Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Mencemaskanmu


__ADS_3

Pagi itu Kevin bangun kesiangan. kepalanya terasa sangat penuh dan berat. Kevin menatap langit-langit kamarnya lalu menoleh ke samping, tidak ada sosok Risa yang sangat dirindukannya. Dilihatnya ponselnya namun tetap tidak ada balasan dari Risa. Dengan langkah gontai Kevin berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri.


Setelah lima belas menit, Kevin berganti pakaian dan bersiap-siap.


"Hari ini saya tidak ke store. Tolong kamu handel dulu untuk segala keperluannya. Saya sedang ada urusan" Tulis Kevin kepada Miko


Setelah menulis pesan kepada Miko, Kevin jug menghubungi seseorang.


"Hallo.. Tolong cepat kamu carikan dia sekarang tinggal dimana.." perintah Kevin kepada seseorang


".... ...." sahut seseorang dibalik panggilannya


Kevin lalu meletakkan ponselnya di saku celana dan mengambil kunci mobil miliknya yang tergeletak di atas meja.


Pagi menjelang siang, jalanan Jakarta sudah mulai tidak terlalu padat, karena jam berangkat ke kantor dan sekolah sudah lewat sehingga perjalanan Kevin cukup lancar.


Kevin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


*


"Hooaamm... Nyenyak sekali tidurku tadi malam" ucap Risa lalu meregangkan otot-otot pada tubuhnya


"Ya Tuhan.. aku lupa mengabari mas Kevin.. " ucap Risa lagi dengan wajah yang panik


Dengan langkah cepat Risa mencari ponselnya dan segera menghidupkannya. Dengan tidak sabar Risa langsung mengotak-atik ponselnya. Ternyata baterainya habis. Dengan cepat Risa mengambil charger dalam tasnya dan sesaat kemudian ponselnya dapat dihidupkan kembali.


Banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab dari Kevin. Tanpa menunggu aba-aba Risa langsung menekan tombol panggil kepada Kevin.


*


Kevin masih sibuk mencari sosok Risa. Laju kendaraannya yang pelan memudahkan dia mengamati sekeliling. Tiba-tiba ponselnya berdering dan dilihatnya nama Risa disana. Dengan cepat Kevin menginjak pedal rem lalu menepikan mobilnya.


"Hallo sayang.. kamu dimana?" Tanya Kevin cemas


"Hallo mas, aku sedang di apartemen Rendi" sahut Risa

__ADS_1


"Oke.. kamu tunggu disana. Aku akan segera kesana" ucap Kevin lalu mematikan panggilan Risa tanpa menunggu jawaban dari Risa


Kevin kembali mengemudikan mobilnya, menuju apartemen Rendi, kali ini dengan kecepatan tinggi. Dia sangat tidak sabar ingin segera bertemu Risa dan melihat keadaannya.


Setelah hampir satu jam berkendara, Kevin samping di gedung apartemen Rendi. Dengan berlari Kevin masuk ke dalam lift dan segera menuju apartemen Rendi.


Ketika sampai di apartemen Rendi, Kevin langsung mengetuk pintu dengan kasar.


"Doorrr doorr doorr..." Suara pintu yang diketuk Kevin.


Pintu tidak langsung dibuka, dan Kevin mengetuknya sekali lagi.


"Cekleeekkk...." Suara pintu dibuka


Kevin menatap sosok di balik pintu tersebut dengan tatapan tajam.


"Dimana Risa?" Tanya Kevin dengan tidak sabar kepada Rendi yang masih berdiri diambang pintu


"Dia tidak ada disini" jawab Rendi singkat dan tenang


"Coba cari saja sampai ketemu. Dia benar-benar tidak ada disini" ucap Rendi lalu menjauh dari pintu dan memberi jalan untuk Kevin


"Sayang... Risa... Ini aku, kamu dimana?" Teriak Kevin di seluruh ruangan apartemen Rendi


Kevin mencari sosok Risa di setiap sudut ruangan. Namun tidak juga ditemukan


Dengan lemas dia terduduk di sofa sambil kedua tangannya memegangi kepalanya yang menunduk.


"Aku sudah mengatakan dia tidak ada disini" ucap Rendi membuat Kevin mengangkat kepalanya.


"Apa kamu tau dia sekarang dimana?" Tanya Kevin lirih


"Mana mungkin aku tau. Dia itu istrimu bukan istriku" sahut Rendi sedikit ketus


Kevin hanya bisa menarik nafas panjangnya. Dia mencoba kembali menghubungi ponsel Risa, namun ternyata ponselnya dimatikan. Dengan tatapan kosong Kevin menatap langit-langit ruang tengah apartemen Rendi

__ADS_1


"Ada masalah apa sampai-sampai dia meninggalkan rumah?" Tanya Rendi membuyarkan pikiran Kevin


"Bukan apa-apa, terimakasih waktumu. Maaf mengganggu" ucap Kevin lalu pergi meninggalkan apartemen Rendi.


Rendi yang tadinya duduk di samping Kevin, hanya menatap kepergian Kevin dengan senyum sinisnya.


Kemudian Rendi mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Hallo.. apakah semuanya baik-baik saja" tanya Rendi memastikan


"..... .... ...." Sahut seseorang di seberang telepon


"Oke, aku percaya padamu. Terimakasih sudah membantu" ucap Rendi lalu mematikan ponselnya.


Dengan senyum liciknya Rendi membanting tubuhnya di atas ranjang dan menatap jauh langit-langit kamarnya.


"Ayo kita bermain-main sebentar Vin.." gumam Rendi dalam hatinya.


**


Kevin yang sudah kembali mengendarai mobilnya dengan kencang kini hatinya dipenuhi dengan tumpukan emosi yang menggunung. Diambilnya ponsel miliknya lalu menghubungi seseorang.


"Katakan dimana dia sekarang" perintah Kevin dengan tegas


"Jl. Cipto Kusumo No. 33. Apartemen lantai 9 No. 2" sahut seseorang di balik sambungan telpon


Dengan cepat Kevin mengendarai mobilnya menuju alamat yang diberikan. Setelah setengah jam, Kevin sampai di alamat tersebut dan langsung menuju apartemen yang dimaksud.


"Tok tok tok.." ketuk Kevin dengan hati-hati


Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan sosok perempuan cantik berada di balik pintu tersebut. Dengan senyum mengembang yang sangat manis perempuan tersebut mencoba menghampiri dan memeluk tubuh Kevin.


Namun dengan cepat Kevin mengelak dan menghindari pelukan perempuan tersebut.


"Dasar perempuan tidak tau malu.." ucap Kevin kasar dengan emosi yang sudah memuncak.

__ADS_1


__ADS_2