Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Program


__ADS_3

“Selamat pagi sayang..” sapa Kevin dengan senyum lebarnya


Risa yang baru saja bangun mencoba membuka matanya lebar-lebar dan mengumpulkan tenaganya untuk membalas sapaan Kevin


“Pagi juga sayangku” ucap Risa


“Kok tumben sudah bangun yank” tanya Risa membelai pipi Kevin


“Aku ingin segera ke store, kamu ikut aku ke store ya yank” ajak Kevin


“Kita ke rumah sakit dulu ya, hari ini jadwal aku USG” pinta Risa


“Oke sayang” sahut Kevin lalu mencium kening Risa


Risa turun dari ranjangnya dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Sedangkan Kevin menuju taman yang berada di samping rumah untuk melakukan olahraga ringan.


Sekitar lima belas menit, Risa selesai masak dan segera mandi dan membersihkan diri. Kevin menyadari bahwa Risa sudah menuju kamarnya, dan Kevin berniat menyusul istrinya tersebut.


"Sayang mandi bareng yuk.." ajak Kevin sambil tersenyum menggoda, tidak lupa tangannya aktif menjelajah di pinggang Risa


"Mandi saja kan?" selidik Risa


"Iya, tenang saja" sahut Kevin cengengesan


Kemudian Kevin dan Risa masuk ke dalam kamar mandi. Mereka melepas semua pakaian yang dikenakannya tanpa menyisakan sehelai benangpun.


Kevin mulai menghidupkan shower dan air membasahi tubuh mereka. Tubuh mereka saling berhadapan, sebenarnya Risa merasa sedikit malu bertelanjang di depan Kevin, meskipun ini bukan pertama kali untuk mereka.


"Aku gosok punggung kamu ya yank" ucap Kevin

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Risa, Kevin memulai aksinya. Dia menggosok punggung Risa dengan busa sabun yang memiliki aroma segar.


Lima belas menit mereka mandi bersama, kemudian keduanya keluar dengan hanya dibalut handuk. Setelah selesai berganti pakaian dan sarapan, keduanya pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi rahim Risa pasca keguguran.


"Hallo, aku mau ke rumah sakit sekarang" ucap Kevin pada seseorang ketika masih di mobil melalui sambungan telponnya


"Aku sedang ke luar kota, kamu akan dialihkan dengan dokter kandungan yang lain" sahut seseorang tersebut yang tidak lain adalah Andreas


"Baiklah" sahut Kevin singkat


"Kenapa sayang?" tanya Risa


"Andreas sedang ke luar kota, jadi nanti kita bertemu dokter lain" jelas Kevin


"Hmm, tidak masalah buatku" sahut Risa


Kevin melajukan mobilnya ke rumah sakit yang dekat dengan rumahnya. Dia enggan ke rumah sakit tempat Andreas bekerja karena akan memakan waktu cukup lama.


Setelah sekitar sepuluh menit, Kevin dan Risa sampai di sebuah rumah sakit. Risa segera masuk ke dalam mengambil nomor pendaftaran ke bagian kandungan dan ginekologi.


Antrian kebetulan tidak terlalu banyak, Risa dan Kevin hanya menunggu sekitar sepuluh menit dan kemudian namanya di panggil.


"Risa Amelia" panggil seorang perawat


Risa dan Kevin berjalan menuju ruangan yang ditunjukkan oleh perawat.


"Selamat pagi pak, bu.. apa keluhannya" tanya dokter


"Emm, begini dok.. sekitar dua minggu yang lalu saya mengalami keguguran, dan sekarang saya ingin mengecek kondisi rahim saya" jelas Risa

__ADS_1


"Oh baiklah, silahkan ibu berbaring di tempat tidur" pinta dokter


kemudian dokter yang dibantu oleh perawatnya mulai memeriksa kondisi rahim Risa.


"Bisa dilihat di layar pak, bu.. kondisi rahimnya sudah bersih dan normal. Ketebalan dinding rahimnya juga sudah kembali normal" jelas dokter


"Kalau begitu apakah bisa langsung hamil lagi dok?" tanya Kevin yang sedari tadi diam


Risa terkejut dengan pertanyaan Kevin, dia tau arah dan maksud pertanyaan suaminya itu. Rona malu terlihat di wajah Risa, sedangkan dokter hanya tersenyum melihat sepasang suami istri tersebut.


"Bisa pak, tetapi harus menunggu masa subur istri bapak, jika bapak sudah sangat ingin memiliki seorang anak maka bisa dibantu dengan program hamil dari dokter" jelas dokter


"maksudnya dok?" tanya Kevin tidak mengerti


"Jadi begini pak, ada beberapa pasangan yang sangat ingin sekali segera mendapat momongan, nah karena itu dokter akan membantu dengan sebuah program dimana kondisi kesuburan kedua pasangan akan dipantau. Sebelumnya dokter akan memeriksa kesuburan keduanya lalu akan menentukan waktu hubungan badan yang tepat dan memberikan beberapa vitamin untuk keduanya" jelas dokter


"Baik dok, kita akan melakukan program itu" ucap Kevin cepat tanpa bertanya pada Risa


Risa hanya diam dan menggumam dalam hatinya, dia tidak habis pikir dengan keputusan suaminya.


"Baiklah, setelah ibu mengalami menstruasi silahkan datang lagi kesini ya bu" ucap dokter


Setelah semua pemeriksaan selesai dan Risa diberikan beberapa vitamin, mereka keluar rumah sakit dan menuju store.


"Mas kok tanya gitu sih sama dokter, aku kan jadi malu mas" gerutu Risa di dalam mobil


"Malu sama siapa, kita ini suami istri" jawab Kevin sekenanya


Risa diam tidak meladeni lagi ucapan Kevin, dia menatap jalanan dan sedikit memanyunkan bibirnya. Kevin dengan samar melihat ekspresi Risa lalu tersenyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2