
Pukul 7 malam setelah pergi menyelesaikan tugasnya, Miko datang ke rumah Kevin bersama Jafar.
"Kamu istirahatlah dulu, aku akan menemui Miko dan Jafar di ruang kerjaku" ucap Kevin lalu mencium kening Risa
"Iya sayang" sahut Risa singkat
Kevin berlalu keluar kamar dan menutup pintu. Sebelum menuju tempat kerjanya dia berpesan kepada bi Nuri untuk menyiapkan minuman dan camilan.
"Bagaimana, apakah semuanya lancar sesuai rencana?" tanya Kevin kepada Miko dan Jafar lalu mendudukkan tubuhnya di sofa
"Saya sudah mengatur semuanya dan memastikan semuanya aman besok bos" jelas Jafar
"Baguslah. Kita datangkan laki-laki bejat itu ke persidangan besok" ujar Kevin dengan sinisnya
"Dan ini berkas yang mas minta, saya sudah menjelaskan rinciannya secara lengkap" ucap Miko lalu memberikan sebuah berkas
"Bagaimana tentang laki-laki yang merampok keuangan store cabang? apakah dia sudah mengaku padamu?" tanya Kevin lagi pada Jafar
"Saya sudah mencari tahu dengan siapa dia bekerja" Miko menimpali
"Siapa orang itu?" selidik Kevin penasaran
Miko dan Jafar saling berpandangan, membuat Kevin semakin penasaran.
"Wanita ini, dan dia adalah ayahnya" sahut Miko dengan hati-hati sambil memberikan dua foto kepada Kevin
__ADS_1
"JEANNY..." ucap Kevin dengan sorot matanya yang merah
Betapa terkejutnya Kevin melihat apa yang ada di depannya. Hatinya sungguh ingin meledak dan ingin sekali melampiaskan emosinya.
"Iya. Dia adalah Jeanny Shopia Handoko, putri tunggal dari keluarga Handoko" jelas Miko yang juga tidak percaya dengan apa yang dikatakannya sendiri
Kevin mencengkram kuat dua foto yang dipegangnya. Dia sangat marah dengan keadaan. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya saat ini. Kevin memutuskan keluar meninggalkan Miko dan Jafar.
Di taman samping rumah dengan pencahayaan yang remang-remang Kevin duduk di kursi tempat dia dan Risa biasa bersama. Dia sangat terkejut dengan semua yang terjadi dengan dirinya. Ingin sekali saat itu juga dia menemui pengacara Han untuk meminta penjelasan darinya. Tapi semua itu ia urungkan setelah beberapa kali berpikir tentang keadaan Risa.
Pukul 10 malam Kevin masuk ke dalam rumah, Miko dan Jafar mungkin sudah pergi sejak tadi. Kevin berjalan ke arah kamarnya dan terlihat Risa sudah terlelap. Dengan perlahan, Kevin ikut naik ke atas ranjang dan memandangi wajah pulas milik Risa.
Butir bening mengalir begitu saja dari mata Kevin. Tangannya yang kekar mengelus lembut rambut Risa. Tersadar akan belaian dari seseorang, Risa mencoba menggeliatkan tubuhnya. Dengan sigap Kevin langsung memeluk tubuh Risa agar Risa tidak melihat Kevin menitikkan air mata.
"Tidurlah.." ucap Kevin lembut di ujung kepala Risa
Pukul 6 pagi
Risa tiba-tiba terbangun karena sesuatu dari dalam perutnya ingin dikeluarkan. Perutnya sangat mual sehingga membuatnya memuntahkan semua isi perutnya, tetapi hanya air berwarna kekuningan yang keluar dari dalam perutnya. Suara muntah dari Risa membuat Kevin terusik. Dengan kepalanya yang sedikit berat karena semalam dia tidak bisa tidur dan hanya tidur beberapa jam saja, membuat Kevin terpaksa membuka mata dan menghampiri Risa.
"Kenapa?" tanya Kevin lesu ketika menghampiri Risa di toilet
"Perutku mual mas.." sahut Risa yang terlihat sangat pucat
Dengan hati-hati Kevin membantu Risa untuk berbaring kembali di atas ranjang
__ADS_1
"Aku panggilkan dokter dulu" ucap Kevin lalu meraih ponselnya di atas meja
Sambil menunggu dokter datang, Kevin sudah menyelimuti tubuh Risa dan meminta bi Nuri untuk membuatkan teh hangat untuk Risa. Setelah hampir setengah jam, dokter pun datang. Dokter lalu memeriksa keadaan Risa.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Kevin cemas
"Tidak perlu khawatir pak, istri bapak sedang mengalami morning sickness. Selamat, istri bapak sedang mengandung." jelas dokter dengan senyum menghiasai wajahnya.
"Hamil dok?" tanya Kevin lagi tidak percaya dengan apa yang didengarnya
"Iya pak. Oleh karena itu, sebisa mungkin ibu Risa harus banyak istirahat dan tidak stres karena usia kandungannya masih sangat muda. Saya akan meresepkan obat untuk meredakan rasa mualnya" jelas dokter lagi lalu memberikan sebuah kertas resep obat
"Sayang.. kamu hamil lagi" ucap Kevin dengan mata yang berbinar lalu mengecupi kening Risa bertubi-tubi
Risa tidak bisa lagi menahan air matanya. Masih dalam keadaan rebahan Kevin memeluk erat tubuh Risa.
"Baiklah, saya permisi dulu pak" ucap dokter berpamitan
"Terimakasih dok" sahut Kevin
Setelah kepergian dokter Kevin menghampiri Risa lagi dan kembali memeluknya.
"Mulai sekarang kamu harus mendengarkan semua ucapanku. Tidak boleh membantah dan menolak. Kamu tidak boleh kelelahan ataupun stres" pinta Kevin dengan tegas kepada Risa
Risa hanya mengangguk, dia tau maksud dari ucapan Kevin hanya untuk kebaikan dirinya dan calon anaknya. Kevin tidak ingin kejadian beberapa minggu yang lalu terulang kembali.
__ADS_1
"Hari ini kamu di rumah, biar bi Nuri yang menjagamu. Aku akan segera pulang jika semuanya sudah selesai" imbuh Kevin
Risa hanya mendengarkan semua ucapan Kevin. Dia juga sangat ingin membahagiakan Kevin dengan datangnya seorang anak. Oleh karena itu dia akan menuruti apa saja keinginan Kevin demi dirinya dan calon anaknya.