Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Ancaman


__ADS_3

Di Store


Tok.. tok.. tok..


Miko masuk bersama dengan seseorang. Kevin terbelalak ketika melihat siapa yang bersama Miko.


"Ana.. ngapain dia kesini" gumam Kevin dalam hati


Kevin kemudian memberikan isyarat pada Miko untuk keluar.


"Ngapain kamu kesini..??" tanya Kevin kesal


"Kamu butuh uang??" lanjut Kevin lalu mendekat pada Ana


"Mas.. Kapan kita nikah?? Aku benar-benar takut dengan semua ini.." ucap Ana memelas


"Aku udah bilang.. kasih aku waktu dua bulan" sahut Kevin ketus


"Kamu tega ya.. ini anak kamu mas" ucap Ana sambil menunjuk perutnya yang sedikit menonjol


"Kamu yakin ini anak aku.. ciihh" sahut Kevin ketus lalu memalingkan wajahnya


"Kamu benar-benar udah gila mas. Kalau kamu tidak mau bertanggung jawab akan aku aduin ke Risa. Aku tau dia pasti sangat hancur" ancam Ana


Mata Kevin membulat, tangannya mengepal sangat kuat menahan pukulannya.


"Kalau kamu berani.. akan aku buat hidup kamu hancur berantakan" ucap Kevin mengancam balik


"Hahaha.. hancur??? lakukan saja, setelah malam itu hidupku memang sudah hancur berantakan" sahut Ana


"Tapi kamu juga tau kan polosnya Risa.. mungkin kamu sudah bisa menghancurkanku. Tapi dengan memberitahukan anak ini ke Risa mungkin dia akan mati" imbuh Ana dengan sangat percaya diri


"Kamu benar-benar... " ucap Kevin mengepalkan tangannya menahan amarah


"Maumu apa..??" tanya Kevin kesal


"Kita harus menikah.." sahut Ana


"Oke. akhir bulan ini.. kamu harus patuh dengan keputusanku ini" ucap Kevin sambil menunjuk mata Ana


"Oke.. aku pegang kata-katamu" sahut Ana langsung keluar meninggalkan ruangan tersebut.


Kevin geram melihat kelakuan Ana. Dia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


"Hallo.. bagaimana??" tanya Kevin


".... ...." suara seseorang disana


"Oke.. temui aku malam ini di tempat biasa" ucap Kevin

__ADS_1


Kevin duduk memikirkan sesuatu. Dilihatnya foto pernikahannya dengan Risa yang ada di atas meja. Dia mengambil foto tersebut dan mengusap pelan foto tersebut


"Aku mencintaimu Ris.. maafkan aku" gumam Kevin


Apartemen Rendi


Rendi duduk termangu di sofa sambil memikirkan sesuatu


"Dia pernah cerita tentang seorang laki-laki yang pernah dekat dengannya waktu itu.. tapi siapa namanya??" gumam Rendi penasaran


"Apa mungkin Ana bisa melakukan itu?" lanjut Rendi


Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Rendi, dia sulit menemukan kejelasan karena dia adalah orang baru di lingkungan tersebut.


Rumah Kevin


Handphone Risa berbunyi, ada sebuah panggilan yang masuk


"Hallo sayang.." ucap Risa senang Kevin menelpon


"Lagi ngapain yank.." tanya Kevin


"Gak ngapa-ngapain.. agak bosen yank di rumah terus" curhat Risa


"Aku nanti mau ke Bandung yank.. tau kan store Rendi yang disana, jadi nanti aku pulang telat" jelas Kevin


Emmmm, Oke deh yank. Sayang hati-hati ya" ucap Risa


Risa menutup telponnya dan kembali fokus menonton tv. Dia benar-benar bosan di rumah sendirian. Tiba-tiba handphone nya berbunyi lagi. Dilihatnya nama Rendi disana


"Hallo Risa.." sapa Rendi


"Hallo.. ada apa Ren?" tanya Risa


"Nggak papa kok.. kangen aja. hihihi" canda Rendi


"Serius dong.. " gerutu Risa


"Iya nggak papa beneran, pengen tau kabar kamu aja. Gimana keponakanku?? udah ada belum??" tanya Rendi bersemangat


"Huuhhh.. emang semudah itu apa?? mending nikah sendiri aja sana!!" sahut Risa kesal


"Eh nanti Kevin ke store kamu yang di Bandung ya..." lanjut Risa bertanya


Rendi terdiam sejenak mencerna kata-kata Risa.


"Oh.. iya, ada produk baru" sahut Rendi jelas


"Ya udah aku tutup dulu ya, mules nih.. wkwk" ucap Rendi

__ADS_1


"Ihh dasar jorookk.." sahut Risa kemudian menutup telponnya


Apartemen Rendi


Rendi mematikan panggilannya pada Risa. Dia kembali menelpon seseorang


"Hallo.. elu mau ke Bandung??" tanya Rendi pada seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah Kevin


"Risa cerita sama elu??" selidik Kevin


"Tadi gue nelpon dia, tanya kabar.. dia gak sengaja cerita kalau elu mau ke Bandung" jelas Rendi


"Gue mau ketemu orang gue.. kalau elu mau ikut gue tunggu jam 7 di store" ajak Kevin


"Siapa..???" tanya Rendi


"Suruhan untuk cari tau si Ana" jelas Kevin


"Oke.." sahut Rendi


Rendi kemudian mematikan ponselnya dan berlalu melajukan mobilnya.


Pukul 7 malam, Rendi sudah menunggu Kevin di parkiran mobilnya


"Kemana kita mau ketemu dia..?? tanya Rendi begitu dia masuk ke dalam mobil Kevin


"Daerah Pancoran" sahut Kevin datar


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan standar menuju tempat tujuan. Selama dalam perjalanan, Kevin menceritakan tentang Ana yang siang tadi mendatanginya. Kevin berkata jujur karena dia yakin Rendi akan membantunya. Rendi mendengar cerita Kevin dengan seksama dan sedikit keprihatinan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai-hai para readers tercinta ❤️


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘


__ADS_2