Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Rekaman CCTV


__ADS_3

Malam harinya Rendi datang ke rumah Kevin dengan membawa sekeranjang buah.


"Tok.. tok.. tok" suara pintu diketuk


Bi Nuri yang sedang beristirahat langsung beranjak dari tempatnya menuju pintu dan segera membukakannya.


"Mohon maaf cari siapa ya mas?" tanya bi Nuri ketika pintu sudah terbuka yang memang belum tau kalau Rendi adalah adik dari Kevin


"Saya Rendi, Kevin dan Risa ada bi?" sahut Rendi sambil tersenyum sopan


"Oh silahkan masuk mas. Non Risa ada di rumah, kalau mas Kevin belum pulang" ucap bi Nuri sambil mempersilahkan Rendi masuk


Rendi segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu, kemudian meletakkan keranjang yang berisi buah di meja depannya. Sedangkan bi Nuri menuju kamar Risa yang dia tau Risa sedang beristirahat.


"Tok.. tok.. permisi non, ada tamu yang menunggu non Risa sama mas Kevin" ucap bi Nuri pelan di balik pintu


"Siapa bi?" tanya Risa sedikit berteriak karena masih di dalam kamar


"Mas Rendi non" sahut bi Nuri


"Oh iya sebentar ya bi" sahut Risa dari dalam kamar


Bi Nuri segera beranjak dari kamar Risa dan menuju dapur untuk membuatkan minum untuk tamunya.


"Maaf ya Ren menunggu lama" ucap Risa mengejutkan Rendi lalu menghampirinya. Risa kemudian duduk di sofa lain yang bersebelahan dengan sofa yang diduduki Rendi


"It's Okay.. santai saja Ris. Kevin belum pulang?" sahut Rendi

__ADS_1


"Belum, akhir-akhir ini dia lembur karena sibuk dengan store" jawab Risa dengan sedikit senyum tipis di bibirnya.


"Emmm. Oh ya ini ada sedikit buah untukmu. Aku dengan kamu keguguran ya, kamu yang sabar ya Ris" ucap Rendi pelan sambil menunjuk keranjang buah yang dibawanya dan bersikap prihatin.


"Terimakasih Ren, mungkin ini takdir yang diberikan Tuhan untukku dan mas Kevin" sahut Risa lirih


Bi Nuri datang dari dapur dengan membawa nampan yang berisi kopi dan teh serta beberapa camilan untuk Risa dan Rendi. Mereka mengobrol hampir satu jam lamanya, hingga akhirnya Rendi memutuskan untuk pamit pulang.


"Hati-hati di jalan Ren, lain waktu datang lagi kesini" ucap Risa mengantarkan Rendi sampai ke depan pintu


"Baik, aku akan sering-sering kesini" sahut Rendi sambil menunjukkan senyum manisnya


Rendi segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Kevin. Raut bahagia menyelimuti wajah Rendi saat ini.


"Dia masih tetap cantik seperti dulu" gumam Rendi di tengah kegiatan mengemudikannya.


**


"Saya akan menandatangani proposal ini pak, saya berharap bisa bekerja sama dengan baik bersama bapak" ucap direktur tersebut dengan senyum yang mengembang


"Saya akan berusaha yang terbaik untuk bisnis kita bersama pak" sahut Kevin yang tak kalah senang diiringi dengan senyumnya.


Direktur garmen tersebut kemudian menandatangani beberapa berkas, keduanya bersalaman tanda jalinan hubungan kerja sama. Kemudian setelah itu direktur tersebut pamit undur diri kepada Kevin dan sekretarisnya.


"Akhirnya aku sedikit lega.." ucap Kevin dengan mata yang terpejam serta tubuh yang bersandar di kursinya. Seutas senyum tipis menghiasi wajah Kevin.


Miko dan dina tersenyum lega dengan kesepakatan yang terjalin hari ini.

__ADS_1


"Terimakasih untuk kerja keras kalian" ucap Kevin pada kedua sekretarisnya


Miko dan Dina membalas ucapan Kevin dengan senyum mengembang serta perasaan puas karena dapat membantu store. Dina segera pamit undur diri karena jam kerja memang sudah habis dan sudah saatnya pulang. Sedangkan Miko masih di dalam bersama Kevin ingin membicarakan sesuatu.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Kevin tanpa basa-basi ketika Dina sudah keluar dari ruangannya


"Aku dapat rekaman CCTV itu, tapi aku tidak kenal siapa dia. Dan setelah saya cari tahu dia hanya pria biasa. Mungkin mas Kevin tau tentang dia" jelas Miko dengan gaya santai karena memang diminta Kevin untuk bersikap biasa ketika hanya berdua. Miko lalu memberikan sebuah flashdisk yang berisi sebuah rekaman CCTV.


Kevin mengambil flashdisk tersebut dan menancapkan ke laptopnya. Dia mengamati dengan seksama rekaman CCTV yang di dapat oleh Miko.


"Aku tidak kenal dengan pria itu" ucap Kevin yang masih menatap laptopnya


"Berarti dia adalah tangan kanan seseorang" sahut Miko yakin


"Aku harus menemuinya" ucap Kevin


"Baik, aku akan bantu mas Kevin agar bisa bertemu dengan orang tersebut" sahut Miko


"Terimakasih, sekarang pulanglah aku juga mau pulang" ucap Kevin lalu berdiri dari tempat duduknya.


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di tengah perjalanan ponsel Kevin berdering.


"Hallo.." sapa Kevin kepada seseorang disana


"..... ....." ucap seseorang di seberang sana


"Baik, temui saya besok di tempat biasa" ucap Kevin

__ADS_1


"Tolong kamu selidiki juga seseorang, aku akan mengirimkan rekamannya" imbuh Kevin


Kevin kemudian mematikan ponselnya dan melanjutkan perjalanan pulangnya karena dia tahu bahwa Risa pasti sudah menunggunya.


__ADS_2