
"Aku memutuskan, kita akan ambil pak Cristian sebagai pengacara kita. Segera hubungi beliau agar kita bisa segera menyelesaikan masalah ini" pinta Kevin kepada Miko
"Apa mas yakin tidak menghubungi pengacara Handoko?" tanya Miko kepada Kevin
"Tidak. Aku tidak mau om Han mengetahui masalah ini dan aku juga tidak mau merepotkannya. Dia sudah banyak membantu keluarga kami. Biar aku urus sendiri masalahku tanpa campur tangannya" ucap Kevin dengan yakin
"Baik, kalau begitu secepatnya aku akan segera menghubungi pengacara Cristian" sahut Miko menyetujui
**
Setelah beberapa urusannya dengan Miko terkendali, Kevin memutuskan pulang lebih awal karena merasa sangat merindukan Risa.
"Baunya enak sekali sayang.. aku jadi tambah laper nih" ucap Kevin tiba-tiba dan kemudian langsung memeluk Risa dari belakang ketika Risa sedang memasak. Kevin sengaja pulang lebih awal karena merasa sangat rindu dengan Risa dan juga beberapa hari ini tidak ada waktu untuk Risa. Untuk itulah Kevin memutuskan pulang lebih awal agar bisa memiliki banyak waktu dengan Risa
"Pulang lebih awal yank?" tanya Risa sambil mengelus tangan Kevin yang sedang melingkar di pinggangnya.
Beberapa menit kemudian
"Taraaa.. kepiting asam manis rumahan ala chef Risa sudah siap.. selamat menikmati sayang" ucap Risa dengan girangnya sambil meletakkan dua porsi piring berisi kepiting asam manis ke meja makan. Kevin yang sudah duduk menunggu melihat saja sudah sangat ngiler dan sudah tidak sabar ingin segera menikmati masakan Risa. Risa mengambilkan piring yang diisikan dengan nasi dan memberikannya kepada Kevin.
"Makan cah kangkungnya juga sayang" ucap Risa ketika melihat Kevin sedang mengambil kepitingnya
"Iya sayang. Tenang aja, bakal aku habiskan semua masakan kamu" sahut Kevin dengan semangat
Mereka melahap makanan dengan semangat. Kevin yang sangat menyukai kepiting asam manis sampai-sampai menambah porsi lagi. Setelah merasa kenyang Kevin dan Risa kembali ke kamar.
__ADS_1
"Sini deh sayang.." ajak Kevin kepada Risa untuk ikut berbaring bersamanya
Risa hanya mengikuti saja permintaan Kevin. Dia ikut merebahkan tubuhnya dengan berbantal lengan Kevin.
"Makasih ya makanannya. Enak sekali, aku sangat suka" ucap Kevin sambil membelai rambut Risa lalu mengecup kening Risa
Risa tersenyum mengangguk mendengar ucapan Kevin.
"Sayang.." panggil Risa pelan
"Ya.." sahut Kevin
"Aku akan bertanya sesuatu, tapi kamu harus berjanji tidak akan marah kepadaku" pinta Risa serius
"Seandainya kamu adalah ayah kandung dari bayi yang dikandung mbak Ana, lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Risa dengan menatap dalam mata Risa
"Aku sudah mengatakannya kalau aku dijebak. Kamu harus mempercayaiku" jelas Kevin
"Tapi bagaimana jika seandainya kamu salah yank. Kamu lupa dengan semua perbuatanmu kepada mbak Ana waktu itu. Aku takut akan hal itu" ucap Risa lalu menutup matanya
"Apa kamu tidak mempercayaiku?" tanya Kevin menarik dagu Risa dan menatap lekat-lekat mata Risa
Risa menatap sendu wajah Kevin
"Aku mempercayaimu" ucap Risa
__ADS_1
"Dan aku akan belajar berbagi dengan mbak Ana" lanjut Risa dengan suara lirih
"Apa yang kamu katakan? Apa kamu benar-benar tidak percaya denganku? Apa kamu tidak mencintaiku? Apa kamu tidak ingin hanya hidup denganku?" tanya Kevin bertubi-tubi dengan suara sedikit meninggi
Risa tidak menjawab, matanya berkaca-kaca dan matanya meneteskan air mata. Kevin yang melihatnya merasa bersalah.
"Maafkan aku. Aku sudah bicara kasar, janganlah menangis" ucap Kevin menarik tubuh Risa di pelukannya
Keduanya saling berpelukan sangat erat
"Jangan pernah berkata seperti itu. Kamu sudah berjanji untuk selalu bersamaku" pinta Kevin di tengah pelukannya
Risa masih terdiam
"Jawablah sayang.." rengek Kevin memegang wajah Risa dengan kedua tangannya
Kemudian Risa tersenyum dan mengangguk pelan.
"Aku sangat mencintaimu, dan aku juga ingin hidup bahagia sampai tua hanya bersamamu sayang" sahut Risa sambil meneteskan air mata
Kevin merasa sedikit lega melihat jawaban Risa. Keduanya masih saling memeluk, hingga perlahan Kevin mulai memejamkan matanya.
Risa mendongak melihat ke wajah Kevin. Tampan, begitu tampan wajah Kevin.
"Aku sudah berusaha untuk mempercayaimu. Tapi sungguh rasanya sulit sekali. Aku takut, sangat takut dengan kenyataan jika kamu adalah ayah dari anak perempuan lain. Selama ini aku mencoba menyembunyikan rasa takut dan sakit hatiku. Tapi aku tidak tahu sampai kapan aku harus menahan semua ini. Tolonglah berkata jujur jika memang itu sangat menyakitkan. Aku mencintaimu mas.. sangat mencintaimu" gumam Risa menatap wajah Kevin dengan air mata yang terus mengalir.
__ADS_1