
Setelah dokter Tyas menyelesaikan jahitan Risa, dokter Tyas lalu menghampiri Risa
"Selamat ya bu, bayinya sudah lahir dengan selamat. Bayinya laki-laki dan sangat tampan" ucap dokter Tyas memberi selamat
"Ditunggu sebentar, bayinya sedang dibersihkan" imbuh dokter Tyas
"Iya terimakasih dok" sahut Risa lemah
Risa masih terbaring lemah, namun dia tidak merasakan apa-apa karena masih dalam pengaruh obat bius
"Ini bayinya pak.. silahkan untuk segera mengadzani kemudian dilanjutkan dengan inisiasi menyusui dini oleh ibu Risa" ucap seorang perawat kemudian menyerahkan bayinya kepada Kevin
Kevin menerima anaknya dengan sedikit kaku dalam menggendongnya. Karena ini pengalaman pertama bagi Kevin, kemudian Kevin mengadzani di sebelah telinga kanan dan membacakan Iqamah di sebelah telinga kiri.
Perawat memindahkan Risa dan bayinya ke ruang perawatan. Risa segera menyusui bayinya untuk pertama kali. Dia menatap haru pada bayinya, dia tidak percaya bahwa dirinya sekarang telah menjadi ibu.
"Sayang.. anak mama, ***** yang banyak ya" ucap Risa lalu mengecup kening putranya
"Dia tampan sepertimu yank" imbuh Risa lalu menatap ke arah Kevin
"Tentu saja karena aku papanya" sahut Kevin berbangga diri
"Kamu sudah menyiapkan namanya?" tanya Risa
"Sudah dong.." sahut Kevin tanpa mengalihkan pandangannya kepada putranya
"Siapa namanya?" tanya Risa penasaran
"Kenan Abrisam Wijaya.." sahut Kevin
"Kamu suka dengan nama itu?" imbuh Kevin bertanya kepada Risa
"Iya, itu nama yang bagus" sahut Risa tersenyum lalu kembali menatap putranya
Setelah baby Kenan kenyang mneyusu, Kevin meletakkan baby Kenan di box bayi yang ada di samping ranjang Risa.
__ADS_1
"Terimakasih sudah berjuang selama ini yank" ucap Kevin membelai pipi dan rambut Risa
"Aku juga sangat berterimakasih sama kamu mas, selama ini kamu selalu ada untuk menemani dan menyayangiku" sahut Risa kemudian bersandar di dada Kevin
"Kita akan membesarkan baby Kenan bersama" ucap Kevin kemudian mengecup kening Risa
**
"Ponselnya kemana sih? kenapa di telpon dari tadi nggak diangkat" gerutu Rendi yang sedang berdiri di depan rumah Kevin
samar-samar Rendi melihat bi Nuri turun dari taksi kemudian menghampirinya
"Den Rendi cari den Kevin? Non Risa hari ini melahirkan dan den Kevin sedang menunggui non Risa di rumah sakit" jelas bi Nuri
"Apa? Risa melahirkan bi?" seru Rendi terkejut
"Iya den. Non Risa melahirkan secara operasi Caesar" sahut bi Nuri
"Oke terimakasih bi, saya kesana sekarang" pamit Rendi kemudian melajukan mobilnya ke rumah sakit
"Jangan mesra-mesraan disini. Ada anak kecil.." sindir Rendi lalu menghampiri box bayi di samping ranjang Risa
"Hey boy.. Welcome to the world.." ucap Rendi lalu mencolek pipi gembul baby Kenan
"I'm your Uncle.. " imbuh Rendi
"Kamu sangat tampan seperti uncle, pantas saja waktu itu mamamu senang jika main ke apartemen uncle" lanjut Rendi lalu menggendong baby Kenan
"Jangan berbicara yang tidak-tidak dengan anakku.." ucap Kevin memperingatkan
"Papamu selalu galak kepada uncle, kalau nanti kamu besar, jangan seperti papamu ya.. haha" celetuk Rendi lalu tertawa
Kevin yang mendengar ucapan Rendi hanya mendengus kesal
"Siapa namanya?" tanya Rendi
__ADS_1
"Kenan.." sahut Kevin singkat
"Kenapa kamu seperti Jeanny yang memberi nama anak seperti inisial namamu" tanya Rendi
"Jika aku menggunakan inisial nama Risa, namanya nanti akan menjadi Rendi.. aku tidak suka nama itu" sahut Kevin ketus
"Hahaha.. sebegitu bencinya kamu kepadaku" suara tawa Rendi
"Sudah, kalian ini masih saja seperti anak kecil" ucap Risa menengahi
"Suamimu itu yang seperti anak kecil" sahut Rendi
"Hei.. jaga bicaramu" seru Kevin
"Sayang.. sudah" ucap Risa lalu mengisyaratkan dengan matanya
"Oh ya, pernikahan Jeanny dan Andre akan dilangsungkan bulan depan" ucap Rendi memberi tahu kemudian menyerahkan baby Kenan kepada Risa
"Lalu, pernikahan uncle Rendi kapan?" sahut Risa menggoda dengan menirukan suara anak kecil
"Kamu tenang saja boy.. uncle akan segera mencarikan aunty yang cantik untukmu" sahut Rendi tenang
"Dina anaknya cantik dan juga baik.." ucap Kevin tiba-tiba membuat Rendi menjadi salah tingkah
"Dina? sekretaris kamu yank?" selidik Risa
"Iya.. sudah lama dia keluar masuk store pusat hanya untuk bisa melihat Dina" sahut Kevin dengan senyum bangga karena bisa menggoda adiknya
"Kamu jangan bicara sembarangan" elak Rendi
"Kalau kamu tidak bergerak cepat, Dina akan jatuh kepada Miko. Apa kamu tidak lihat setiap hari mereka bersama" goda Kevin lagi
Rendi yang mendengar Kevin hanya diam tanpa menjawab. Hatinya merasa sedikit panas mendengar nama sekretaris Miko.
"kenapa ekspresimu seperti itu? Aku hanya bercanda, Miko itu seperti adik bagi Dina. Kamu tenang saja.. hahaha" gelegar suara tawa Kevin yang berhasil menggoda Rendi hingga wajahnya berubah seperti kepiting rebus.
__ADS_1