Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Penyemangat


__ADS_3

"Tolong suruh Dina menemui saya sekarang" ucap Kevin pada Miko melalui saluran teleponnya.


Beberapa menit kemudian muncul Dina dari balik pintu ruangan Kevin.


"Bagaimana pertemuanmu dengan direktur Gunawan?" tanya Kevin pada Dina lalu menyerahkan sebuah berkas


"Maaf pak, direktur Gunawan tidak mau ada hubungan dengan store kita. Mereka mendapat kabar jika store kita banyak memanipulasi harga dan sering membatalkan kontrak dengan perusahaan lain." jelas Dina


Kevin mengerutkan dahinya tidak percaya dengan laporan yang dibawa Dina, dia merasa sangat pusing dengan masalah ini.


"Jadi untuk sementara ini kita tidak punya penyuplai barang untuk store kita?" tanya Kevin


"Miko dan saya masih mengusahakan yang terbaik pak" sahut Dina


Kevin memijat pelan kepalanya, kemudian mengambil telepon memanggil Miko


"Ke ruangan saya sekarang" ucap Kevin


Sesaat kemudian pintu terbuka dan Miko muncul


"Bagaimana hasilnya?" tanya Kevin pada Miko


"Saya sudah menganalisis semua data keuangan store. Selama 6 bulan terakhir keuangan store sangat baik, namun bulan ke tiga dan empat keuangan disalahgunakan oleh seseorang dan ganti rugi yang berikan tetap tidak bisa mengatasi keuangan store. Kemudian dua bulan terakhir ini, keuangan store tidak memberikan nilai yang baik." jelas Miko


"Kemudian tentang ganti rugi dengan Garmen Sandang Abadi bagaimana?" tanya Kevin


"Setelah semuanya terhitung, kita masih kekurangan dana kurang lebih 1,5 M. Dan itu belum terhitung dengan barang baru" jelas Miko


Mereka bertiga duduk di sofa membahas masalah yang dihadapi store. Tetapi tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Kevin melihat sosok yang masuk tersebut dengan senyum bahagia


"Sayang.." sapa Kevin pada Risa


"Apa aku mengganggu yank?" tanya Risa yang masih berada di dekat pintu


Kevin berdiri menghampiri Risa


"Masuklah" ajak Kevin lalu menarik tangan Risa

__ADS_1


Risa ikut duduk bersama mereka


"Kami sedang membicarakan bagaimana cara mengatasi masalah store. Aku tidak masalah jika kamu disini yank, karena aku tau kamu paham tentang store ini" jelas Kevin pada Risa


"Aku akan membantu sebisaku yank" ucap Risa menatap Kevin


Miko dan Dina yang melihat pemandangan di depannya hanya senyum-senyum


"Ini sudah masuk jam makan siang, sebaiknya kita makan dulu kemudian nanti kita lanjutkan lagi" ajak Risa


"Aku setuju" sahut Miko cepat


"Kelihatan sekali kamu sedang kelaparan" ucap Kevin nyeletuk


Miko hanya cengar-cengir mendengar ucapan Kevin.


Suasana disana sangat akrab seperti sedang bersama keluarga.


Risa sudah memesan makanan dan tinggal menunggu pesanan datang. Sembari menunggu pesanan datang, mereka saling bercanda dan tertawa. Tidak ada sekat antara bos dan karyawan. Kevin sudah sangat berubah, sejak bersama Risa dirinya lebih tenang dan juga bersikap hangat.


Setelah menunggu hampir lima belas menit, pesanan datang dan mereka menikmatinya bersama-sama. Risa memesan banyak sekali makanan, tidak lupa dia memesan kepiting pedas manis kesukaan Kevin.


"Garmen mana lagi yang sudah kamu hubungi Din?" tanya Kevin pada Dina


"Saya dan Miko sudah membuat beberapa proposal untuk diajukan ke beberapa Garmen yang mungkin tidak sebesar Garmen sebelumnya" jelas Dina


"Kita mencoba dengan membidik Garmen yang baru merintis, karena akan membutuhkan waktu lama jika menunggu Garmen yang biasanya" jelas Miko menambahi


"Hmmmm, itu strategi yang cukup bagus" sahut Kevin


"Karena kita tidak bisa membiarkan store tanpa barang" imbuh Miko


Risa hanya duduk mendengarkan, sesekali dia juga mengutarakan idenya. Tanpa disadari sudah menunjukkan waktu pulang. Miko dan Dina pamit mengundurkan diri meninggalkan ruangan Kevin. Sedangkan Risa sedari tadi tertidur di kursi kerja Kevin.


"Sayang..bangun, ayo pulang" ucap Kevin pelan di dekat telinga Risa


Risa membuka dan mengucek matanya

__ADS_1


"Emm, jam berapa sekarang yank?" tanya Risa


"Sudah jam 5 sore, ayo kita pulang" ajak Kevin sambil merapikan meja kerjanya


Risa berdiri dan berjalan menuju sofa, dia melihat Kevin yang sedang merapikan ruangannya.


"Mau mampir kemana?" tanya Kevin menggandeng tangan Risa


"Kita pulang saja, aku tau kamu pasti lelah" sahut Risa


"Aku tidak lelah, ayo kita makan malam dulu sebelum pulang" ajak Kevin


"Kalau begitu aku telpon bi Nuri dulu yank" ucap Risa


Ketika di dalam mobil, Risa menelpon bi Nuri


"Bi, hari ini saya sama mas Kevin makan di luar, bibi gak perlu masak" ucap Risa pada bi Nuri melalui sambungan telponnya


Risa mematikan ponselnya. Kevin kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah sampai di restoran mereka memesan makanan dan menikmatinya.


Setelah selesai makan malam keduanya pulang ke rumah.


"Ah, hari ini lelah sekali" ucap Kevin lalu merebahkan tubuhnya di ranjang


"Mandi dulu yank, setelah itu kita istirahat" ucap Risa


Risa mandi duluan, Kevin masih berbaring di ranjang sambil menunggu Risa selesai mandi. Setelah beberapa menit Risa keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk. Mata Kevin tidak beranjak dari pandangan tubuh Risa


"Cepat mandi yank, jangan lihatin aku seperti itu" ucap Risa lalu mencubit pelan pinggang Kevin


"Aku kangen yank" ucap Kevin manja sambil mencium pipi Risa


"Sabar.." sahut Risa


Kevin beranjak dari ranjang dengan wajah kusut. Dia melangkah dengan kaki yang berat. Setelah beberapa saat dia keluar dari kamar mandi dan dia melihat Risa sudah tertidur pulas.


Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Risa. Terdengar nafas Risa berhembus. Kevin mencium kening dan pipi Risa

__ADS_1


"Terimakasih sudah hadir di hidupku yank. Terimakasih karena kamu selalu ada untukku, kamu adalah malaikat dan penyemangatku" ucap Kevin lirih di telinga Risa


Kemudian Kevin memeluk erat tubuh Risa dan membenamkan kepala Risa di dadanya. Risa hanya tersenyum dengan perlakuan suaminya yang begitu hangat.


__ADS_2