Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Pertemuan Bersama


__ADS_3

Setelah makan siang, Risa segera membereskan kotak makan yang dibawanya. Kevin dan Miko masih berdiskusi tentang store di sofa tempat mereka makan tadi. Risa tidak ingin mengganggu pekerjaan keduanya dan memilih duduk di kursi kerja milik Kevin. Karena bosan, Risa mencari-cari suatu buku bacaan sebagai teman menghabiskan waktunya. Mata Risa menatap sebuah amplop putih yang terselip diantara buku. Perlahan Risa mulai membukanya.


Mata Risa membulat dengan sempurna, dia melihat isi amplop tersebut yang isinya adalah hasil tes DNA Kevin dengan bayi di kandungan Ana. Matanya berkaca-kaca, tapi dengan sekuat tenaga Risa mencoba membendung air matanya agar tidak jatuh dan menetes.


Kevin menoleh ke arah Risa, dia melihat Risa sedang melamun.


"Sayang.." panggil Kevin


"Sayang.." panggil Kevin lagi, karena Risa masih diam melamun


"Iya sayang.. ada apa?" sahut Risa terkejut lalu menoleh ke arah Kevin


"Kenapa melamun..?" tanya Kevin yang masih duduk di sofa bersama Miko


"Oh tidak apa-apa sayang. Lanjutkan saja pekerjaannya yank" sahut Risa sekenanya


Kevin kembali melanjutkan pekerjaannya bersama Miko. Beberapa menit kemudian Kevin tiba-tiba berdiri, hal tersebut mengejutkan Miko. Kevin berlari menghampiri Risa yang duduk lemas di kursi kerjanya. Kevin memeluk erat tubuh Risa


"Maafkan aku. Aku tidak berani memberitahukan hal ini sekarang. Aku menunggu waktu yang tepat untuk berkata jujur. Tapi sungguh, demi Tuhan aku tidak pernah melakukan itu, dan aku yakin semua itu adalah suatu kebohongan" ucap Kevin dalam pelukannya

__ADS_1


Risa tidak bisa lagi membendung air matanya. Dia menangis terisak di pelukan Kevin.


Miko melihat pemandangan di depannya dengan perasaan canggung, dia ingin meninggalkan mereka berdua, namun ketika Miko hendak berdiri, sosok laki-laki tinggi besar dan memiliki tubuh kekar serta perawakan yang sangar muncul dari balik pintu ruangan Kevin.


Kevin dan Risa yang tadinya saling memeluk dan menangis saling melepaskan ketika melihat sosok tersebut, Risa sedikit terkejut dengan tamu yang datang ke ruangan suaminya, dia segera mengusap air matanya. Tapi tidak dengan Kevin karena yang datang adalah Jafar, kaki tangan kepercayaannya.


Risa segera merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan membenarkan posisinya. Sedangkan Kevin berjalan menghampiri Jafar


"Duduklah dulu" pinta Kevin pada Jafar


"Baik bos" sahut Jafar singkat


"Kemarilah sayang, aku juga ingin kamu tau tentang semua ini" pinta Kevin yang menoleh pada Risa


"Baiklah, mungkin kalian semua bertanya-tanya tentang situasi saat ini. Aku akan menjelaskan semuanya" ucap Kevin sambil memegang tangan Risa


"Sayang, kamu harus tau kalau Ana mencoba menghancurkan keluarga kita. Dengan bantuan Jafar aku tau kalau Ana sering berhubungan dengan pria lain, dan mencoba menjebakku dengan memanfaatkan bayi yang ada di kandungannya" ucap Kevin sambil bergantian menatap Jafar dan Risa.


"Dan sekarang, dia datang dengan membawa hasil tes DNA yang mengatakan kalau aku adalah ayah kandung dari bayi yang dikandungnya. Tapi aku yakin semua itu tidak benar dan hanya rekayasa" lanjut Kevin

__ADS_1


Semua orang terdiam mendengar ucapan Kevin, mencoba mencerna ucapan Kevin. Miko merasa sangat kasihan dengan Kevin, masalah rumah tangga bosnya begitu besarnya ditambah lagi dengan masalah store.


"Aku sudah tidak mau ambil resiko lagi, aku akan melaporkan ini ke kepolisian dengan membawa bukti-bukti yang sudah dikumpulkan oleh Jafar" imbuh Kevin


"Jadi, aku mohon kepadamu. Untuk saat ini kamu harus percaya denganku, tetaplah di sampingku" ucap Kevin lirih sambil menatap mata Risa


"Dan sebenarnya, kamu bukan secara kebetulan jatuh. Ada seseorang yang sengaja membuat kamu celaka, dan membuat calon anak kita pergi untuk selamanya" ucap Kevin memegang erat tangan Risa


Risa yang memahami ucapan Kevin kembali meneteskan air matanya. Kevin menarik tubuh Risa dan mendekap dalam pelukannya.


"Siapa yang tega sekali berbuat jahat kepada kita?" ucap Risa di tengah tangisnya


"Entahlah, karena itu aku meminta bantuan Miko dan Jafar untuk mengurus masalah ini" sahut Kevin


"Semua masalah yang muncul di store ataupun di keluarga kita seperti bukan kebetulan saja, tetapi seperti ada seseorang yang sudah mengaturnya" lanjut Kevin memegang wajah Risa dengan kedua tangannya.


"Karena itu, aku mohon sekali kepadamu. Tetaplah jadi Risa yang selama ini aku kenal. Tetaplah di sampingku, menjadi penyemangatku dan menjadi satu-satunya istriku juga ibu dari anak-anakku nanti" pinta Kevin kepada Risa. Sebenarnya ingin sekali Kevin langsung menciumi seluruh wajah Risa, tetapi melihat situasi tersebut ada Miko dan Jafar mengurungkan niat Kevin.


Miko dan Jafar memandangi pasangan suami istri tersebut dengan perasaan sedikit iba, karena banyaknya cobaan yang menerpa rumah tangga mereka yang masih seumur jagung.

__ADS_1


Risa mengangguk pelan menyetujui permintaan Kevin. Setelah itu Kevin mengantarkan Risa pulang karena tidak ingin membuat Risa menunggu lama dan kelelahan.


Kevin kembali lagi ke store dimana sudah ada Miko dan Jafar yang menunggu. Mereka akan melakukan sebuah rencana untuk mengungkap permasalahan yang dihadapi Kevin.


__ADS_2