
Hati Kevin bersorak gembira mengetahui hasil tes tersebut menyatakan bahwa antara DNA dirinya dengan DNA janin dalam kandungan Ana sama sekali tidak cocok. Itu artinya anak yang ada dalam kandungan Ana bukanlah darah dagingnya.
"Selamat mas. Aku yakin mas adalah laki-laki yang baik" ucap Miko memberi selamat pada Kevin
"Terimakasih, selama ini kamu sudah banyak membantuku" sahut Kevin tersenyum lalu memeluk Miko dan menepuk pelan pundaknya.
Raut bahagia terpancar jelas di wajah Kevin dan Miko.
"Saat ini yang perlu kita cari tahu adalah siapa ayah kandung dari bayi di kandungan Ana" ucap Kevin penuh semangat.
Kevin tidak berhenti tersenyum dalam perjalanan pulang menuju rumah. Dia ingin segera memberitahukan kepada Risa tentang hasil tes hari ini.
"Sayang..." teriak Kevin begitu masuk ke dalam rumah karena pintu sedang tidak dikunci
Kevin mencari sosok Risa di kamar dan di dapur, namun dia tidak menemukannya.
"Bi, Risa dimana?" tanya Kevin kepada bi Nuri
"Ada di samping den, sedang menyiram tanaman" sahut bi Nuri memberi tahu keberadaan Risa
Kevin segera berlari menuju samping rumah, dilihatnya Risa sedang memegang pot berisi tanah liat untuk ditanami bunga
"Sayang.." panggil Kevin lalu berjalan menghampiri Risa
Risa menoleh dan tersenyum ke arah Kevin
Kevin langsung memeluk erat tubuh Risa, Risa terkejut melihat sikap Kevin
"Aku sedang kotor sayang.." ucap Risa pelan ketika Kevin memeluknya begitu erat
"Aku mencintaimu.." ucap Kevin dengan mata berbinar
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu" sahut Risa yang masih belum paham dengan tindakan Kevin
Kevin melepaskan pelukannya di tubuh Risa, dia memandang wajah Risa dengan senyum yang mengembang. Risa yang masih bingung dengan sikap Kevin hanya bisa menaikkan kedua alisnya.
"Apa yang membuatmu bahagia seperti ini yank?" tanya Risa penasaran
"Kamu bacalah ini" ucap Kevin tersenyum lalu menyodorkan sebuah amplop putih
Risa mengerutkan dahinya sesaat, kemudian dengan sedikit keraguan perlahan dia mulai membuka dan membaca isi amplop yang dibawa Kevin
"Mata Risa berkaca-kaca sambil memutari setiap tulisan di amplop tersebut, sampai akhirnya butiran bening berjatuhan dari mata Risa. Risa menjatuhkan dirinya di pelukan Kevin dan memeluknya sangat erat. Tidak peduli dengan tangan kotornya yang sedang memeluk erat tubuh Kevin.
"Benarkah yang ditulis disini yank?" tanya Risa dalam pelukan Kevin yang masih menangis
"Benar sayang. Aku tidak berbohong hanya demi tidak mengakui bayi yang dikandung Ana. Demi Tuhan inilah hasil yang sesungguhnya" sahut Kevin menatap dalam mata Risa
Risa mengangguk dalam pelukan Kevin dan menangis tersedu-sedu dengan pelukannya yang sangat erat.
Risa tersenyum lega. Akhirnya semua ketakutan yang selama ini membebani hati dan pikirannya sudah menghilang.
"Aku sangat kotor ketika kamu memelukku yank, lihatlah jas mu jadi seperti itu" ucap Risa lalu memperlihatkan jas Kevin yang terkena noda tanah di beberapa tempat
"Tidak penting jas ini kotor atau bersih. Kita bisa membeli yang baru. Atau, kita bisa mandi bersama sebagai ganti kamu telah mengotori jas dan tubuhku" sahut Kevin dengan senyum genitnya
Risa tersenyum malu mendengar celoteh Kevin, dia mencubit pinggang Kevin sehingga membuat Kevin meringis menahan sakit dan geli
"Ayo kita mandi dan setelah itu kita makan. Aku ingin sekali makan kepiting pedas" ucap Kevin memeluk pundak Risa dan berjalan masuk ke dalam
"Apa kamu tidak pernah bosan dengan masakan ikan laut yank?" tanya Risa yang sedikit heran karena saking sukanya Kevin dengan sejenis seafood
"Tidak. Aku sangat menyukai kepiting, udang dan lobster. Seperti aku sangat menyukaimu. Hahaha" ucap Kevin sambil tertawa
__ADS_1
"Apa aku seperti kepiting bagimu?" tanya Risa sedikit jengkel
"Hihi, bisa ngambek juga ya istriku.. jadi takut deh, takut nanti mencapit aku.. hihihi" ucap Kevin tertawa geli lalu mencubit pipi Risa
"Sudah, aku mau mandi" ucap Risa ketus lalu mengambil handuk
"Hei.. tunggu" panggil Kevin
Risa tidak meladeni panggilan Kevin, dia berlalu saja masuk ke dalam kamar mandi. Tapi bukan Kevin namanya yang tidak bisa menerobos pertahanan Risa. Kevin dengan senyum mesumnya masuk ke dalam kamar mandi dan mandi bersama Risa.
Store
"Saya sudah menyerahkan beberapa sampel DNA laki-laki yang sering bersama Ana kepada dokter Zeedan" ucap Miko kepada Kevin
"Terimakasih Jafar, kamu bekerja sangat baik untukku" ucap Kevin yang tau semua itu hasil kerja keras Jafar
"Saya sangat senang bisa membantu bos" sahut Jafar
"Tolong kamu urus masalah ini Mik" ucap Kevin melihat Miko
"Baik mas" sahut Miko yang sudah menganggap Kevin seperti kakaknya sendiri.
"Untuk sementara ini kita akan fokus ke tes DNA dan masalahku dengan Ana. Untuk masalah store cabang kita akan mengurusnya perlahan" ucap Kevin
"Saya sudah bertemu dengan Gobang bos, dan dia memang bekerja untuk seseorang yang memiliki kekuasaan dan uang" jelas Jafar
"Siapa orang itu?" tanya Kevin
"Dia belum mau mengatakannya kepada saya bos. Secepatnya saya akan cari tahu" ucap Jafar penuh keyakinan.
Sedikit rasa lega dirasakan oleh Kevin, tetapi rasa penasaran yang besar kembali muncul memenuhi pikirannya.
__ADS_1