Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Tugas Istri


__ADS_3

"Risa...bajuku udah disetrika belum sih? kok masih kusut ini" teriak Kevin


Risa berlari menghampiri Kevin


"Gimana mas? Ada apa?" tanya Risa


"ini bajuku dah disetrika belum, kok masih kusut" jawab Kevin ketus


"Maaf mas, Risa belum sempet nyetrika. Risa masih masak" jawab Risa


"Maaf lagi.. kesel gue dengerin elu minta maaf terus" bentak Kevin


"Dasar istri gak guna.." lanjut Kevin


Risa yang mendengarkan ucapan tersebut hanya bisa menangis


"Sebenarnya apa salahku sih, kenapa dia jahat banget sama aku?" gumam Risa terisak-isak


Risa melanjutkan masakannya di dapur. Setelah itu menyetrika baju Kevin. Setelah semua pekerjaan rumah selesai, Risa menuju kamar mandi ingin bebersih badan. Ketika melihat meja rias, dilihatnya foto keluarganya. Risa kembali menangis


"Ayah..ibu, Risa kangen ayah ibu" tangis Risa sambil memeluk bingkai fotonya


"Kenapa dada Risa sakit sekali ketika dibentak mas Kevin.. Huu huu huu" isak Risa


"Bapak..Risa pengen pulang.. Huu huu huu"


"Risaa...." teriak Kevin


Risa terkaget dan berlari menghampiri Kevin sambil mengusap air matanya


"iya mas.." jawab Kevin


Kevin melihat mata Risa sembab, dia tau Risa habis menangis. Dia merasa menyesal sudah terlalu kasar sama Risa


"Gue mau kerja, elu di rumah aja gausah kemana-mana" tegas Kevin


"baik mas.." jawab Risa


Kevin melajukan mobilnya menuju store. Selama perjalanan dia memikirkan apakah doa sudah keterlaluan kepada Risa dan merasa menyesal.


"Sial.. ngapain gue mikir gadis bodoh itu" gumam Kevin


"Ingat Vin..niat elu adalah untuk balas dendam sama gadis bodoh itu. Jangan kasihan sama dia" ucap Kevin menyadarkan dirinya sendiri.


Di Store

__ADS_1


"Permisi pak Kevin..pak Doni mau bertemu dengan bapak" ucap sekretaris Kevin yang bernama Ana


"Suruh masuk.." jawab Kevin


beberapa menit kemudian..


"Hallo bro..


Eh salah..hallo pengantin baru, kok udah masuk kerja aja nih" ucap Doni


Kevin yang mendengar sahabatnya berkata seperti itu, matanya membelalak penasaran


"Darimana Doni tau kalau gue udah nikah?' gumam Kevin dalam hati


"apaan sih lu..." selidik Kevin


"Alah..udah deh elu gausah nutup-nutupin lagi pernikahan elu. Gue dah tau. Btw.. istri elu cakep juga.. cakepnya simple bro" timpal Doni


"Darimana elu tau gue udah nikah?" tanya Kevin


"Kata Rena..cewek gue. Dia liat elu ijab di masjid. kebetulan dia lagi di Semarang kemaren" jawab Doni


"Oh.. " jawab Kevin sekenanya


"Gimana? udah enak-enak belum?" tanya Doni sambil tersenyum menyelidik


"lho..lho..lho. kenapa gitu bro?" tanya Doni pemasaran


"Gue gak suka, gak cinta sama tuh orang. Gue dijodohin sama papa gue sebelum meninggal sama gadis kampungan itu. Kalau gue nolak..bakal diambil semua yang jadi hak gue" jelas Kevin


"Wah..sayang banget bro kalau dianggurin" timpal Doni


"Bentar lagi gue ceraiin tuh orang.. ambil aja kalau elu mau" jawab Kevin ketus


"Ehe..sorry, gue dah ada Rena yang cinta mati sama gue. Kasih orang lain aja tuh cewek" ucap Doni


Mereka berdua tertawa dan menganggap obrolan tersebut lucu. Sedangkan disisi lain Risa hatinya bersedih meratapi nasib pernikahannya.


Handphone Risa berbunyi


"Hallo Risa.." suara pak Harun di seberang sana


"Hallo bapak. Bapak apa kabar? sehat?" tanya Risa


"Bapak sehat nak, bagaimana dengan kamu, apa semuanya baik-baik saja?" tanya pak Harun

__ADS_1


"Risa sehat pak. Semuanya baik-baik saja" jawab Risa berbohong


tak terasa Risa meneteskan air matanya


"Kamu lagi ngapain ini Risa? tanya pak Harun lagi


"di rumah pak. gak ngapa-ngapain" jawab Risa


"Dimana suami kamu?" tanya pak Harun


"mas Kevin kerja pak.." jawab Risa


"ya sudah..kamu baik-baik disana ya nak. Bapak tutup dulu telponnya" ucap pak Harun


"baik pak..bapak juga jaga diri disana" ucap Risa


Telpon pun kemudian terputus. Risa menjadi sedih lagi ketika ditanyai kabar oleh bapaknya.


Jam 10 malam


"Ceklek.." pintu terbuka


Kevin yang masuk ke dalam rumah melihat Risa yang tertidur di sofa ruang tamu.


Kevin bingung harus bagaimana. Antara perasaan kesal dan kasihan ketika melihat Risa.


kemudian..


"Hei.. bangun, kalau tidur di kamar, jangan disini" ucap Kevin sambil menepuk tangan Risa


Risa terbangun dan merapikan rambutnya


"Mas Kevin sudah pulang..mau kopi atau teh mas?" tanya Risa


"Bikinin teh.." jawab Kevin sambil meninggalkan Risa


Risa kemudian bangun dan menuju dapur


10 menit kemudian, Kevin keluar dari kamarnya


"Makan malamnya sudah Risa siapin mas.." ucap Risa


Kevin hanya diam dan duduk di meja makan


Risa dengan telaten dan perhatian mengambilkan nasi dan lauk untuk Kevin

__ADS_1


Kevin menikmati teh dan masakan Risa. Risa memperhatikan Kevin melahap makanannya. Kevin yang merasa diamati merasa canggung oleh sikap Risa


__ADS_2