Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Tes DNA


__ADS_3

Risa tidak tega melihat wajah lesu Kevin yang sedang bersandar di sofa kamar mereka.


"Makan dulu yuk yank" ajak Risa lembut


"Nanti ya, aku masih belum berselera" sahut Kevin singkat


Risa tidak bisa memaksa Kevin. Dia memilih duduk di samping suaminya. Diraihnya lengan Kevin lalu Risa mendekap lengan tersebut dan bersandar di pundak Kevin. Kevin yang melihat tingkah Risa hanya tersenyum tipis.


Risa tahu bagaimana perasaan Kevin saat ini. Sehingga dia tidak berani bersikap berlebihan yang nantinya bisa membuat suasana hati Kevin lebih berantakan.


**


Store


Pintu tiba-tiba dibuka tanpa ada ketukan dan kata permisi, sosok Ana muncul dari balik pintu tersebut.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Kevin ketus terkejut melihat Ana tiba-tiba datang ke store


Ana diam tidak menjawab, dia memasang wajah angkuh lalu melemparkan sebuah amplop ke meja kerja Kevin.


"Hei kamu kurang ajar sekali.. keluar dari sini!!" perintah Kevin yang tiba-tiba berdiri dan menunjuk pintu agar Ana keluar.


"Apa kamu tidak penasaran dengan isi amplop itu?" celoteh Ana tanpa mempedulikan perintah Kevin


Kevin dengan wajah kesalnya serta sedikit emosi yang meluap mencoba meraih amplop putih tersebut lalu membukanya secara paksa.


"Apa maksudnya ini?" tanya Kevin yang masih belum memahami isi amplop telah yang dibukanya


"Kamu pura-pura bodoh. Itu adalah hasil tes DNA antara kamu dan janin di kandunganku" sahut Ana masih dengan ekspresi angkuh dengan tangan disilangkan di dadanya.

__ADS_1


"Kamu mencoba membodohiku, Haa??" ucap Kevin mencoba mengelak karena menurut hasil tes DNA yang diberikan oleh Ana menunjukkan bahwa DNA Kevin dengan anak yang dikandung Ana 99,98% cocok.


"Hahaha.. " suara gelak tawa Ana memenuhi ruangan Kevin


"Kamu lihat siapa dokter yang memeriksaku?" selidik Ana dengan tatapan sinisnya


Kevin terbelalak melihat nama Andreas Lee Hanson tertulis di data hasil tes DNA tersebut. Mulutnya ternganga tidak mempercayai apa yang dilihatnya.


"Kamu sangat ingin aku melakukan tes DNA di tempat sahabatmu itu kan? Sudah aku kabulkan. Sekarang kamu harus bertanggungjawab atas perbuatan bejatmu" ucap Ana dengan penekanan yang kuat dan tegas.


"Tidak mungkin itu anakku. Kamu benar-benar menjebakku" Kevin masih tetap mengelak


"Tanyakan sendiri dengan sahabatmu itu. Kamu harus bertanggungjawab, kalau tidak aku akan buat hidup Risa lebih menderita dari hidupku ini" Ancam Ana


"Berani sekali kamu mengancamku. Aku akan membuat kamu menyesal dengan semua ucapan dan perilakumu Ana. Aku tidak menyangka jika ternyata hatimu begitu busuk" ucap Kevin lebih tegas.


Ana dengan wajah menahan marah memandang ketus ke arah Kevin kemudian berlalu keluar meninggalkan ruangan Kevin.


Kevin yang masih terkejut mengetahui hasil tes DNA tersebut kemudian terduduk lemas di kursi kerjanya. Kevin mengusap wajahnya dengan kasar. Kevin teringat sesuatu dan segera mengambil ponselnya.


"Hallo Andre?" ucap Kevin melalui sambungan telponnya


"Aku tahu kamu pasti akan meneleponku." sahut Andreas di seberang sana


"Kemarin Ana datang ke rumah sakit dan memintaku untuk memeriksa DNA kamu dengan DNA anak di kandungan Ana. Dan hasilnya juga sangat mengejutkanku. Kalian 100% cocok, itu berarti anak di kandungan Ana adalah anak kamu Vin" imbuh Andreas menjelaskan.


"Baiklah" sahut Kevin singkat


Kevin sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia mencoba memutar kembali memori tentang perbuatan bodohnya itu. Namun lagi-lagi Kevin hanya dibuat pusing karena tidak mengingat apapun.

__ADS_1


"Tok.. tok.. tok.." suara pintu diketuk


Kevin menoleh dan melihat sosok Miko di balik pintu tersebut. Dia hanya melihat sesaat dan Miko pun masuk ke dalam ruangan Kevin.


"Maaf mas, saya tidak bisa melarang Ana masuk karena dia akan berteriak bahwa dia mengandung anak mas jika aku tidak mengizinkannya masuk" jelas Miko kepada Kevin


"Sudahlah, aku sedang tidak mau tahu tentang apapun" sahut Kevin sedikit ketus


Miko yang mendengar ucapan Kevin kemudian berniat keluar, dia tau bahwa bosnya sedang tidak dalam suasana hati yang baik.


Ketika Miko hendak membalikkan tubuhnya, tiba-tiba Kevin memanggilnya


"Tunggu Mik.." seru Kevin memanggil Miko


"Tolong kamu ke kantor polisi melihat perkembangan kasus perampokan di store cabang" perintah Kevin


Miko langsung menganggukkan kepalanya. Dia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Kevin karena dia tau Kevin sedang ingin sendiri.


Kevin kembali meraih ponselnya


"Hallo.." sapa Kevin kepada seseorang di seberang sana


"Tolong kamu cari tau lebih detail tentang dia. Apapun yang dia lakukan, kamu harus bisa mengikutinya. Suruh juga anak buahmu untuk membantumu. Aku akan membayar berapapun untuk hasil kerjamu" perintah Kevin kepada seseorang disana


"Baik bos" Seru seseorang tersebut


Kevin meletakkan kembali ponselnya. Dia melihat bingkai foto dirinya dengan Risa ketika acara resepsi.


"Dulu aku sangat membencimu, sekarang aku dan kamu saling mencintai. Tetapi kenapa ketika kita saling cinta dan memulai hidup bersama, banyak sekali cobaan yang datang. Aku takut, aku atau dirimu tidak bisa melalui semua ini" gumam Kevin dengan menatap lemas bingkai foto tersebut.

__ADS_1


__ADS_2