
Tanpa disadari butiran bening keluar dari pelupuk mata Risa. Matanya tak beranjak memandang sebuah foto. Foto yang terdapat gambar suaminya dan seorang wanita yang dikenalnya.
Risa masih terdiam dan tidak bersuara. Matanya hanya memandang dan berair. Kemudian suara mobil terdengar berhenti di rumahnya.
Ceklek..
Pintu terbuka, Risa hanya termangu dengan air mata yang tidak berhenti menetes
"Sayang..." panggil Kevin dengan nada bahagia
Risa mendengarnya namun pandangannya tidak beralih
"Kamu kenapa yank??" tanya Kevin cemas melihat Risa duduk lemas di lantai
Risa tidak menjawab pertanyaan Kevin. Kevin mendekat pada Risa dan memegang kedua pundaknya
"Ayo duduk dulu.. "ucap Kevin sambil mencoba mengangkat pundak Risa
Risa mengikuti ajakan Kevin. Kevin masih bingung dengan keadaan Risa. Kevin mencoba memegang tangan Risa, dan terlihatlah sebuah foto di tangan kiri Risa. Mulutnya ternganga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Kevin mengambil foto tersebut dan menatapnya tajam
"Ini tidak benar yank.. Aku nggak melakukan ini" ucap Kevin sambil memegang tangan Risa
Risa sedari tadi masih diam dan matanya masih menangis
"Sayang.. lihat aku" ucap Kevin lagi memelas
"Aku mau balik ke Semarang" ucap Risa lirih dan tak hentinya menangis tanpa melihat Kevin
"Yank.. jangan kayak gini. Ayo kita ketemu dokter, dan tanyakan tentang masalah ini, ini bukan seperti di foto itu" ucap Kevin sambil menunjuk sebuah foto
"Aku baru saja memeriksakan kandungan Ana, dan benar saja usianya memasuki 3 bulan, sedangkan aku bertemu dengannya 2 bulan yang lalu" imbuh Kevin menjelaskan
"Aku di jebak.. dan ini terjadi sebelum pernikahan kita. Aku berani bersumpah demi apapun yank" jelas Kevin meyakinkan sambil memegang tangan Risa
"Yank.. lihat mata aku yank" pinta Kevin sambil memandang Risa
Risa masih diam dan tatapan matanya seperti kosong. Air matanya masih menetes membasahi pipinya
__ADS_1
"Sayang.. aku mohon percaya sama aku, aku tidak pernah sadar melakukan itu semua" ucap Kevin membela diri
"Aku pengen ketemu bapak.." ucap Risa lirih
"Oke. Kita akan pergi ke Semarang, tapi setelah masalah ini selesai. Untuk itu, aku mohon sama kamu percaya sama aku dan jangan berpikir atau melakukan apapun" sahut Kevin sambil memegang wajah Risa
Risa menepiskan tangan Kevin dan pergi berlalu meninggalkan Kevin. Kevin tidak mengejar Risa, dia hanya mengamati langkah Risa menuju kamarnya. Dia tau kalau Risa membutuhkan waktu untuk sendiri.
"Ah.. sialan Ana, berani sekali dia mengirim foto ini" gumam Kevin sambil mengepalkan tangannya
Kemudian Kevin mengambil ponsel yang ada di sakunya
Tuutt.. tuutt..
"Hallo....
"Sialan kamu ya, berani sekali kamu mengirim foto itu pada Risa" bentak Kevin kepada seseorang
".... ....." sahut orang tersebut
"Elu nggak usah pura-pura lagi. Gue akan buktiin kalau itu memang bukan anak gue" ucap Kevin tegas lalu mematikan teleponnya
"Yank.. aku mohon dengerin penjelasanku dulu" ucap Kevin
Risa masih diam
"Sayang.." panggil Kevin lagi
"Bicaralah.." sahut Risa lirih
Kevin membalikkan tubuh Risa. Kini Risa dan Kevin saling berhadapan.
"Lihat aku.." ucap Kevin sambil mengangkat dagu Risa
Risa menatap dalam mata Kevin. Mata indah yang sangat dicintainya, tapi entah mengapa hari ini Risa sangat berat menatap mata itu.
"Foto itu terjadi seminggu sebelum pernikahan kita. Memang aku pergi ke club malam itu, tapi aku bahkan tidak mengingat kalau bertemu dengan Ana. Apalagi sampai melakukan perbuatan itu. Sumpah demi apapun, aku hanya melakukannya dengan kamu yank.." jelas Kevin
"Dan aku sudah membawa Ana ke dokter, kata dokter usia kehamilan Ana sudah masuk bulan ketiga, itu artinya antara kejadian malam itu dengan usia kehamilan Ana tidak sesuai" lanjut Kevin
__ADS_1
Risa hanya menatap sayu mata Kevin, mendengarkan semua ucapan Kevin dan mencoba mencernanya.
"Kamu percaya sama aku kan yank?" ucap Kevin sambil memegang tangan Risa
"Aku mau ketemu sama mbak Ana" pinta Risa
"Untuk apa? Dia sudah mencoba menghancurkan keluarga kita" sahut Kevin tak percaya
"Yank.. apa kamu percaya dengan ucapanku??" tanya Kevin lagi
"Aku tidak tau.. " jawab Risa lalu mengalihkan pandangannya
Kevin memeluk erat tubuh Risa, tidak terasa air mata Kevin menetes. Kevin mengingat lagi awal pernikahannya, dia bersikap tidak baik dan jahat pada Risa, dan kini masalah baru muncul lagi. Kevin merasa tidak pernah memberi kebahagiaan untuk Risa
"Yank... " panggil Kevin pada Risa
Risa tidak menjawab, Kevin terkejut melihat tangis Risa semakin menjadi, diusapnya air mata yang mengalir deras tersebut dan mencium pipi Risa. Kevin tidak bisa menyembunyikan lagi rasa sakitnya melihat Risa seperti itu, tangis Kevin tidak bisa dibendung lagi. Keduanya menangis dan saling memeluk sangat erat.
"Aku tidak rela melihat Risa menangis seperti ini, aku bersumpah akan membalas semua perbuatan kalian yang mencoba menghancurkan hati Risa dan keluargaku" gumam Kevin dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai-hai para readers tercinta ❤️
Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘
__ADS_1