedang membuatkan kopi untuknya. Kevin belum bercerita tentang kedatangan Ana yang membawa bukti teks DNA ke store miliknya.
"Ini kopinya mas" ucap Risa sambil meletakkan kopi di meja dekat ranjang
"Sini.." ajak Kevin pada Risa sambil menepuk bantal di sampingnya
Risa langsung menghampiri Kevin dan segera berbaring di sampingnya.
"Nyamannya.." ucap Risa lirih ketika memeluk tubuh Kevin dari samping
Kevin hanya tersenyum dan melirik Risa yang sedang memejamkan mata sambil tersenyum.
"Sayang.. " panggil Kevin pelan
"Hmm" sahut Risa yang masih tetap dengan posisinya
"Kamu percaya kan sama aku?" ucap Kevin sambil melirik reaksi Risa
"Ada apa?" tanya Risa lalu mendongakkan kepalanya menatap Kevin
Kevin memiringkan tubuhnya menghadap Risa, diraihnya pinggang ramping Risa dengan tangannya.
"Kamu percaya kan kalau bayi yang dikandung Ana bukan anakku?" tanya Kevin penasaran yang masih menatap mata Risa
Risa menatap balik mata Kevin, tatapan yang sangat dalam. Risa tidak tahu harus percaya atau tidak, dia melihat sendiri foto satu ranjang antara Kevin dan Ana. Risa mencoba memungkiri untuk tidak percaya, namun kenyataannya itu memang terjadi.
"Sayang.." panggil Kevin lagi karena Risa diam tidak menjawab
"Aku akan berusaha
mempercayainya" sahut Risa dan mencoba tersenyum
__ADS_1
"Tapi jika memang bayi itu adalah darah daging kamu, kamu harus bertanggungjawab" imbuh Risa lirih lalu membelai pipi Kevin
"Tapi aku tidak mau menyakiti perasaan kamu sayang.." ucap Kevin lalu memeluk erat tubuh Risa
Tidak terasa, air mata menetes dari keduanya. Mereka saling menyembunyikan perasaan satu sama lain. Tidak ada yang bisa diungkapkan karena mereka saling memikirkan perasaan pasangannya.
**
Store
"Kita masih kurang 1.5 M lagi untuk menutupi kerugian store pak" ucap Dina pada Kevin sambil memperlihatkan berkas
"Nanti akan saya transfer dengan uang pribadi saya. Tolong yang lainnya tentang store kamu urus dulu. Saya sedang ada permasalahan lain yang harus saya selesaikan" sahut Kevin pada Dina yang akan segera kembali.
"Dan tolong panggilkan Miko untuk masuk ke ruangan saya" pinta Kevin pada Dina
"Baik pak" sahut Dina singkat
Dina segera keluar ruangan, setelah itu Miko langsung masuk ke ruangan Kevin.
"Polisi sudah menangkap seseorang yang ada di rekaman. Dia mengaku sangat membutuhkan uang untuk hidupnya" jelas Miko pada Kevin
"Hanya itu? Siapa laki-laki itu?" tanya Kevin lagi
"Dia hanya preman pasar mas, kebiasaannya mencuri dan menjambret di kawasan Jakarta pusat" jelas Miko lagi
"Hanya itu yang saya dapat dari kepolisian. Tapi menurut Steve sepupuku ada orang lain yang memintanya melakukan kejahatan itu. Karena dia melihat isi rekening pelaku nominalnya sangat fantastis" imbuh Miko
"Maksudnya apa?" tanya Kevin yang belum memahami ucapan Miko
"Kita tahu kalau uang yang diambil dari store nominalnya hanya sekitar 400 juta. Tetapi ketika saldo rekeningnya dicek oleh Steve, nominalnya hampir mencapai 1,5 M. Padahal dia hanya preman pasar yang pasti hartanya tidak sebanyak itu. Ditambah lagi dia juga sering bermain judi." jelas Miko
__ADS_1
"Apa kamu tadi bilang dia preman pasar yang sering melakukan kejahatan di kota ini?" selidik Kevin
"Iya mas" sahut Miko yakin
Kevin segera mengambil ponselnya dan memanggil seseorang.
"Hallo, kamu harus ke tempatku untuk sementara waktu ini. Karena ada beberapa hal penting yang saya butuhkan" ucap Kevin pada Jafar
"Baik bos. Saya akan segera kesana" sahut Jafar tegas
Kevin kembali meletakkan ponselnya lalu berbicara lagi kepada Miko. Belum sempat Kevin berbicara lagi, Risa tiba-tiba datang dari balik pintu.
"Ssyang.. ada apa kamu kemari?" tanya Kevin sedikit terkejut
"Apa aku mengganggu?" tanya Risa yang masih berdiri di dekat pintu karena melihat Kevin dan Miko terlihat sangat serius.
"Kemarilah.." panggil Kevin agar Risa mendekat dengannya
"Apa yang kamu bawa?" tanya Kevin ketika melihat Risa membawa beberapa paper bag
"Ini makan siang kita" sahut Risa tersenyum sambil mengangkat bawaannya
Miko yang melihat pasangan tersebut merasa canggung dan ingin keluar ruangan. Ketika dia hendak berdiri, tiba-tiba Risa memanggil
"Mau kemana mas Miko?" tanya Risa
"Saya keluar dulu bu" sahut Miko sopan
"Ayo kita makan, panggil juga Dina. Saya sengaja masak banyak untuk kita semua" ucap Risa sambil tersenyum menatap Kevin
"Tapi bu.." Miko coba menolak
__ADS_1
"Sudah, cepat sana panggil Dina. Saya sudah sangat lapar dan ingin segera mencicipi makanan ini" sahut Kevin memaksa Miko
Miko segera keluar dari ruangan, beberapa saat kemudian dia masuk kembali bersama Dina di sampingnya. Mereka berempat menikmati makan siang yang dibuat oleh Risa. Dina dan Miko memuji Risa karena masakan Risa sangat enak. Kevin yang melihat istrinya di puji hanya tersenyum bangga memiliki seorang istri seperti Risa.