Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Boomerang


__ADS_3

"Kevin.. aku merindukanmu" ucap perempuan tersebut dengan mata yang menggoda


"Jeanny.... Hentikan semua omong kosong ini..!! Bentak Kevin kepada Jeanny. Ya perempuan tersebut adalah Jeanny putri pengacara Han


"Seperti inikah sikapmu setelah sekian lama kita tidak bertemu.." ucap Jeanny dengan sinis


"Apa kamu tidak merindukanku.. aku sangat merindukanmu" lanjut Jeanny kembali ingin memeluk tubuh Kevin


"Ciihh... Aku tidak pernah mengenal perempuan jahat dan licik sepertimu" ucap Kevin ketus


"Hahaha.. sekian lama kita tidak bertemu kamu sudah sangat berubah sayang. Apa karena perempuan kampungan itu..??" selidik Jeanny dengan sinisnya


"Jangan kamu menyebut istriku sebagai perempuan kampungan. Lihat dirimu sendiri, kamu lebih kampungan dan rendahan!!!" Sindir Kevin tajam


"Kauu..." Ucap Jeanny dengan geram


"Apa.. kamu sendiri yang ingin berurusan denganku. Sekarang lihatlah diriku yang sebenarnya. Kamu harus menyesal karena sudah mengusikku" ucap Kevin tegas


"Sekarang katakan..!! Apa yang kamu lakukan sehingga Risa pergi dari rumah.." teriak Kevin dengan geram


"Hahaha.. jadi perempuan itu benar-benar meninggalkanmu Vin? Lebih baik lupakan perempuan itu dan menikahlah denganku.." ucap Jeanny dengan menggoda


"Dalam mimpimu..!! Aku tidak akan pernah tergoda dengan perempuan licik sepertimu" tolak Kevin dengan ketus


"Apa kamu tau Vin.. aku mengatakan kepada istrimu kalau aku adalah tunanganmu" ucap Jeanny dengan senyum sinisnya


"Aku yakin.. perasaannya pasti sangat hancur. Karena aku juga mengatakan kalau aku sedang mengandung anak kamu" imbuh Jeanny


"Haha.. Dia tidak akan mudah percaya dengan semua omong kosongmu itu. Usahamu untuk menjebakku dengan Ana juga sudah gagal total. Dan sekarang papamu harus bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya" jelas Kevin


"Dia percaya karena melihat ini.." ucap Jeanny sambil melempar banyak foto


"Dan terbukti sekarang dia pergi meninggalkanmu" lanjut Jeanny


Kevin menatap tajam foto-foto tersebut. Foto antara dirinya dan Jeanny sejak masa sekolah sampai lulus kuliah. Keduanya sangat dekat karena pengacara Han berteman baik dengan papa Andi.

__ADS_1


"Aku tau kamu memiliki perasaan kepadaku.. tapi aku sudah mengatakan kepadamu, aku hanya menganggapmu sebagai adikku" ucap Kevin menatap lemah pada Jeanny


"Aku akan memaafkan atas semua kesalahanmu


Aku akan melupakan masalah perampokan store dan masalah tentang Ana. Jadi tolong.. berhenti melakukan hal-hal yang mengganggu kehidupan rumah tanggaku" pinta Kevin dengan lirih


"Aku tidak akan berhenti sampai semua tujuanku tercapai..


Kamu sudah sangat menyakiti perasaanku karena menolak rencana pertunangan kita berdua. Dan keluargamu juga tidak tau balas budi dengan papaku" teriak Jeanny histeris


"Aku sudah mengatakan kalau aku tidak mencintaimu. Aku hanya menganggap kalian sebagai keluarga. Dan aku juga sangat berterimakasih kepada om Han karena sudah banyak membantu keluarga kami" ucap Kevin mencoba menenangkan Jeanny


"Kamu menolakku lalu lebih memilih perempuan kampungan itu.. Apa kurangnya aku?? Dan apa lebihnya perempuan itu?? Dan juga apa kamu lupa, siapa yang membantu papamu ketika store hampir mengalami keruntuhan.. itu semua karena papaku..!!! Teriak Jeanny yang masih histeris


"Jeanny.. hentikan semua ini. Aku sungguh minta maaf kepada mu dan om Han. Kami juga sangat sangat berterimakasih atas semua bantuan kalian" ucap Kevin dengan suara sedikit meninggi


"Aku ingatkan sekali lagi.. berhenti mengganggu kehidupanku atau kalian akan benar-benar menyesal melakukan semua ini.." imbuh Kevin dengan tegas lalu pergi meninggalkan apartemen Jeanny.


