Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Mengunjungimu


__ADS_3

Pagi itu Kevin sedang bersiap-siap karena penerbangannya ke Semarang boarding pukul sembilan pagi.


"Bi.. saya titip rumah ya. Kemungkinan saya pergi agak lama karena ada urusan pekerjaan dan juga saya ingin mengunjungi nona Risa" pamit Kevin kepada bi Nuri


"Baik den.." sahut bi Nuri


setelah memastikan semua barang keperluannya sudah siap, Kevin segera bergegas menuju bandara. Setelah mengemudi sekitar tiga puluh menit, akhirnya Kevin sampai di bandara lalu menghampiri Miko dan Dina yang sudah menunggu di waiting room.


"Apa semua berkasnya sudah dibawa?" tanya Kevin kepada Dina


"Sudah pak, nanti kita akan ke garment Glory Jaya pukul sebelas siang, lalu dilanjutkan dengan makan siang bersama" jelas Dina


"Oke.. terimakasih" sahut Kevin singkat


"Pihak kepolisian sudah menetapkan nona Jeanny sebagai tersangka mas, dan kemungkinan hukumannya tujuh tahun penjara" ucap Miko sedikit merendahkan nada suaranya


"bagaimana dengan ayahnya?" tanya Kevin


"Pengacara Han diberi hukuman selama lima tahun penjara, denda sebesar tiga miliyaran rupiah dan pencopotan gelar dan jabatan." sahut Miko menjelaskan


Kevin terdiam dan tidak menanggapi ucapan Miko. Pikirannya menerawang jauh memikirkan nasib ayah dan anak tersebut.


"Dan.. pengacara Han ingin bertemu dengan mas secepatnya" ucap Miko berhati-hati


"Untuk apa?" tanya Kevin kecut


"Ada yang ingin beliau katakan" sahut Miko


"Setelah aku pulang dari Semarang aku akan menemuinya. Tolong kamu atur jadwalnya" ucap Kevin memberi perintah


"Baik mas" sahut Miko


"Apa aku terlambat?" tanya seseorang yang tiba-tiba datang menyela obrolan mereka

__ADS_1


Kevin mengernyitkan keningnya melihat sosok laki-laki tampan tersebut


"Untuk apa kamu disini..?" tanya Kevin sedikit ketus


"Tentu saja aku juga ingin mengunjungi kakak iparku.." ucap laki-laki tersebut yang tidak lain adalah Rendi


"Darimana kamu tau kalau aku akan ke Semarang?" selidik Kevin yang masih penasaran


"Karena aku tadi ke store, dan para karyawanmu mengatakan kalau kalian pergi ke Semarang" jelas Rendi lalu mulai memposisikan dirinya duduk di samping Miko dan Dina


"Permisi nona, tolong geser sedikit" ucap Rendi sopan pada Dina, dia tidak tau jika Dina adalah sekretaris Kevin juga.


Dina tidak menjawab dan hanya tersenyum simpul lalu menggeser posisinya


**


Pukul sepuluh pagi, mereka sudah sampai di bandara Ahmad Yani Semarang. Rendi terheran-heran karena melihat Dina yang mengikuti mereka.


"Maaf nona ada tujuan kemana?" tanya Rendi ingin tahu kepada Dina


"Dia akan ikut dengan kita pak.." ucap Miko yang menjawab pertanyaan Rendi


"Dia siapa?" bisik Rendi di telinga Miko, namun Dina tetap bisa memahami gerak-gerik Rendi


"Saya sekretaris pak Kevin..." ucap Dina sopan


Rona merah karena malu tidak bisa disembunyikan dari wajah tampan Rendi


"Oh maaf nona, saya kira sekretaris Kevin hanya dia" ucap Rendi lalu melirik ke arah Miko


"Tidak masalah pak.. " sahut Dina sopan


Kevin sudah berjalan mendahului dua manusia itu bersama Miko. Mereka langsung menuju tempat tujuan.

__ADS_1


"Saya akan menginap di tempat istri saya, jadi setelah ini kalian bisa langsung kembali ke store dan saya serahkan urusan store kepada kalian" ucap Kevin kepada Miko yang sudah duduk di dalam mobil


"Kamu mau kemana? aku ada urusan pekerjaan. Apa kamu akan mengikutiku juga?" tanya Kevin ketus kepada Rendi begitu sudah masuk ke dalam mobil


"Kalau begitu aku akan langsung menemui Risa" sahut Rendi tenang


Kevin membelalakkan matanya dengan sempurna, lalu menatap tajam ke arah Rendi


"Tenang.. aku hanya bercanda, tidak perlu menatapku seperti itu. Nanti berhentikan aku di dekat pelabuhan. Aku akan mengunjungi temanku yang bekerja di bea cukai disana" jelas Rendi


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, setelah mengantarkan Rendi ke tempat tujuannya, Kevin langsung menuju garmen Glory Jaya untuk melihat langsung proses pembuatan benang dan jahit disana. Sudah hampir satu jam mereka berkeliling lalu memutuskan makan siang bersama. Setelah makan siang selesai, rombongan Kevin pamit undur diri karena kesepakatan kerjasama sudah ditandatangani.


"Sayang.. apa kamu tidak merindukanku?" tulis Kevin kepada Risa yang sudah dalam perjalanan menuju rumah Risa


"Tentu saja aku sangat merindukan suamiku.." balas Risa


"Aku akan datang.." tulis Kevin


"Dalam mimpiku.." balas Risa


Kevin tidak membalas dan hanya tersenyum membaca pesan-pesan tersebut. Setelah mengemudi selama satu jam, Kevin menghentikan mobilnya di pekarangan sebuah rumah sederhana yang dicat warna putih. Dengan langkah pasti Kevin mulai berjalan lalu mengetuk pintu rumah tersebut


"Tok.. tok.. tok.." suara pintu diketuk


Beberapa menit kemudian pintu terbuka dan sosok perempuan cantik berdiri termangu di hadapan Kevin


"Mas Kevin.." seru Risa terkejut


"Sayang.. aku kangen.. " ucap Kevin lalu menabrakkan tubuhnya ke arah Risa


Risa yang tanpa persiapan merasa kewalahan dengan tingkah Kevin yang tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat


"Kenapa kesini? Bukannya kamu sibuk mas?" ucap Risa yabg masih tidak percaya dengan kedatangan Kevin

__ADS_1


"Sudah aku katakan aku kangen.." sahut Kevin sedikit sebal


Dengan tanpa permisi, Kevin menyelonong masuk dan mendudukkan tubuhnya di sofa. Risa yang masih terkejut dengan kedatangan Kevin hanya menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


__ADS_2