
Belum sempat Reyhan mengerjakan perkerjaan nya, handphone nya bedering, ia melihat bahwa mamanya lah yang menelfon ya, ia kemudian mengangkat telfon itu.
"iya ma ada apa? " tanya Reyhan langsung te the point kepada mama nya itu, ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya.
"Rey,begitukah jawabanmu, saat mamamu baru menelfon, bukanya menanyakan kabar mama terlebih dahulu, kau memang tidak menyayangi ibumu ini kan, " jawab mama rena dengan nada sedihnya.
Reyhan menghela nafasnya, ia tau jika ibunya ini mengatakan begitu, pasti ada maksudnya, karena ibunya itu tau bahwa Reyhan tidak akan suka melihat nya sedih.
"Ia ma, maafkan aku, mama apa kabar disana, kenapa menelfon? " jawab Reyhan mencoba bersabar kepada mamanya.
"Apakah ibumu ini tidak bisa menelfon, apakah harus ada sesuatu baru bisa menelfon ia? " ucap mama rena.
"Katakan lah ma, apa yang ingin mama sampaikan, aku pasti akan menurutinya" ujar Reyhan lagi, memilih mengalah saja kepada ibunya ini.
"mama dan papa akan pulang, hari ini jadi kau beserta istrimu harus menjemput mama di bandara, ingat bersama keyla," ucap mama rena dengan kalimat tegasnya, yang tidak bisa dibantah.
"Baiklah ma, akan kujemput mama di bandara, jam berapa ma? " tanya Reyhan lagi kepada mamanya itu.
"Jemput jam tiga sore saja, tidak usah bawa Al, biarkan ia sama pengasuh saja , " jawab mama rena lagi.
"Kenapa al tidak boleh ikut ma, dia akan merengek jika tidak ikut, " ucap Reyhan
"pokoknya biarkan saja al dirumah, jangan lupa bawa keyla, udah dulu ya rey, nanti kita akan bertemu lagi, " ujar mama rena mematikan sambungan telefonnya.
Reyhan hanya pasrah mengikuti keinginan mama nya itu, ia sedikit heran mengapa anaknya itu tidak boleh ikut, bukanya mama nya itu paling merindukan cucunya itu, aneh.
Rey mendatangi taman ia ingin mengatakan kepada istrinya, bahwa ia harus bersiap-siap karena mereka harus tiba sebelum mamanya itu sampai.
Rey melihat kebahagiaan terpancar, dari anaknya dan istrinya itu, mereka bermain dengan ceria, sesekali istrinya itu akan menjagili anaknya, yang membuat al tertawa dengan sangat keras.
Rey berdehem kepada mereka yang tidak menyadari kehadirannya, karena keasikan bermain.
"Hm, al sudah waktunya untuk tidur, pergilah bersama pengasuh, hm" ujar Reyhan kepada al.
Al terlihat murung, ia masih mau bermain dengan ibunya, ia meminta waktu pada ayahnya sebentar lagi.
"Nanti pa, al masih mau main sama mama, " ucap al
__ADS_1
"Tidak bisa sayang kau harus tidur , mama dan papa akan menjemput oma dan opa, jadi kau harus bersama pengasuh dulu, " ujar Reyhan
"Tidak pa, aku akan ikut menjemput oma, " jawab al antusias saat ingin menjemput omanya itu, omanya sudah menjajikan banyak mainan kepadanya.
"Kau tidak bisa ikut al, kau dirumah saja ok, nanti oma akan membeli banyak mainan, jadi kau harus dirumah menunggu, ok boy, " ucap Reyhan lagi.
"Baiklah pa, tapi janji tidak akan lama, " jawab al mejulurkan jari kelingking nya , yang ditautkan oleh Reyhan langsung.
Setelah kepergian al bersama pengasuh, Reyhan langsung menyuruh jessi bersiap.
"Pergilah bersiap kita akan menjemput sekarang kebandara, " ucap Reyhan kepada jessi.
"Baiklah, " jawab jessi seadanya dan berlalu pergi kekamar untuk membersihkan diri, dan mengganti pakainnya.
*****
Raka membawa elin ketempat yang sangat bagus, tempat itu terlihat indah dan juga menyejukan, dimana ada danau, dan juga dipenuhi dengan pohon dan bunga-bunga yang indah, yang melihatnya pasti akan sangat betah ditempat ini.
"Dokter ini sangat indah, juga sangat sejuk udaranya, apakah ini tempat dokter menghilangkan kesedihan dokter, " tanya elin melihat raka, mereka duduk diatas rumput .
"Ia ini adalah tempat ku saat aku merasa lelah, saat kacau, sedih, pokonya aku akan kesini untuk melupakan segala masalahku sejenak." jawab raka.
"Aku bisa sedikit mengurangi kesedihanku, walaupun tidak sepenuhnya, tapi setidaknya aku merasa menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, Terima kasih dok-eh raka maksudku, " jawab elin.
"pangilan seperti itu lebih baik, ia sama-sama aku juga lagi bosan, jadi ya sekalian aja kesini, setelah melihat mu tadi, aku berfikir mengajakmu sekalinya, kurasa kau membutuhkan tempat seperti ini, " jawab raka.
