Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Bertemu dengan Om Han


__ADS_3

"Sayang.. besok mau ya ikut aku" ucap Kevin manja sambil memeluk Risa dari belakang


"Kemana?" Tanya Risa penasaran kemudian membalikkan tubuhnya


"Ke penjara, untuk bertemu dengan pengacara Han" jawab Kevin sendu yang lebih memilih kata pengacara daripada om


"Om Han di penjara.. kenapa?" Tanya Risa yang masih tidak tahu akar permasalahannya


"Kamu nanti akan paham semuanya.." sahut Kevin lemah


Risa menatap bingung ke arah Kevin. Permasalah yang menimpa rumah tangganya terlalu rumit dan Kevin lebih memilih tidak menceritakan secara detail mengingat kondisi Risa.


Yang Risa tahu, Kevin ingin dia ikut dengannya karena Kevin membutuhkan sandaran. Pengacara Han sudah sangat dia anggap sebagai keluarganya ternyata lebih memilih mengkhianati Kevin, hal tersebut menjadi pukulan sangat berat untuknya.


Kevin dan Risa berangkat setelah Miko datang menjemput mereka. Selama dalam perjalanan, Kevin terlihat tidak tenang dan tidak nyaman. Risa mencoba memberinya kekuatan dengan memegang tangannya, meskipun dia tidak tahu permasalahan yang sebenarnya.


"Saya akan menunggu disini mas.." ucap Miko


"Baiklah.." sahut Kevin singkat


Kevin berjalan mengikuti petugas sipir menuju sebuah ruangan.


Seseorang yang dikenalnya sedang menatap lemah ke arahnya, dengan mengenakan seragam yang khas untuk mereka yang berbuat kesalahan. Kemudian seulas senyuman yang dia coba paksakan menyambut kedatangan Kevin dan Risa begitu keduanya sudah duduk di hadapannya.


"Kevin.." panggil pengacara Han dengan lembut


"Bagaimana kabarmu?" Tanya om Han dengan mengulas senyum


"Sepertinya tidak pantas om menanyakan hal itu.." lanjut om Han yang masih menatap Kevin


Kevin dan Risa tidak menjawab dan lebih memilih diam


"Risa.. kamu sehat nak?" Tanya pengacara Han beralih kepada Risa

__ADS_1


Risa tidak menjawab dan memilih memberi senyuman yang hangat


"Sebenarnya ada apa ingin bertemu denganku?" Tanya Kevin sedikit kecut


Kevin tidak ingin pengacara Han berbicara kepada Risa, karena dia merasa pengacara Han tidak memiliki hak untuk itu.


Pengacara Han tidak langsung menjawab, kemudian menundukkan kepalanya


"Om ingin meminta maaf secara langsung kepadamu. Banyak sekali kesalahan yang om lakukan kepadamu" ujar pengacara Han dengan suara beratnya


"Maafkan om juga yang tidak bisa mendidik adikmu..


Dia hamil dengan pacarnya ketika kuliah di London, om tidak bisa mendidiknya dengan akhlak yang baik.


Ketika dia sedang mendapat masalah, om malah memarahinya habis-habisan dan tidak memberi semangat untuknya.


Dia menyalahkanmu karena penolakan keluarga kalian. Om tau itu bukan salah keluarga kalian.


Om yang sebagai seorang ayah, menjadi gelap mata. Siapa yang ingin putri yang dicintainya hamil tanpa seorang suami? Akhirnya om melakukan banyak kebodohan hanya demi seorang anak bodoh itu" jelas pengacara Han dengan suara bergetar.


"Om meminta satu hal padamu..


Tolong lepaskan Jeanny, dan bantulah dia dengan mengobati sakitnya. Om tidak bisa melakukan itu selama di penjara" pinta pengacara Han dengan hati-hati


"Jeanny sakit apa om?" Tanya Kevin tiba-tiba mengangkat kepalanya, dia merasa khawatir dengan kondisi Jeanny


"Iya Jeanny sakit, lebih tepatnya sakit kejiwaan. Dia mengalami depresi karena merasa tidak ada yang peduli dan mau hidup bersamanya.


Pacarnya meninggalkannya dan tidak mau bertanggung jawab. Om tidak bisa menuntutnya karena disana adalah negara bebas" jelas pengacara Han


Kevin tersentak mendengar penjelasan pengacara Han. Dia memang merasa aneh dengan sikap Jeanny ketika mereka beradu pendapat, ternyata kejiwaannya sedang terguncang.


"Om hanya ingin mengatakan itu. Sekali lagi maafkan semua kesalahan om dan juga kesalahan Jeanny. Kesalahan Jeanny semuanya adalah karena om. Tolong kamu lepaskan dia" ucap pengacara Han memohon

__ADS_1


yang kemudian berdiri akan meninggalkan Kevin


"Om.. " panggil Kevin lemah


"Maafkan Kevin harus melakukan ini semua" ucap Kevin dengan lirih


"Ini bukan salahmu nak.. cepat atau lambat, kecurangan yang om lakukan pasti akan terungkap juga" sahut pengacara Han lembut sambil mengulas senyum lalu meninggalkan Kevin dan Risa.


**


"Aku masih tidak paham dengan semua yang kalian ucapkan tadi.." ucap Risa yang merasa penasaran ketika mereka sedang berada di dalam mobil


Miko sudah pergi ke store karena ada pekerjaan yang mendadak, sehingga meninggalkan mereka berdua.


"Sebenarnya aku yang memenjarakan om Han dan Jeanny" ucap Kevin jujur


"Apa? kenapa kamu setega itu mas? bukankah mereka juga keluargamu?" tanya Risa beruntun karena terkejut


"dan juga.. hanya karena dia pernah menggangguku sekali, kenapa kamu langsung memenjarakan Jeanny? apakah dengan memaafkannya tidak cukup? aku bahkan baik-baik saja" lanjut Risa yang sudah tidak habis pikir dengan perkataan Kevin


"Dengarkan aku.." pinta Kevin lemah kemudian menggenggam tangan Risa. Risa masih menunjukkan wajah sebalnya dan tidak mau menatap Kevin


"Kamu tau permasalahanku dengan Ana kan.. itu semua ulah om Han dan Jeanny" ucap Kevin


"dan juga masalah store tentang pemutusan kontrak kerja dengan garment pak Gunawan? Itu semua ulah pengacara Han juga.." lanjut Kevin menjelaskan


"setelah itu mengenai perampokan di store cabang, Jeanny adalah dalang di balik semua itu" Kevin masih menjelaskan


"itu semua tidak langsung menjadikan aku manusia yang kejam dan tidak tahu balas budi. Aku masih bisa memaafkan semua itu" imbuh Kevin menatap wajah Risa


"Tapi, ada kesalahan yang memang tidak bisa aku maafkan..


mereka yang membuatmu jatuh sehingga kamu mengalami keguguran.." ucap Kevin lirih dengan mata yang berkaca-kaca

__ADS_1


Risa tersentak mendengar penjelasan Kevin. Akhirnya kini dia tau alasan suaminya bertindak sejauh itu. Semuanya hanya karena dirinya. Risa tidak mampu lagi menahan tangisnya, tangis antara sedih mengingat kejadian menyedihkan tentang dia dan calon anaknya juga tentang cinta kasih sayang dan perhatian Kevin yang membuatnya terharu.


Kevin memeluk erat tubuh Risa yang sedang bergetar karena menangis lalu membelai rambut panjang Risa.


__ADS_2