
"Ada apa dengan ekspresi di wajahmu?" tanya Risa melihat Rendi yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya
"Bukankah kamu baru saja keguguran. Bagaimana bisa langsung hamil lagi" ucap Rendi
"Kita mengikuti program kehamilan dari dokter begitu rahimku dinyatakan sudah bersih dan siap untuk hamil lagi" jelas Risa
"Cepatlah belikan aku bebek goreng, aku sudah sangat lapar" pinta Risa dengan wajah memelas
Rendi sudah tidak habis pikir dengan Risa dan Kevin. Dia hanya menggelengkan kepalanya begitu tau Risa sedang hamil lagi. Kemudian Rendi berlalu keluar meninggalkan apartemen.
Setelah berputar-putar selama hampir setengah jam, akhirnya Rendi menemukan penjual bebek goreng. Langsung saja dia memesan tiga porsi bebek goreng untuk dibungkus.
"Demi Risa dan bayi elu gue mau susah-susah begini Vin. Awas saja kalau elu bener-bener nyakitin hati Risa. Gue bakal jadi orang pertama yang akan hajar elu" gumam Rendi dalam hatinya sembari menunggu pesanannya dibuat.
Risa yang tidak sabar menunggu Rendi datang, hanya bisa duduk termenung menunggu pesanannya sampai. Setelah hampir satu jam akhirnya Risa mendengar suara pintu dibuka oleh seseorang. Rendi yang datang membawa pesanan Risa langsung menyodorkannya di depan wajah Risa. Dengan perasaan senang Risa menerima bungkusan itu. Ilernya sudah hampir menetes walau baru mencium aromanya saja. Dengan semangat Risa membuka bungkusan tersebut dan menikmatinya dengan sangat lahap.
Rendi yang mengamati pemandangan di depannya hanya bisa menggelengkan kepalanya
"Sebegitu laparnya kamu Ris?" tanya Rendi
"Iya. Dan ini sangat enak sekali" sahut Risa dengan mulut yang masih tetap mengunyah tanpa menatap Rendi dan hanya fokus pada makanan di hadapannya
"Pelan-pelan saja makannya. Aku tidak akan meminta milikmu. Aku sudah membeli untukku sendiri" ucap Rendi sambil menunjukkan bungkusan kepada Risa
"Kalau begitu cepatlah makan. Untuk apa kamu hanya melihatku saja" ucap Risa yang masih sibuk mengunyah
__ADS_1
"Aku akan makan bersama temanku. Aku tidak mau makan disini. Aku takut kamu akan mengambil milikku" goda Rendi kemudian berlalu meninggalkan Risa
Risa tidak menjawab dan hanya tersenyum sinis, lalu melanjutkan menikmati lezatnya bebek goreng miliknya.
Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Risa merasakan kantuk yang sangat berat. Karena kelelahan dan rasa kenyang akhirnya Risa terkapar tidak sadarkan diri. Sedangkan di belahan dunia lain seseorang sedang cemas menghawatirkannya.
**
Kevin yang sedang melajukan mobilnya sesekali memandang ponselnya. Sudah hampir jam delapan malam, namun Risa tidak kunjung membalas pesannya sejak tadi siang Kevin mengirim pesan pada Risa.
Akhirnya mobil Kevin berhenti di garasi rumahnya dan langsung berlari mencari sosok Risa.
"Sayang.. aku pulang" teriak Kevin memanggil Risa
"Sayang.. " teriak Kevin lagi
"Sayang.. dimana kamu.. " teriak Kevin memanggil Risa yang tidak kunjung muncul.
Kevin sudah mengitari seluruh ruangan, sampai-sampai membuka seluruh kamar mandi dalam rumahnya hanya mencari sosok Risa. Namun hasilnya nihil, tidak ada sosok perempuan manis tersebut.
"Bi.. bi Nuri.. " teriak Kevin sambil menggedor-gedor pintu kamar bi Nuri yang letaknya berada di ruang belakang
"iya den.." jawab bi Nuri dengan hormat
"Non Risa kemana bi?" tanya Kevin langsung pada intinya
__ADS_1
"Anu.. Itu den.. Nonal Risa pergi meninggalkan rumah" sahut bi Nuri dengan terbata-bata
"Apa?? Meninggalkan rumah?? Apa alasannya??" tanya Kevin yang terkejut mendengar perkataan bi Nuri
"Anu.. Tadi non Risa diusir sama perempuan cantik den" jelas bi Nuri
"Perempuan?? Siapa bi??" desak Kevin tidak sabar
"Namanya non Jeanny den.." sahut bi Nuri
"Apa..??
Dasar perempuan s*alan.. Berani-beraninya dia mengusir Risa. Dia sudah tidak bisa dimaafkan lagi" ucap Kevin dengan geram yang sudah meninggalkan kamar bi Nuri.
Kevin sedang duduk di tepi ranjangnya dan mencoba kembali menghubungi Risa. Namun tetap saja tidak bisa terhubung karena Risa mematikan ponselnya.
"Kemana kamu sayang.. kamu sedang hamil, aku sangat khawatir dengan keadaanmu" gumam Kevin dengan wajah yang sangat frustasi
Kevin kembali melajukan mobilnya untuk mengelilingi malamnya kota Jakarta. Dengan laju kecepatan yang pelan, dia mencari sosok Risa ke kanan dan ke kiri dengan seksama. Sudah hampir dua jam Kevin berkeliling, dan hasilnya nihil, bayangan Risa pun tidak tampak terlihat.
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tubuh Kevin sudah sangat lengket dan lelah. Seharian ini dia disibukkan dengan persidangan juga urusan tentang pelaku kejahatan terhadap jatuhnya Risa. Akhirnya dengan wajah dan perasaan sedih, Kevin memutuskan pulang dan beristirahat di rumah. Dia akan mencari sosok Risa esok kembali.
"Aku merindukanmu sayang.." ucap Kevin sambil meraba dan menatap sayu bantal di sampingnya yang kosong tanpa sosok Risa
"Dimana kamu sekarang.. apa kamu baik-baik saja.. Kenapa kamu mematikan ponselmu. Aku sangat khawatir denganmu dan anak kita" ucap Kevin lagi yang seolah sedang mengobrol dengan sosok Risa
__ADS_1
Lama Kevin bersikap demikian, dia merasa saat ini hati dan pikirannya kosong. Hanya Risa dan Risa saja dalam bayangannya. Berharap cintanya itu dalam keadaan baik-baik saja. Dia ingin segera bertemu, memeluk dan mencium sang pujaan hatinya.
"Risa.. maafkan aku yang tidak bisa menjaga dan membahagiakanmu. Maaf.. maaf sayang.." gumam Kevin dalam mata lelapnya