Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Kebohongan


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Risa sudah membaringkan tubuhnya dan terlelap. Kevin naik ke ranjang dan memeluk Risa dari belakang. Dicium istrinya itu sampai terbangun dan menggeliat.


"Emmmmhhhh, ayo istirahat.. kamu pasti capek" ucap Risa sambil mengelus pipi Kevin


"Aku mencintaimu.." ucap Kevin pada Risa lalu mencium keningnya


"Aku tau itu.. " Risa tersenyum


"Aku juga mencintaimu.." imbuh Risa lalu mengeratkan pelukannya di tubuh Kevin


Kevin melepaskan pelukan Risa, ditatapnya mata indah milik Risa. Tangannya memegang dagu Risa lalu menariknya. Sebuah kecupan mendarat di bibir Risa. Risa hanya tersenyum, kemudian Kevin melancarkan aksinya dan bertindak lebih jauh. Akhirnya mereka berdua melewati malam yang dingin ini dengan penuh kenikmatan.


Pagi hari


"Sekretaris Ana hari ini mulai resign.. kamu mau ikut ke store?" tanya Kevin pada Risa yang sedang memasak


"Kenapa mbak Ana mendadak resign yank..?" tanya Risa sambil menyodorkan kopi pada Kevin


Kevin menyeruput kopi nya perlahan


"Katanya ada masalah pribadi.." jawab Kevin datar


"Tapi nggak papa, aku udah ada beberapa kandidat pengganti.." lanjut Kevin


"Maaf sayang.. aku terpaksa berbohong" gumam Kevin dalam hati


Kevin terpaksa berbohong dan tidak memberitahukan kebenarannya pada Risa, karena dia merasa ada sesuatu yang tidak beres dan akan menyelesaikannya dulu. Kevin juga tidak ingin masa-masa pengantin barunya terganggu dan menyakiti hati Risa.


"Oke, nanti aku ikut biar bisa bantu-bantu. Lagian bosen juga di rumah" ucap Kevin sambil menyajikan menu sarapan


"Ayo kita sarapan dulu.." ajak Risa lalu menarik kursinya


Di Store


Risa membantu beberapa pekerjaan Kevin yang dia pahami. Kevin merasa bahagia melihat Risa yang selalu ada untuknya.


Drrrreeeeetttt... Drrrreeeeetttt..


Handphone Kevin bergetar, ada sebuah panggilan masuk. Kevin sengaja memode getar pada handphone nya. Diliriknya nama sekretaris Ana disana. Kevin mengernyitkan dahinya kemudian mematikan panggilan tersebut.


"Sayang aku ke toilet bentar yaa.." ucap Kevin pada Risa yang sedang sibuk di depan laptop


"Heeeeemmmm yank.." jawab Risa

__ADS_1


Di dalam toilet, Kevin membuka ponselnya dan mengirim pesan untuk seseorang.


"Mulai sekarang.. kalau ada apa-apa jangan langsung telpon" tulis Kevin dalam pesan tersebut.


Kevin kemudian keluar dari toilet dah melihat Risa masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Yank.. nanti makan di luar ya, aku kepingin kepiting pedas" ajak Kevin


"Siap sayang.." sahut Risa sambil mengedipkan sebelah matanya


Di Apartemen Rendi


"Kemarin mereka habis bertemu.. dan sekarang mbak Ana resign dari store. Ada apa sebenarnya" gumam Rendi sambil mengetuk-ngetuk kursi kerjanya


Rendi tanpa sengaja melihat pertemuan Kevin dan Ana kemarin siang. Rendi melihat Kevin tidak bersikap biasanya dan terlihat wajahnya sangat tegang dan geram.


"Hallo mbak.. aku kangen nih" ucap Rendi manja pada seseorang di seberang sana


"......." jawab seseorang di sana


"Hahaha.. tau sendiri kan aku dah di depak sama Kevin. Gak berani aku ke store lagi. Lagian sekarang dah punya tugas dan kewajiban sendiri" sahut Rendi dengan tertawa


".... .... " suara seseorang disana


"Haaaa... kenapa bisa? Apa mbak ada masalah sama Kevin? tanya Rendi beruntun


"Oke mbak.. tapi kapan-kapan aku boleh dong nemuin mbak. Hehe" canda Rendi


"......" suara disana


"Oke mbak Ana.." sahut Rendi


Rendi kemudian mematikan ponselnya dan berpikir sejenak


"Sepertinya tidak ada apa-apa, tapi kenapa instingku berkata lain" gumam Rendi mengerutkan dahinya


Di rumah Kevin


"Sayang.. email untuk pak Rizal udah dikirim belum?" teriak Kevin pada Risa yang sedang di kamar mandi


"Udah.. coba cek lagi, barangkali masuk spam" sahut Risa


Kevin mengambil ponselnya dan mengecek email yang terkirim. Tiba-tiba handphone nya bergetar, ada sebuah pesan singkat yang masuk

__ADS_1


"Kita harus segera menikah, aku takut perutku mulai membesar" tulis seseorang disana


Kevin membaca pesan dari Ana, kemudian segera menghapus pesan tersebut dan mematikan ponselnya.


"Baru seminggu yang lalu bertemu. Kenapa dia gak sabaran sih" gumam Kevin dalam hati


"Gimana.. udah di cek yank?" tanya Risa yang membuat fokus Kevin buyar


"Heem udah terkirim yank" sahut Risa


"Oh ya.. mulai besok ada sekretaris baru, namanya Miko" imbuh Kevin


"Laki-laki..??" tanya Risa


"Iya.." jawab Kevin


"Kok tumben.." Risa penasaran


"Biar kamu gak cemburu dong sayang.." sahut Kevin sambil mencubit pinggang Risa


Kevin kemudian menarik pinggang Risa. Kini wajah mereka berdua sangat dekat. Kevin mengecup lembut bibir Risa, kemudian Risa membuka bibirnya dan Kevin memasukkan lidahnya ke mulut Risa. Mereka berdua berciuman dan saling memeluk..


"Aku mencintaimu.. maafkan semua kesalahanku yang dulu dan sekarang" gumam Kevin dalam hati lalu mengeratkan pelukannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai-hai para readers tercinta ❤️


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘


__ADS_2