
"Kenapa wajahmu senang sekali sayang?" tanya Kevin yang sedang berbaring di ranjang melihat Risa senyum-senyum sendiri begitu keluar dari kamar mandi
"Aku dapat tamu bulanan yank" sahut Risa dengan senyum menyeringai
"Oh ya? Berarti setelah itu kita ke dokter lagi kan" ucap Kevin semangat kemudian ikut duduk di samping Risa
"Iya setelah tamunya selesai kita harus menemui dokter kandungan" sahut Risa antusiasme kepada Kevin
"Aku tidak sabar lagi" ucap Kevin dengan senyum genitnya, lalu mengecup bibir Risa
"Tidak sabar untuk apa?" goda Risa
"Jangan pura-pura tidak tahu. Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahannya selama ini" sahut Kevin kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Risa
Risa tersenyum mendengar ucapan suaminya. Akhirnya dia melihat Kevin dengan senyum yang begitu lepas seperti tanpa beban, melupakan masalah dan cobaan yang menerpa mereka.
**
Store Cabang Jakarta Timur Milik Rendi
"Permisi pak, ada pak Kevin datang berkunjung" ucap Fiona sekretaris Rendi melalui sambungan telepon
"Suruh masuk" sahut Rendi
"Baik pak" jawab Fiona
"Silahkan masuk pak Kevin" ucap Fiona mempersilahkan Kevin masuk ke ruangan Rendi
"Terimakasih" sahut Kevin singkat kemudian berlalu masuk ke ruangan Rendi
"Tau saja aku sedang di store" ucap Rendi ketika Kevin sudah masuk dan menutup pintu
__ADS_1
"Tidak sulit untuk itu" jawab Kevin datar lalu duduk di sofa
"Bagaimana keadaan Risa? Apa dia sudah lebih baik" tanya Rendi tentang Risa
"Memang kenapa Risa?" selidik Kevin karena tidak pernah bercerita pada Rendi kalau Risa mengalami keguguran
"Bukankah dia habis keguguran" sahut Rendi dengan jujur
"Kamu tau tentang kecelakaan Risa?" selidik Kevin lagi
"Bukankah kamu sendiri yang memberitahukanku?" sahut Rendi yang masih berkutat dengan berkas di tangannya
"Oh ya" jawab Kevin sekenanya. Karena Kevin merasa tidak pernah memberitahukan tentang kecelakaan Risa kepada siapapun kecuali Miko, Dina dan bi Nuri.
"Apa kamu juga sudah tau tentang perampokan di store cabang?" tanya Kevin pada Rendi
Rendi menutup berkas-berkasnya dan berjalan menghampiri Kevin kemudian duduk di sampingnya.
"Aku tau, dan bukankah pelakunya sudah ditemukan" sahut Rendi tanpa rasa terkejut
"Baiklah, aku akan kembali ke store. Karena aku hanya mampir sebentar melihatmu" ucap Kevin kemudian hendak berdiri dari duduknya
"Baik. Berhati-hatilah" sahut Rendi ikut berdiri mengantarkan kepergian Kevin
Kevin sampai di store pusat sekitar pukul dua siang. Dia masuk ke ruangannya setelah meminta Miko dan Jafar menemuinya.
"Saya sudah melaksanakan semua perintah bos" ucap Jafar pada Miko
"Dan ini beberapa profil pengacara handal untuk kasus mas" lanjut Miko memberikan beberapa berkas kepada Kevin
"Oh ya. Aku lupa menanyakan seseorang kepadamu. Mungkin saja kamu atau anak buahmu mengenalnya" ucap Kevin memberikan sebuah foto seorang laki-laki kepada Jafar
__ADS_1
Jafar melihat dengan seksama seseorang yang ada di dalam foto tersebut
"Dia Suryo, tapi dia biasa dipanggil Gobang. saya kenal dia dan juga pernah bertemu dengannya bos" ucap Jafar yakin
"Kamu yakin?" selidik Kevin
"Saya sangat yakin bos. Saya bisa mempertemukan bos dengan dia" sahut Jafar
"Tidak perlu. Dia sedang di penjara karena merampok store milikku" ucap Kevin lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa
"Aku mau kamu cari tau untuk siapa dia bekerja" lanjut Kevin memberi perintah untuk Jafar
"Untuk saat ini, saya serahkan pekerjaan saya kepada kalian. Saya berencana akan melakukan liburan dengan istri saya" imbuh Kevin menjelaskan pada Miko dan Jafar
Miko dan Jafar mengangguk memahami perkataan Kevin, setelah itu keduanya keluar meninggalkan Kevin di ruangannya.
Kevin mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.
"Hallo.." ucap Kevin kepada seseorang di telepon
"Hallo, akhirnya kamu meneleponku lebih dulu. Bagaimana, kapan kamu akan segera menikahiku" sahut seseorang yang tidak lain adalah Ana
"Ciihh.. siapa yang akan menikahimu. Aku meneleponmu karena hanya ingin mengatakan sesuatu. Dengarkan baik-baik, ini adalah peringatan terakhirku. Kamu akhiri segala permainan bohongmu, segera mengakui semuanya dan meminta maaflah kepada Risa. Atau jika kamu masih ingin melanjutkan kebohongan bodoh ini, aku benar-benar akan marah dan membuat perhitungan untukmu" ucap Kevin tegas dengan penuh penekanan.
"Hahaha.. Masih saja kamu mengelak dengan kenyataan ini? Dasar laki-laki baj*ngan kamu" ucap Ana dengan bengisnya
"Aku sudah memperingatkanmu. Jangan salahkan aku jika kamu nanti akan menyesal" ucap Kevin lalu mematikan teleponnya
Kevin merasa sangat kesal dengan ucapan Ana. Sebenarnya dia malas membuat panjang masalah ini, tapi karena Ana sudah sangat keterlaluan dan akan mempengaruhi rumah tangganya, terpaksa Kevin harus melakukan ini.
Di tempat lain
__ADS_1
"Hallo, bagaimana ini.. dia selalu mengancamku. Dan aku tau dia tidak pernah main-main dengan ucapannya" suara Ana kepada seseorang yang diteleponnya
"Kita lihat saja apa yang akan dilakukan laki-laki br*ngsek itu" sahut seseorang di seberang sana