Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Cobaan


__ADS_3

Sudah hampir larut malam tapi Kevin belum juga kembali ke rumah. Risa khawatir dengan keadaan Kevin. Diliriknya jam yang melingkar di tangannya menunjukkan pukul sepuluh malam.


Setelah hampir satu jam menunggu di sofa ruang tamu, akhirnya Risa mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumahnya.


Ceklek, pintu rumah terbuka. Risa beranjak dari sofa dan berjalan perlahan menghampiri Kevin yang berjalan dari arah pintu dengan wajah kusut.


"Capek ya yank?" tanya Risa lembut lalu memegang lengan Kevin


"Heem" sahut Kevin singkat


Risa mengerutkan dahinya, dia tau pasti ada masalah serius yang menimpa Kevin.


"Kenapa belum tidur? Kamu seharusnya beristirahat dan jangan menungguku. Ingat dengan kesehatanmu supaya kondisimu cepat pulih yank.." tanya Kevin khawatir


Risa tidak menjawab dan hanya tersenyum


"Aku siapin air hangat ya buat mandi" ucap Risa


"Tidak usah, kamu istirahat saja. Kamu tidak boleh banyak aktivitas dulu" tolak Kevin lembut


"Tidurlah di kamar, ini sudah larut" lanjut Kevin lalu membelai rambut Risa


Risa hanya tersenyum mengangguk, terlihat jelas Kevin sedang berusaha tegar di hadapannya.


Risa kemudian berjalan meninggalkan Kevin yang sedang duduk di sofa. Risa menuju kamar belakang dimana bi Nuri sedang beristirahat.


Tok tok tok


Pintu terbuka


"Bi, maaf ya mengganggu" ucap Risa ketika bi Nuri muncul dari balik pintu


"Tidak apa non, ada apa ya non?" tanya bi Nuri


"Tolong panasin makanan ya bi" pinta Risa


"Baik non" sahut bi Nuri


Setelah itu, Risa menuju kamarnya dan ingin menyiapkan air hangat untuk Kevin. Tetapi ternyata Kevin sudah berada di dalam kamar mandi. Risa kemudian menyiapkan baju tidur untuk Kevin.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian, Kevin keluar dari kamar mandi


"Aku sudah siapkan makan malam" ucap Risa


"Tidur, aku tadi menyuruhmu tidur" sahut Kevin sedikit ketus


Risa hanya menghela nafas panjang. Kemudian dia dengan kesal naik ke ranjang dan menarik selimutnya. Tubuhnya dimiringkan membelakangi Kevin.


Kevin sadar dengan ucapannya tadi, dia meletakkan handuk yang dipegangnya lalu keluar dari kamar. Setelah lima menit Kevin masuk dengan membawa baki di tangannya.


"Sudah tidur yank?" tanya Kevin di dekat telinga Risa


"Hmmmm" sahut Risa


"Temani aku makan ya" pinta Kevin


Risa membalikkan tubuhnya menghadap Kevin. Dilihatnya sudah ada baki yang berisi makanan dan minuman


"Aku mau makan di kamar saja" ucap Kevin lalu mengambil baki


"Sayang sudah makan?" tanya Kevin


Kevin menikmati makan malamnya, setelah habis dia meletakkan kembali piring dan gelasnya di atas baki dan menaruhnya di meja. Kevin kemudian duduk bersandar di ranjang


"Bagaimana urusannya?" tanya Risa penasaran


"Maaf aku tadi ketiduran di store, jadi telat pulangnya" sahut Kevin


Risa mengerutkan dahinya ketika mendengar jawaban Kevin


"Apa kamu tidak ingin cerita?" selidik Risa


Kevin terdiam dan hanya memandang Risa


"Apa yang perlu diceritakan sayang?" Kevin balik tanya


"Ya sudah, ayo tidur ini sudah tengah malam" ajak Risa sedikit kesal


Risa kemudian memiringkan tubuhnya membelakangi Kevin. Kevin yang melihat sikap Risa hanya diam. Beberapa menit kemudian Kevin ikut membaringkan tubuhnya di samping Risa. Kevin memeluk tubuh Risa dari belakang dan mencium rambut Risa yang terurai panjang.

__ADS_1


"Ada masalah yang tidak bisa aku ceritakan" ucap Kevin pelan di dekat telinga Risa


Risa kemudian membalikkan tubuhnya menghadap tubuh Kevin lalu menatap wajah Kevin.


"Seberat apapun masalahmu, bukankah seharusnya kamu bagikan kepadaku. Aku istrimu, susah senangnya dirimu harus melibatkan aku" sahut Risa sambil memegang wajah Kevin


Kevin tidak menjawab, matanya hanya berkaca-kaca, dikecupnya kening istrinya tersebut lalu memeluk erat tubuh Risa.


"Aku tidak ingin kamu sedih ketika mendengar masalah ini" ucap Kevin


"Ceritakan, aku tidak mau kamu menanggungnya sendiri" pinta Risa


Kevin mengambil nafas panjang, lalu memandang lekat wajah cantik Risa.


"Kontrak dengan Garmen Sandang Abadi dibatalkan, dan kerugian store yang dikeluarkan hampir mencapai 3M, sedangkan keuangan store sedang tidak stabil" jelas Kevin


"Kita tidak bisa menuntut pihak Garmen, karena surat-surat perjanjian tiba-tiba menghilang" lanjut Kevin


"Store pusat?" tanya Risa


Kevin mengangguk. Kemudian Risa menarik wajah Kevin dan mencium keningnya.


"Terimakasih sudah mau berbagi kesedihan denganku. Aku tau ini sangat berat untuk kita, tapi aku yakin kamu bisa mengatasi semua masalah ini yank. Aku akan selalu ada untukmu" ucap Risa memberi semangat


Kevin tersenyum lebar mendengar ucapan Risa. Dia memeluk erat tubuh istrinya dan mencium semua inci wajah milik Risa.


"Sudah, geli yank" ucap Risa sambil terkekeh


Kevin menghentikan aktivitasnya


"Berapa lama aku harus berpuasa yank?" tanya Kevin menyeringai


"Emmm, seminggu setelah aku USG yank" sahut Risa


"Aku kangen sekali sama kamu yank" ucap Kevin sambil memeluk erat tubuh Risa


"Tunggu sekitar 1 bulan lagi ya, hehe" goda Risa


Kevin hanya memanyunkan bibirnya. Malam ini terlewati dengan kehangatan dan kemesraan mereka berdua. Ujian dan cobaan akan mereka hadapi berdua dan bersama-sama. Dengan cinta dan kepercayaan mereka, mereka yakin kebahagiaan akan datang untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2