Kevin mencoba menghela nafas panjang ketika sudah dalam mobilnya. Dia mengambil ponselnya lalu menuliskan pesan kepada seseorang.


"Tolong kamu cari tahu kehidupan dia di London selama ini" tulis Kevin


**


Risa yang sudah sampai di rumahnya setelah satu jam lalu merasa heran karena Kevin belum juga menghubunginya


Flashback on


"Aku sedang di apartemen Rendi.." ucap Risa kepada Kevin


Namun sesaat kemudian, panggilan teleponnya terputus. Risa menatap ke arah ponselnya karena Kevin mengatakan akan segera menjemputnya.


Risa menoleh ke belakang, dia sangat terkejut karena sosok Rendi sudah berdiri tegak di hadapannya.


"Kamu mengagetkanku saja.." ucap Risa sambil mengelus dadanya

__ADS_1


"Siapa yang menelepon?" Selidik Rendi sebagai tatapan yang tajam


"Kevin.. " sahut Risa singkat


"Lalu..??" Tanya lagi


"Dia akan segera menjemputku" jawab Risa dengan jujur


"Apa kamu tidak marah dengan Kevin?" Tanya Rendi lagi


Risa terdiam dan tidak menjawab, dia mungkin tidak terlihat marah, namun di hati kecilnya ada perasaan kecewa dan marah.


"Sebaiknya kamu biarkan Kevin menyelesaikan masalahnya dulu. Dia sebagai laki-laki harus bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya" ucap Rendi memberi saran


"Maksud kamu apa Ren? Kamu memintaku meninggalkan Kevin?" Selidik Risa


"Hahaha.. bukan.. bukan seperti itu. Maksudku adalah, kamu pasti perlu waktu sendiri dan juga Kevin memerlukan waktu untuk menyelesaikan masalahnya. Lebih baik kamu menenangkan dirimu demi calon anak kalian dan biarkan Kevin menyelesaikan masalahnya dulu. Setelah semua benar-benar selesai, kalian bisa hidup dengan damai" ucap Rendi menjelaskan


"Aku akan mengatakan kepada Kevin kalau kamu baik-baik saja dan memintanya untuk segera menjemputmu" lanjut Rendi


"Apa kamu tidak merindukanku ayahmu yang di Semarang?" Tanya Rendi dengan tersenyum


"Jelas aku sangat merindukan bapak.." ucap Risa lirih


"Kalau begitu berangkatlah ke Semarang. Biar Daniel temanku yang mengantarmu. Aku akan disini untuk memberi tahu Kevin dan mencoba membantunya" bujuk Kevin


"Apa kamu yakin ini yang terbaik..?" Tanya Risa masih sedikit ragu


"Menurutku ini jalan yang paling baik. Selain itu, jika kamu bersama ayahmu kamu akan ada yang menjaga disana. Disini aku tidak bisa menjagamu karena aku harus bolak-balik ke Bandung.


Aku melakukan ini demi kakak, kakak ipar dan calon keponakanku" ucap Rendi dengan senyum manisnya


Mendengar dan melihat betapa manisnya ucapan Rendi, membuat hati Risa tersentuh. Dia tidak percaya jika dirinya dan calon bayinya mendapat perhatian yang besar dari Rendi.


"Baiklah jika memang itu yang terbaik. Aku percaya padamu Ren" ucap Risa dengan yakin

__ADS_1


Akhirnya dengan ditemani Daniel, Risa berangkat ke Semarang menggunakan pesawat.


Flashback off


__ADS_2