Pilihan Takdir

Pilihan Takdir
Rencana


__ADS_3

Malam hari


Risa di dapur sibuk menyiapkan makan malam. Sedangkan Kevin sedang bersantai di kamar sambil memainkan handphone nya.


Beberapa menit kemudian Risa menyelesaikan masakannya


"Makanannya udah siap mas.." Risa menghampiri Kevin


"Kamu pernah punya pacar nggak sih..?" selidik Kevin sambil membenarkan posisi duduknya


"Kenapa emangnya?" tanya Risa balik


"Kalau ditanya tuh jawab.. jangan malah balik nanya" ucap Kevin agak sinis


"Tidak pernah.." jawab Risa jujur


"Ah yang benar? Jujur saja aku tidak akan marah" ucap Kevin penuh selidik


"Memang benar.." sahut Risa sekenanya


"Pantas saja.." gumam Kevin tetapi masih bisa didengar oleh Risa


"Apa..?" tanya Risa kesal


"Coba sekarang panggil suamimu ini dengan panggilan romantis dong..


"kayak.. sayangku, cintaku.." ucap Kevin sambil menggelitik pinggang Risa


"Ih geli mas.." ucap Risa sambil sedikit tertawa


"Tuh kan.. dah dibilangin juga" ucap Kevin yang terus menggelitik


"Iya sayangku... Ahh, Ampuuunn, udah.. geli yank.. Ahh" ucap Risa tertawa menahan geli


Kevin bahagia melihat ekspresi Risa. Diciumnya berkali-kali pipi dan keningnya. Risa sudah mulai terbiasa dengan sikap suaminya. Sampai akhirnya mereka berdua lelah untuk tertawa


"Udah yuk makan.. dah laper gara-gara ketawa terus" ajak Kevin


Mereka berdua berjalan menuju dapur untuk makan malam. Setelah makan malam seperti biasanya Risa langsung mencuci piringnya.


"Sayang..." panggil Kevin sambil memeluk Risa yang sedang mencuci piring dari belakang


"Hmmmmm.. seneng banget kah yank peluk aku kalau lagi nyuci piring.." tanya Risa


"Hmmmmm.. " jawab Kevin datar sambil mencium pipi Risa


"Malam ini aku mau kamu..." ucap Kevin lembut di telinga Risa


Risa yang mendengar sedikit terkejut. Akhirnya Kevin akan meminta haknya sebagai suami. Risa mencoba mengatur nafas dan bersikap biasa saja.

__ADS_1


"Tunggu yaa" ucap Risa lirih


Setelah selesai mencuci piring Risa dan Kevin menuju kamar. Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk keduanya.


"Aku ke toilet dulu ya yank.." ucap Risa pada Kevin


"Hmmmmm.." jawab Kevin


Kevin yang sudah siap dan berbaring di ranjang melihat Risa masuk ke kamar mandi.


5 menit kemudian Risa keluar dari kamar mandi dan mencari sesuatu di laci mejanya


"Nyari apa..??" tanya Kevin


"Pembalut" jawab Risa datar


Kevin terperanjat mendengar jawaban dari Risa. Hatinya tiba-tiba berubah menjadi kecewa.


"Yahh.." lenguh Kevin sambil mengerucutkan bibirnya


Risa tertawa di dalam kamar mandi melihat tingkah Kevin.


Risa membaringkan tubuhnya di samping Kevin dan memutar tubuhnya menghadap Kevin


"Sabar seminggu ya sayang.." ucap Risa lembut di telinga Kevin


"Harus seminggu kah yank?" tanya Kevin


Kevin tidak menjawab dan langsung menarik tubuh Risa di pelukannya


"Oke deh.." ucap Kevin sambil mengecup rambut Risa


"Resepsi pernikahan kita minggu depan, hari Kamis" ucap Kevin


"Kok mendadak sih yank..?" tanya Risa sambil mendongakkan kepalanya


"udah kamu tenang aja. Semuanya dah ada yang urus" ucap Kevin tenang


Mereka berdua pun terlelap dan memejamkan mata dalam pelukan. Malam yang seharusnya panjang nyatanya terjadi lebih singkat


Di Store


Tok.. tok..


Ana masuk ke dalam ruangan Kevin


"Permisi pak.. ini CV pelamar kasir yang baru" ucap Ana sambil menyodorkan sebuah berkas


"Iya..

__ADS_1


Tolong bikinin kopi An" perintah Kevin


"Baik pak.." jawab Ana


10 menit kemudian Ana masuk dengan membawa secangkir kopi. Hari ini Risa tidak ikut ke store karena dia ada fitting kebaya untuk acara resepsi.


Hari sudah mulai gelap, Kevin merasa ingin segera pulang dan bertemu Risa. Semua pekerjaan sudah selesai dan Kevin segera mengemasinya.


Ceklek..


Pintu terbuka. Risa yang mendengar langsung meliriknya dan terlihat sosok Kevin sedang berjalan menuju arahnya


"Sudah pulang.." ucap Risa


"Hmmmmm.. aku kangen" sahut Kevin lalu mencium kening Risa


"Baunya enak.. kayaknya aku tau apa ini" ucap Kevin dan nyelonong ke dapur


Dan benar saja, dilihatnya sepiring udang asam manis baru saja dituang dari wajan. Bahkan kepulan asapnya masih terlihat jelas. Namun tanpa ba bi bu.. Kevin langsung mencomot udang tersebut.


"Itu panas sayang.." ucap Risa sedikit berteriak. Namun Kevin sudah terlanjur memasukkannya ke dalam mulutnya. Entah bagaimana rasanya di lidah Kevin


"Enak banget yank.. langsung makan yuk" ajak Kevin sambil menarik kursi


"Cuci tangan dulu.." ucap Risa sambil mengambilkan nasi di piring Kevin


"Aku pakai sendok yank.." sahut Kevin sekenanya yang sudah tidak sabar ingin segera makan. Entah karena lapar atau doyan Kevin menyantapnya dengan lahap. Risa yang melihat tingkah Kevin hanya bisa menggelengkan kepala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai-hai para readers tercinta ❤️

__ADS_1


Yang ngaku suka sama novel "Pilihan Takdir" please dong klik LIKE, VOTE dan KOMEN. Kasih saran dan masukan sebanyak-banyaknya.. Ditunggu yaa 😘😘


__ADS_2