
Belum sempat Kevin duduk dan masih berdiri di hadapan wanita muda
"Apa maksud yang kamu katakan tadi..??" tanya Kevin dengan nada sedikit marah
"Duduklah.. " pinta wanita tersebut
Kevin menarik keras kursinya lalu duduk di hadapan wanita tersebut
"Aku hamil.." ucap wanita tersebut tertunduk
"Bapak ingat kan kejadian 5 minggu yang lalu..??" selidik wanita tersebut
"Aku bahkan tidak yakin malam itu bertemu denganmu" ucap Kevin tegas
"Tapi ini memang anak bapak.." ucap wanita tersebut
"Ana.. kamu jangan lancang berkata seperti itu tanpa ada bukti" tegas Kevin
Iya. Ana yang dimaksud Kevin tersebut adalah sekretarisnya
"Apa ini cukup sebagai bukti?" ucap Ana sambil menyodorkan beberapa lembar foto
Kevin melihat dengan seksama foto tersebut, memang dirinya yang ada di dalam sana. Tubuhnya berselimut dan ada sosok Ana yang juga dalam selimut yang sama. Keduanya sama-sama terlelap.
Kevin mengerutkan dahinya mengingat kembali kejadian 5 minggu lalu, tepatnya seminggu setelah surat wasiat dibacakan dan sebelum pernikahannya.
Flashback 5 minggu yang lalu
"Yuk keluar Don.. gue stres nih. Gue tunggu di club biasanya" ucap Kevin kepada Doni melalui ponselnya
"......" jawab Doni
"Oke.." ucap Kevin datar
Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah club di daerah Menteng
"istimewa.." ucap Kevin kepada pelayan
Kevin menenggak minuman haram itu perlahan. Dilihatnya sekeliling orang-orang sedang menari mengikuti alunan musik yang dimainkan boleh DJ.
"Pengacara sialan.. gadis sialan.. " gerutu Kevin di tengah-tengah ambang sadarnya
Dengan kepala yang terasa pusing dan tubuh sudah sempoyongan, Kevin melihat sosok wanita cantik sedang menuju ke arahnya. Setelah itu semuanya hitam dan gelap, Kevin tidak sadarkan diri.
Keesokan harinya
Kevin memijat keningnya perlahan, rasanya sangat pusing sekali. Dilihatnya sekeliling dan dia sadar sedang berada di dalam ruangan. Dilihatnya sosok wanita yang dikenalnya sedang terlelap berselimut di sampingnya.
"Astaga.. kenapa gue bisa sebodoh ini" gumam Kevin sambil mencengkram rambutnya.
"Bangun.. kenapa kamu bisa sampai disini?" ucap Kevin lalu menggoyang-goyangkan tubuh wanita di sampingnya
"Bapak.. hu hu hu.. " wanita itu tiba-tiba menangis sambil memegangi selimutnya
__ADS_1
"Jelasin.. jangan nangis" ucap Kevin sedikit berteriak
"Bapak lupa.. bapak melakukannya tadi malam, memaksa Ana. Jika Ana menolak bapak akan pecat Ana" ucap Ana sambil menangis tersedu-sedu
Kevin mencoba memutar otaknya. mengingat kembali kejadian tadi malam.. Namun benar-benar kosong dan Kevin tidak bisa mengingat apapun.