*******
Perjalanan jessi dan Reyhan kebandara tidak berjalan dengan lancar, ditengah perjalanan mobil mereka diikuti, Reyhan memang sengaja melewati jalanan yang sepi, untuk mempercepat mereka sampai, karena kalau dari jalan besar ia takut macet, tapi ternyata tidak seperti ia bayangkan, ia ingin cepat malah semakin lama, jika ada mobil yang mengikuti mereka.
"Rey mengapa kau menjalankan mobil ini dengan kecepatan penuh, apakah kita terlambat,? tanya jessi binggung.
" Tidak, tetapi sepertinya ada mobil yang mengikuti kita, jadi aku harus mengebut, "jawab Reyhan yang menambah kecepatan mobilnya.
" Apa, mereka siapa Rey, apakah kau memiliki musuh, "tanya jessi sambil melihat kebelakang dia mobil sedang mengikuti mereka, mobil itu berusaha menyelinap mobil mereka.
"Entahlah aku tidak tau, aku tidak tau mereka siapa, dan bertujuan untuk apa, yang pasti mereka berniat jahat, " jawab Reyhan
"Aku sangat takut Rey, bagaimana ini mereka banyak, kita tidak mungkin bisa menyerang bukan, " ucap jessi lagi ia memegang sablet nya erat ia sekarang sangat ketakutan.
__ADS_1
"Aku lupa menyuruh bodyguard untuk mengikuti kita, biasanya mereka akan mengikuti kita, tapi kurasa hari ini tidak" jawab Reyhan lagi
mobil Reyhan terus diikuti oleh mobil itu, sampai salah satu mobil itu berhasil menyelinap mobil mereka, dan Reyhan terpaksa mengerem mendadak.
"Rey bagaimana ini mereka sangat banyak, kau tidak akan bisa melawan, sebaiknya kita pergi saja dari sini, " ujar jessi ketakutan.
"Bagaimana caranya, mobil kita sudah dihalangi dari depan dan belakang, aku harus keluar dan menghadapai orang-orang itu, kau disini saja, tidak usah keluar, nanti malah merepotkan, " ujar Reyhan keluar dari mobil.
Reyhan menatap mereka satu persatu, Reyhan memang memiliki kemampuan bela diri, tetapi ia tidak yakin bisa melawan sepuluh orang sekaligus.
Tanpa babibu seorang dari mereka menyerang Reyhan, ia bisa menepis dan menghindar dari pukulan itu, Reyhan terus menghindar dan memukuk mereka.
Jessi melihat itu meringis, ia melihat dari belakang Reyhan ada seseorang yang ingin menusuknya, jessi buru-buru kaluar dari mobil dan memukul pria itu dengan kayu balik, yang ad didekat jessi.
Reyhan yang melihat kebelakang terkejut, ia tidak menyadari ada yang ingin mencelakai ia dari belakang, ia kembali menyerang saat ada yang ingin memukulnya lagi, tenanganya terkuras, walau pun ia memiliki kemampuan bela diri, tetapi ia menghadapi orang yang sudah dilatih khusus, sehingga walaupun mereka dipukuli mereka akan bangkit kembali, mereka seakan memiliki kekuatan besar.
Melihat Reyhan yang semakin kewalahan, jessi memutuskan menarik pria itu, dan berlari dari para pria -pria itu, ia tau kalau mereka melawan tidak akan bisa, sebaiknya menghindar saja.
mereka terus berlari memasuki hutan, sampai mereka menemukan gubuk ditengah hutan, mereka beristirahat didalam, setelah memastikan mereka sudah jauh dari para pria itu.
"kenapa kau tadi menarik dan mengajku untuk berlari? "tanya Reyhan kepada jessi yang sepertinya masih mengatur nafasnya akibat kelamaan berlari.
" Kau seharusnya berterima kasih keoadaku, bukankah aku telat menyelamatkan kau dari mereka, "jawab jessi
" Apakah kita berada ditengah hutan, bagaimana ini hari sudah gelap, mama rena pasti mencemaskan kita, "ucap jessi yang teringat dengan tujuan mereka yang akan menjemput mertuanya itu.
" Aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu padamu, mengapa kau tadi keluar dari mobil, bukankah tadi musuh kau untuk tetap di mobil, kenapa kau tidak mendengarkan ku"ujar Reyhan mentap tajam jessi.
Jessi hanya bisa menghela nafasnya, ia heran dengan pria ini, bukanya berterima kasih kepada nya karena sudh diselamatkan malah memaharahinya.
"Kau seharusnya berterima kasih kepadaku, " jawab jessi.
"Aku hanya heran, bukankah biasanya kau tidak akan berani seperti tadi, kau hanya melihatku saja, seperti waktu itu, bahkan disaat nyawa ku terancam, kau hanya bisa menangis, " ujar Reyhan lagi.
Jessi tau itu, tapi saat ini raganya yang berada di tubuh keyla, dan ia mana mungkin membiarkan hal itu terjadi didepan matanya sendiri.
__ADS_1
Bersambung.........