Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Pertemuan


__ADS_3

"Maaf mbak kalau harus menunggu lama" sapa Risa menghampiri seorang wanita


"Ada apa kamu ingin menemuiku?" tanya wanita tersebut yang tidak lain adalah Ana


"Bagaimana keadaan mbak Ana?" tanya Risa


"Langsung saja, tidak usah basa-basi" sahut Ana sinis


"Aku tau hubungan antara mbak Ana dan mas Kevin. Aku juga tau mbak Ana yang mengirimkan foto itu" ucap Risa tenang


Ana mengerutkan dahinya, mencoba memahami ucapan Risa.


"Maksud kamu foto apa?" selidik Ana sambil mengerutkan dahinya


"Mbak Ana jangan pura-pura tidak tau. Jujur saja mbak" pinta Risa


"Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudnya" sahut Ana sambil mengangkat pundaknya


"Foto mbak Ana dengan mas Kevin di ranjang" ucap Risa


"Aku tidak pernah mengirim apapun ke rumah kalian" sahut Ana tegas


"Aku memang memiliki foto itu, tapi aku hanya menunjukkannya pada Kevin" lanjut Ana


Risa terdiam sejenak


"Lalu bagaimana keadaan kandungan mbak Ana?" tanya Risa


"Sebetulnya apa maksud kamu ingin bertemu denganku hari ini?" selidik Ana dengan ketus


"Aku hamil mbak, dan aku juga tau mbak Ana sedang hamil. Baik itu anak mas Kevin atau bukan, aku memikirkan keadaan mbak Ana tidak ada yang mendampingi. Jujur saja, aku sangat hancur ketika melihat foto itu, aku juga menangis dan tidak bisa percaya atau menerima kenyataan itu. Tapi beberapa hari kemudian dokter mengatakan aku hamil, dan keadaanku saat itu sangat lemah, kemudian aku memikirkan tentang mbak Ana bagaimana menjaga kandungan itu sendiri" jelas Risa yang tanpa sadar menitikkan air mata


"Mungkin seharusnya aku marah dan meneriaki mbak Ana yang mencoba menghancurkan pernikahanku. Tapi aku tidak bisa melakukan itu, aku sudah menganggap mbak Ana seperti kakakku sendiri" lanjut Risa yang masih terisak


"Aku akan mengatakan ini, jika memang anak yang dikandung mbak Ana adalah anak mas Kevin, lebih baik aku pulang saja ke Semarang mbak" imbuh Risa


Tanpa disadari, Ana ternyata sudah menangis menitikkan air mata. Tangannya menutup mulutnya agar tangisnya tidak pecah. Ana tertunduk mendengar perkataan Risa. Keduanya menangis dan kesedihan menyelimuti hati mereka.

__ADS_1


Di Store


"Miko, tolong ke ruangan saya sebentar" ucap Kevin melalui telepon kepada sekretarisnya


Beberapa menit kemudian, Miko masuk ke dalam ruangan Kevin


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanya Miko


"Istriku sedang hamil, saya tidak bisa pergi ke Bandung. Kamu yang akan mewakili saya pergi ke Bandung besok" ucap Kevin


"Baik pak" sahut Miko


Miko keluar meninggalkan ruangan Kevin. Kevin mempersiapkan berkas untuk Miko yang akan dibawa besok ke Bandung. Tidak terasa jam istirahat sudah datang


Tuutt.. tuutt..


Handphone berdering


"Hallo sayang..." sapa Kevin bahagia


"Hallo sayang" jawab Risa


"Kamu menangis yank?" tanya Kevin ragu


"Enggak yank, aku nggak papa" sahut Risa


"Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak tentang masalah kemarin, kamu harus jaga kandungan kamu yank" ucap Kevin khawatir


"Sebentar lagi aku akan pulang, kamu tunggu yank" lanjut Kevin lagi


"Memangnya sudah selesai pekerjaanmu yank? Aku benar-benar tidak apa-apa" sahut Risa


"Tunggu saja di rumah. Sebentar lagi aku pulang" ucap Kevin lalu mematikan ponselnya


Kevin tersenyum-senyum sendiri melihat ulahnya. Sedangkan Risa di rumah sana mungkin sedang terheran-heran.


Kevin segera membereskan meja kerjanya dan keluar ruangan

__ADS_1


"Saya pulang dulu, tolong semuanya diurus dulu ya" Ucap Kevin pada Miko dan Dina di ruang sekretarisnya. Memang sejak Ana keluar, Kevin langsung merekrut dua sekretaris sekaligus meskipun pekerjaannya tidak terlalu repot.


Kevin melajukan mobilnya menuju rumahnya. Tidak lupa dia mampir membelikan soto ayam, karena Risa selama dua hari ini suka sekali makan soto ayam.


Satu jam kemudian Kevin memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya.


Ceklek


Pintu terbuka dan Kevin melihat Risa sedang menyulam di sofa


"Tumben yank.." sapa Kevin melihat Risa yang sedang menyulam


"Lagi pengen aja yank" sahut Risa datar


"Ini aku beliin soto ayam" ucap Kevin nyengir sambil memperlihatkan bawaannya


"Lagi? Oke deh. Makasih ya sayangku" ucap Risa sambil mengelus pipi Kevin


Kevin menyiapkan soto untuk Risa. Risa yang duduk mengamati Kevin tersebut hanya senyum-senyum sendiri.


"Ini yank. Yuk dimakan" ajak Kevin


Kevin dan Risa menikmati soto ayam tersebut


"Pembantunya sudah datang yank?" tanya Kevin


"Sudah yank, tadi selesai bersih-bersih aku suruh istirahat dulu" sahut Risa


"Namanya bi Nuri" imbuh Risa


Kevin hanya mengangguk-angguk mendengarkan perkataan Risa


"Yank.." panggil Risa


"Hmmmmm..." sahut Kevin sambil menikmati makanannya


"Kemarin aku ketemu dengan mbak Ana" ucap Risa dan menatap lekat ke arah Kevin

__ADS_1


Kevin menghentikan aktivitas makannya, dia menatap dalam mata Risa. Tatapan yang sangat sulit diartikan. Dia sudah mengatakan pada Risa untuk tidak ikut campur dalam masalah ini dan lebih fokus ke kandungannya. Tetapi Risa malah tidak mengindahkannya.


__ADS_2