
Kevin dan Rendi sampai di tempat tujuan pukul 8 malam. Kevin memarkirkan mobilnya di sebuah kompleks perumahan yang terdapat banyak kontrakan sederhana dan cenderung kumuh. Dia masuk ke dalam sebuah rumah dengan cat yang sudah pudar.
Tok.. tok.. tok..
Kevin mengetuk pintu tersebut, sesaat kemudian pintu terbuka dan muncul sosok laki-laki yang tinggi besar dan badannya kekar. Kulitnya hitam mengkilap dan terlihat sedikit menyeramkan.
"Silahkan masuk bos.." ucap seorang laki-laki tersebut
Kevin pun masuk melangkahkan kakinya ke rumah tersebut. Pintu dikunci kembali oleh pemilik rumah
"Ini adikku.. dia akan membantu" ucap Kevin sambil menunjuk Rendi
"Rendi.." ucap Rendi memperkenalkan diri
"Saya Jafar bos" ucap laki-laki tersebut sambil menyodorkan tangannya
Rendi dan Jafar saling bersalaman satu sama lain.
"Jadi apa yang udah kamu dapatkan?" tanya Kevin pada Jafar
"Ibunya Ana sedang sakit keras bos. Dan ayahnya sekarang bersikap menyimpang, suka judi dan main wanita lain" jelas Jafar
"Adiknya pun sekarang pergi tak tau dimana" imbuh Jafar
"Saya pernah mengikutinya dan dia bertemu dengan laki-laki.. tetapi laki-laki tersebut malah menamparnya." lanjut Jafar
"Ini foto laki-laki tersebut.. namanya David" ucap Jafar sambil memberikan sebuah foto laki-laki
Kevin dan Rendi menatap lekat pada foto tersebut. Rendi yang melihat foto tersebut mengerutkan dahinya
"Apa mungkin dia pacarnya Ana.. aku pernah liat cowok ini di hp Ana" jelas Rendi
"Elu yakin..???" tanya Kevin penasaran
"Iya.. ada foto laki-laki ini. Tapi juga banyak foto cowok lain " sahut Rendi
"Apa kamu juga menyelidiki tentang pria ini??" tanya Kevin pada Jafar sambil menunjuk foto David
"Iya. Dia hanya laki-laki biasa.. pekerjaannya sebagai kurir di sebuah ekspedisi" jelas Jafar
"Oke. Untuk saat ini tetap lanjutkan pekerjaanmu" ucap Kevin pada Jafar
"Baik bos.." sahut Jafar
Kevin dan Rendi kemudian keluar dari rumah tersebut dan segera pulang. Kevin melajukan mobilnya dengan hati-hati karena malam ini Jakarta sedang diguyur hujan.
__ADS_1
"Kira-kira apakah David yang menghamili Ana..." gumam Rendi dalam perjalanan
"Entahlah. Setidaknya ada sedikit kejelasan tentang masalah ini." sahut Kevin
Kemudian Kevin mengambil ponselnya dan menelpon seseorang
"Hallo..
"Besok jam 9 pagi temui aku di cafe Ex" ucap Kevin pada seseorang disana
Tanpa menunggu jawaban dari seseorang disana, Kevin langsung mematikan panggilannya.
"Siapa..??" tanya Rendi
"Ana.." jawab Kevin singkat
"Ngapain lu telpon dia??" tanya Rendi penasaran
"Gue mau bawa dia ke rumah sakit.." sahut Kevin
"Yakin dia mau ikut elu dan gak bakal nolak??" tanya Rendi
"Gue harus paksa.. kalau dia enggak mau berarti benar ada sesuatu yang disembunyikan" jawab Kevin tegas
Rendi diam mendengarkan jawaban Kevin. Setelah itu keduanya saling diam. Setelah hampir satu jam Kevin sudah sampai store dan menurunkan Rendi. Kevin kemudian melajukan kembali mobilnya.
Risa mendengar suara mobil Kevin yang terparkir di garasi
Ceklek..
pintu depan terbuka, Risa melihat Kevin membuka pintu dan segera menghampirinya
"Kehujanan kah yank?" tanya Risa perhatian
"Sedikit yank.." sahut Kevin sambil memberikan tasnya
"Aku panasin airnya dulu ya" ucap Risa sambil berlalu menuju kamar mandi
"Sayang.. airnya udah siap" ucap Risa pada Kevin yang sedang menunggu di sofa
"Heem yank. Makasih ya" ucap Kevin sambil mencium pipi Risa
Kevin masuk ke dalam kamar mandi dan segera membersihkan dirinya. Hangatnya guyuran air membuatnya sangat rileks. Tubuhnya yang seharian bekerja ditambah lagi dengan permasalahan Ana, membuatnya sedikit stress. Tapi begitu dia melihat Risa dan mendapatkan kasih sayang Risa dirinya kembali bersemangat. Setelah beberapa menit mandi Kevin keluar menghampiri Risa
"Sayang.." ucap Kevin manja lalu memeluk Risa dari belakang yang sedang menyisir rambutnya
__ADS_1
"Hmmm.. pakai baju dulu" sahut Risa yang melihat Kevin hanya berbalut handuk
"Kangen.." ucap Kevin tidak memperdulikan ucapan Risa. Kini Kevin malah menciumi pipi Risa
Risa berdiri dan menghadap Kevin
"pakai bajunya dan bersiap tidur" ucap Risa sambil mencolek hidup Kevin yang mancung
Kevin tidak melakukan perkataan Risa malah membuka lilitan handuknya. Dengan senyum nakal dia menarik tubuh ramping Risa
"Aku kangen..." ucap lirih Kevin di telinga Risa
Risa merasakan geli di area telinganya. Dia mencoba mengelak namun bibir Kevin kini sudah berada di leher jenjangnya. Diciumnya leher jenjang itu dan meninggalkan jejak sejarah.
Bibir Kevin semakin berani beraktivitas, disapu seluruh leher jenjang Risa lalu ******* bibir manis Risa. Tangannya tidak tinggal diam. Dengan cekatan Kevin membuka seluruh kancing piyama Risa. Kini Risa sudah bertelanjang di bagian tubuh atasnya. Kevin membaringkan tubuh Risa lalu menindihnya. Tidak ada penolakan dari Risa, dia sangat menikmati permainan ini.
"Eeemmmhh.. ahh" lenguh Risa ketika bibir Kevin ******* gundukan milik Risa
mendengar lenguhan Risa Kevin langsung melancarkan aksinya. Dipegang miliknya dan diarahkan ke milik Risa
"Aauu.. emm" Risa memekik menahan sakit
Lama-kelamaan lenguhan Risa berubah menjadi desahan kenikmatan. Kevin mempercepat gerakan tubuhnya dan melenguh panjang bersama Risa. Keduanya merasakan kenikmatan yang luar biasa malam ini.
"Aku mencintaimu.. " ucap Kevin lirih di telinga Risa lalu menciumnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai-hai para readers tercinta ❤️
__ADS_1
Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