Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Surat Wasiat


__ADS_3

Seminggu setelah pemakaman papa Andi, pengacara Handoko datang dengan membawa surat wasiat.


"Kevin.. Rendi, hari ini saya Handoko akan membacakan surat wasiat yang dibuat oleh Andi Wijaya ketika beliau masih hidup dan sehat" ucap pengacara Han sambil membuka sebuah berkas.


Kevin dan Rendi duduk di sofa ruang tamu dan mendengarkannya


"Yang pertama, Rendi menyelesaikan kuliahnya kemudian mengelola store di cabang kota Bandung dan Jakarta Utara dengan dibantu oleh manager store pusat dan kakaknya


"Yang kedua, Kevin akan mengelola store pusat dan store cabang yang ada di Jakarta Selatan.


"Yang ketiga, aset lain seperti rumah, mobil dan lain-lain akan didonasikan ke panti asuhan yang sudah dipilih"


"Yang keempat, untuk Kevin, anak tertua dan bisa diandalkan. Kevin HARUS menikahi Risa Amelia, keponakan sekaligus puteri dari bapak Harun Susanto yang sekarang tinggal di Semarang.


"Demikian surat wasiat ini dibuat dengan keadaan sehat, tidak terpaksa dan dipaksa. dibuat dengan pertimbangan yang matang dan rasional, untuk sekiranya dilaksanakan sesuai permintaan. Bagi yang tidak melaksanakan permintaan ini, saya akan merasa sangat sedih dan kecewa. kemudian untuk hak waris yang lain akan dibatalkan. TTD Andi Wijaya"


"Baik, itulah yg bisa saya sampaikan hari ini, apabila masih ada yg perlu ditanyakan bisa menghubungi saya" ucap pengacara Han lalu menutup berkasnya


kemudian pengacara Han meninggalkan kediaman Andi Wijaya.


Sedari tadi Kevin menahan emosinya. Begitu pengacara Han pergi dengan geram Kevin melemparkan vas bunga hingga pecah.

__ADS_1


"Ah sial, papa benar-benar dengan ucapannya" gerutu Kevin dengan emosi


"Oke, aku akan menikah dengan perempuan itu. Tetapi lihatlah, aku yang akan membuat perempuan itu lebih dulu meminta cerai dariku" ucap Kevin dalam hati


Begitulah niat Kevin kepada Risa


Kevin lalu ke kamar sambil membanting pintu kamarnya. Rendi yang melihatnya hanya diam tak acuh.


Setelah pembacaan surat wasiat, Rendi melanjutkan kuliahnya di Bandung. Dia tinggal disana karena sudah memiliki apartemen. Sedangkan Kevin pun kembali ke rumah yang telah dibelinya di daerah Jakarta pusat, karena memang rumah papa Andi akan segera dijual untuk didonasikan.


Seminggu setelah pembacaan surat wasiat papa Andi, Kevin dengan ditemani pengacara Han pergi ke Semarang untuk melaksanakan permintaan papa.


dalam perjalanan Kevin selalu memikirkan hal jahat supaya bisa cepat bercerai dengan istrinya nanti


"Apakah om Han memiliki foto gadis yang akan dinikahkan denganku itu?" tanya Kevin pada pengacara Han


"Tidak ada. Pak Andi hanya memberikan informasi yang sudah saya bacakan dan alamatnya saja"


"Dasar papa. sama sekali tidak berpikir panjang, bagaimana jika perempuan itu cacat dan tidak sempurna. ahh, aku hampir gila hanya dengan memikirkannya saja." ucap Kevin dalam hati


Kevin hanya bisa mengumpat dalam hati karena ada pengacara Han di sampingnya.

__ADS_1


Perjalanan dari Jakarta memakan waktu dua jam untuk sampai di alamat Risa.


Semarang


kota yang masih lebih segar daripada Jakarta. Meskipun begitu tidak juga bisa menyegarkan dan mendamaikan hati Kevin.


Mobil mereka berhenti di sebuah rumah sederhana berpagar besi rendah dan dindingnya yang dicat warna putih. Lingkungan sekeliling masih sangat asri dan segar.


"Permisi..." sapa pengacara Han kepada penghuni rumah tersebut


Kevin hanya menyaksikan dengan malas


Pintu dibuka dan muncullah seseorang


"Iya, mencari siapa ya? "


sesosok gadis muncul dibalik pintu dengan perawakan yang sederhana. Tingginya sekitar 160cm, berkulit putih dan berat badan diperkirakan 47kg.


Dialah Risa Amelia calon istri Kevin Wijaya


Kevin yang mendengarnya hanya menoleh dan berpikir ketus tentang Risa

__ADS_1


"Oh ini pilihan papa, kampungan sekali. Bisa-bisanya seorang gadis berpenampilan seperti itu." gumam Kevin dalam hati.


Kemudian Risa mempersilahkan tamunya masuk ke dalam dan memanggil bapaknya, yaitu pak Harun. Kevin dengan sinisnya memandang sekeliling rumah tersebut dengan senyum yang sulit diartikan.


__ADS_2