Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Adikku


__ADS_3

Kevin sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Risa merasa bosan dari tadi menunggui Kevin di ruangannya


"Mas.. aku keluar ya, bosen nih" ucap Risa


"Panggil apa..??" tanya Kevin tegas


"Sayang.. aku bosen disini terus, bolehin keluar ya..??" Tanya Risa sedikit merayu


"Mau makan disini apa di luar..?" tanya Kevin


"Emmm, di kantor aja deh yank" jawab Risa


"Tadi katanya bosen.." ucap Kevin sinis


"Maksudnya.. aku bosen kalau harus nungguin kamu kerja..duduk diem gak ngapa-ngapain" jelas Risa


"Yaudah, kalau gitu kamu beli makan aja sana" suruh Kevin pada Risa


"Mau makan apa..?" tanya Risa


Kevin terdiam sejenak


"Kepiting pedas manis kayaknya enak deh yank" jawab Kevin


"Oke.." ucap Risa datar


Risa melangkahkan kakinya menuju pintu


"Sayang..." teriak Kevin


"Jus jambu ya.." ucap Kevin sambil menyeringai


"Oke bos.." jawab Risa


Risa kemudian keluar melewati Rendi dan Ana yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Tok.. tok..


Tanpa menunggu aba-aba pintu ruangan Kevin langsung dibuka. Kevin yang melihatnya hanya tersenyum kecut


"Coba elu jelasin sama gue.. apa maksud omongan elu tadi??" Ucap Rendi dengan nada ketus


"Maksud elu apa?" tanya Kevin balik


"Bener Risa istri elu?" tanya Rendi


Kevin diam dan tidak menjawab


"Jawab.." suara Rendi meninggi


Kevin mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang disana

__ADS_1


Tuutt.. tuutt


"Hallo.." suara laki-laki di seberang sana


Kevin kemudian melemparkannya ke arah Rendi dan Rendi pun menerimanya


"Hallo.." ucap laki-laki tersebut lagi


"Hallo..


om Han aku Rendi, apa bener Kevin udah married?" tanya Rendi pada pengacara Han


"Iya Ren, Kevin sudah menikah sebulan yang lalu di Semarang" jawab pengacara Han


"Siapa nama istrinya..?" tanya Rendi lagi


"Risa Amelia. Dan harusnya sekarang mereka sudah tinggal bersama" jawab pengacara Han


Rendi mematikan ponselnya.


"Elu pernah bilang kalau elu gak mau dijodohin kan.. jadi apa sekarang kamu mencintai Risa?" selidik Rendi


"Itu bukan urusan elu.. mending sekarang elu keluar dari ruangan gue" ucap Kevin sinis


"Gue punya perasaan sama Risa. Kalau elu gak bener-bener cinta sama dia mending elu ceraiin dia" ucap Rendi


"Emang elu siapa nyuruh-nyuruh gue ceraiin istri gue. Hah?" bentak Kevin langsung berdiri


"Mulai sekarang elu gak usah ngurusin hidup gue lagi dan saat ini elu keluar dari store gue" ucap Kevin pada Rendi sambil melotot tajam matanya


Rendi pun melepaskan tangan Kevin di kerah kemejanya dan menatap tajam Kevin kemudian berlalu keluar meninggalkan ruangan tersebut


Kevin merasakan dadanya sesak karena emosi melihat tingkah adiknya. Dia duduk lemas mengingat perkataan Rendi


Ceklek


pintu terbuka


Wajah manis Risa muncul dari balik pintu tersebut


Kevin yang melihatnya kemudian memalingkan wajahnya. Risa melihat sikap Kevin tersebut menjadi bingung


"Kenapa lagi sih mas Kevin ini.." gumam Risa sambil meletakkan makanannya di meja


"Kenapa..??" tanya Risa lembut menghampiri Kevin


Kevin diam tidak menjawab dan langsung memeluk erat tubuh Risa


Risa bingung dengan sikap aneh Kevin. Padahal sebelum dia keluar membeli makanan dia masih baik-baik saja


"Kenapa?" tanya Risa lagi sambil mengelus punggung Kevin

__ADS_1


"Hmmmmm.." Kevin bergumam


Kemudian dia melepaskan pelukan


"Sebenarnya Rendi adalah adikku, dia juga anak adopsi papah setelah aku" ucap Kevin sedih


"Serius..?? Bagus dong, pantes aja dia baik banget sama aku" ucap Risa senang


Kevin menatap mata Risa


"Dia baik ke kamu bukan karena kamu adalah kakak iparnya. Tapi dia baik karena memiliki perasaan khusus untukmu" jelas Kevin


Risa terkejut mendengar penjelasan Kevin. Rendi yang selama ini dianggap sebagai adik oleh Risa ternyata memiliki perasaan yang seharusnya tidak boleh untuknya.


"Kamu percaya sama aku.. aku gak pernah mengganggap dia lebih dari seorang adik" jelas Risa sambil mengelus pipi Kevin


"Aku tau itu.." ucap Kevin lemas


"Lalu.." tanya Risa


"Biar bagaimanapun, dia adikku.. kita tumbuh bersama. Perasaan sayangku untuk dia juga besar. Tapi sekarang harus ada masalah seperti ini" ucap Kevin lemas


Risa memeluk tubuh Kevin


"Semua akan baik-baik saja. Dia nanti pasti mengerti dengan keadaan sebenarnya' Risa menenangkan


Mereka berpelukan saling menguatkan dan berbagi perasaan. Rasanya nyaman sekali bagi Kevin memiliki sosok Risa


"Aku benar-benar mencintai Risa.." gumam Kevin di tengah pelukannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai-hai para readers tercinta ❤️

__ADS_1


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘


__ADS_2