Flashback off
"Sekarang aku meminta pertanggungjawabanmu.." ucap Ana membuyarkan pikiran Kevin
Kevin tidak menyangka kejadian malam itu bisa menjadi malapetaka di kehidupannya. Ditambah lagi sekarang dia sudah resmi menikah dengan Risa dan tidak mungkin menyakiti hati Risa
"Oke. aku akan bertanggungjawab. Tapi dengan syarat tidak boleh ada yang tau kalau ini adalah anak aku" ucap Kevin pada Ana
"Mulai besok kamu tidak perlu kerja lagi. Aku akan cukupi kebutuhanmu dan juga bayi yang ada dalam kandunganmu" lanjut Kevin
"Kita harus menikah..!!!" pinta Ana dengan sedikit kesal
"Hei.. aku baru saja menikah, tidak mungkin aku bisa menikahimu" ucap Kevin marah
Ana terdiam sejenak
"Baiklah, untuk saat ini aku biarkan kamu bersama istrimu. Tapi 2 bulan lagi kau harus menikahiku. Kalau tidak akan aku beritahukan ke semua orang kalau ini adalah anakmu" ancam Ana pada Kevin
"Berani sekali kamu mengancamku..." ucap Kevin ketus
Kevin pergi meninggalkan Ana yang masih duduk di cafe. Kevin melajukan mobilnya meninggalkan cafe
"Sial.. sial.. sial.." gerutu Kevin sambil memukul-mukul setir mobilnya
Kevin kemudian mengambil ponselnya dan menelpon seseorang
"Hallo, aku ingin meminta bantuanmu. Kapan aku bisa menemuimu" ucap Kevin kepada seseorang disana
"........ ......." jawab orang tersebut
"Oke baiklah, segera hubungi aku lagi" ucap Kevin lalu mematikan teleponnya
Dia menghubungi seseorang lagi
"Hallo.. temui aku di kantin Rumah sakit tempatmu kerja jam 4 sore ini" pinta Kevin
"......" sahut orang tersebut
Kevin melajukan mobilnya menuju ke tempat yang sudah ditentukan
**
"Hai.. lama gak ketemu bro, gimana kabar elu" ucap seorang dokter muda yang tampan
"Hmmmmm beginilah.." jawab Kevin malas
"Aku tau kamu baru saja melakukan resepsi pernikahan. Tetapi kenapa lemas begini" tanya Andreas
__ADS_1
"Gue mau minta bantuan elu.." ucap Kevin lirih dengan raut wajah memelas
Andreas yang melihat ekspresi temannya itu langsung antusias dan penasaran dengan permasalahan yang di hadapi Kevin. Kemudian selama kurang kebih satu jam Kevin bercerita panjang lebar tentang kejadian malam itu dan tentang kehamilan Ana yang meminta pertanggungjawabannya.
"Sumpah gue gak inget sama sekali apa yang udah gue lakuin ke Ana sampai-sampai dia bisa hamil kayak gini" ucap Kevin
"Gue gak percaya kalau itu bener-bener anak gue. Dan elu tau sendiri kan gimana nanti perasaan istri gue kalau dia tau masalah ini.." lanjut Kevin
Andreas mendengarkan dengan seksama
"Oke gue paham maksud elu. Untuk saat ini gue belum bisa bantu ngebuktiin janin itu anak elu apa bukan. Karena usianya mungkin baru beberapa minggu dan belum bisa dilakukan tes DNA. kita tunggu sekitar 1 bulan lagi. Kamu ajak Ana kesini biar gue cek janin itu" jelas Andreas
Kevin yang mendengarnya sedikit merasa bebannya berkurang.
"Oke gue akan hubungi elu kalau semua udah siap" ucap Kevin
"Thanks banget Ndre.. untung ada elu, seenggaknya gue bisa berbagi masalah gue" imbuh Kevin
"Santai aja bro.. gue bakal bantu kalau emang bisa gue bantu" ucap Andreas
Kevin meninggalkan Andreas dan bergegas pulang. Sesampainya di rumah dilihatnya Risa sedang tertidur di sofa
"Emmmmhhhh.. kok baru pulang sih" tanya Risa yang terbangun karena tubuhnya terasa di ayun-ayunkan
Kevin menggendong tubuh Risa dan menidurkannya di ranjang
"Istirahat saja yank.. aku mau mandi" ucap Kevin sambil menyelimuti tubuh Risa
"Kita nggak jadi makan sop yank..??" tanya Risa
Kevin yang mendengar pertanyaan Risa kemudian langsung mencium pipi dan kening Risa, memeluknya sejenak dan mengelus rambutnya
"Ayo kita makan dulu.." ajak Kevin memegang tangan Risa
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai-hai para readers tercinta ❤️
__ADS_1
Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