
Setelah jessi menghabiskan ubi yang dibakar tadi, ia merasakan ngantuk, ditempat mereka tidak terlalu gelap, karena beruntung hari ini bulan bersinar dengan terang.
"Rey aku mengantuk, apakah orang suruhan dari papa alfian masih lama datangnya? " tanya jessi sambil beberapa kali menguap.
"Tiduah, aku tidak tau kapan mereka akan datang, " ujar Reyhan yang menyandarkan tubuh nya pada pohon.
"Baiklah aku akan tidur, aku sangat mengantuk, " tanpa meminta ijin, jessi merebahkan kepalanya dipangkuak Reyhan, yang membuat pria itu sedikit terkejut, tapi tetap membiarkanya saja.
Setelah beberapa lama, Reyhan juga merasakan mengantuk, saat ia ingin menutup mata, ia bisa mendengar suara langkah kaki, ia waspada apakah itu orang nya, atau musuh yang masih mengincar mereka.
Tetapi setelah ia memperhatikan mereka, dan juga mereka memanggilnya , ia pun segera memangil mereka, agar mereka tau keberadaannya.
Orang-orang itu mencari sumber suara dan mendekati Reyhan juga jessi, tapi mereka terlihat cemas melihat jessi yang sedang memejamkan matanya, mereka mengira jessi terluka.
"Dia hanya tidur, tidak ada yang terluka, " ucap Reyhan, yang mengerti tatapan cemas mereka.
"Tuan, maaf kami sedikit kesulitan mencari anda dan nona, itu sebabnya kami lama, karena sinyal dan juga hari sudah gelap, " ujar salah satu dari mereka.
"Tidak masalah, apakah dari sini masih jauh keluar hutan, " tanya Reyhan.
"Tidak terlalu jauh tuan, mari kita pergi dari sini tuan, " ujar pengawal itu.
Reyhan menepuk-nepuk pipi jessi, tetapi setelah cukup lama dibangunkan, jessi tetap tidak mau bangun, dengan sangat terpaksa Reyhan pun mengangkat tubuh jessi dan mengendong nya ala bride style.
Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sampai dimobil, Reyhan bernafas lega, karena rasanya sangat lelah mengendong jessi , apalagi jalanan nya cukup jauh juga.
"Mari tuan, supir akan mengantar anda dan nyonya, kami akan mengikuti dari belakang, " ujar pengawal yang bernama bagas itu.
Reyhan pun masuk dan menaruh jessi di sampingnya, bahkan wanita itu belum juga bangun, sama sekali tidak terusik, mobil pun melaju kembali kerumah.
*****
Beberapa saat setelah elin mengatakan seperti itu, keheningan terjadi antara mereka, Raka fokus melihat kedepan, sedangkan elin sesekali melirik Raka, ia tidak bisa berbohong kalau pria di sampingnya ini memang kelihatan tampan dan berkharisma, pasti banyak diluar sana wanita yang siap menjadi istrinya.
__ADS_1
"Elin, apakah kau memiliki kekasih? " tanya Raka sambil melihat elin lekat
"Itu privasi, kenapa kamu menanyakan itu, apakah kamu berniat menjadi kekasihku? " goda elin .
"Kalau kamu mau boleh, langsung jadi istri lebih baik, " ujar Raka yang membuat elin terdiam dengan muka yang memerah malu, berniat mengoda malah ia yang kena.
"Kamu bisa aja bercandanya, ngak lucu kita saja baru kenal, bahkan belum lama, " jawab elin
Elin bisa melihat Raka menghela nafasnya, kenapa dengan pria ini pikirnya, bukankah yang dikatakan olehnya benar, lagian dia juga tau diri, ia hanya seorang karyawan biasa, tidak memiliki orang tua lagi, tinggal hanya dikotrakan, mana sebanding dengan pria ini fikirnya.
"Raka ini sudah malam, sebaiknya aku pulang saja, Terima kasih sudah menghiburku mengajak ku ketempat yang indah ini, aku pergi dulu, sampai jumpa, " ujar elin yang pergi begitu saja tanpa mau mendengar jawaban dari raka.
Raka yang melihat punggung itu semakin menjauh, hanya bisa menatapnya nanar, ia tidak tahu mengapa dekat dengan wanita itu iya merasa nyaman, Raka frustasi baru kali ini dia merasakan berdebar dengan wanita, tetapi wanita itu malah menolaknya mentah-mentah, ia pun memutuskan kembali ke rumahnya.
*****
Ditengah perjalanan jessi terbangun dari tidurnya, ia sedikit terkejut melihat keberadaan nya didalam mobil bersandar di bahu Reyhan.
"Aku mengendong mu, rasanya tubuhku sakit semua akibat mengendong mu, " jawab Reyhan dengan tatapan datarnya.
"Mengapa kau tidak membangunkanku saja, kau memang modus bilang saja kau memang ingin mengendongku, makanya kau tidak membangunkanku, " ujar jessi .
"Kau sudh ku bangunkan berkali-kali, tanya kan saja kepada pengawal didepan, dasar kau sana yang kebo, " jawabnya lagi.
"Apakah itu benar, " tanya jessi memastikan.
"Benar nona, beberapa kali tuan Reyhan sudah membangunkan anda, tetapi anda tidak bangun, " ujar pengawal.
Jessi melihat wajah Reyhan yang terlihat lelah, ia cengengesan melihat Reyhan , yang juga melihat kearahnya.
.
"Terima kasih karena kau sudah mengendongku, lain kali cubit saja aku, pasti aku akan bangun, " ujar jessi
__ADS_1
"Lain kali aku akan meninggalkan mu saja, " jawab Reyhan santai seraya memejamkan matanya.
jessi tidak menjawab, ia memutuskan melihat keluar jesmdela saja, ia malas berdebat dengan pria di sampingnya ini.
Saat jessi melihat keluar, ia tidak sengaja melihat ayah, beserta ibu tiri dan adek tirinya makan bersama mereka terlihat seprti keluarga bahagia, ayahnya pun seakan melupakannya, ia begitu muak dengan ayahnya, bagaimana mungkin ayahnya tega tidak mencarinya, ia mengepalkan tangannya menahan amarahnya, ia berjanji tidak akan pernah mengampuni mereka, ia akan membalas semua perbuatan mereka, tunggu saja.
Setelah beberapa lama mereka pun sampai, Reyhan keluar dari mobil dan masuk kerumah, tanpa mu menunggunya, atau sekedar membukakan pintu, ia kesal dengan pria itu, sifatnya sangat menjengkelkan.
Baru beberapa langkah jessi memasuki rumah, ia berpapasan dengan wanita paruh baya yang ia tahu adalah oma dari Reyhan, yang sangat membenci dan tidak pernah menyukai keyla, bahkan terus berusaha memisahkan nya, tapi kali ini jessi tidak akan mau diam saja, ia akan membalas jika ada yang berbuat jahat kepadanya.
"Halo oma, apa kabar , " ucap jessi sekedar basa basi, ia tahu bahwa wanita tua i i dari tadi menatapnya seakan akan ingin mengutilinya, tetapi ia mencoba bersikap santai saja.
"Kau memang wanita pembawa sial,kau membuat cucu ku dalam bahaya, seharusnya kau tidak menikah dengan nya, " ujar oma nita
jessi menangapinya hanya dengan senyuman yang semakin membuat oma nita menatapnya tajam.
"Kenapa oma berkata seperti itu, semua yang terjadi tidak ada sangkut pautnya denganku, " jawab jessi dengan nada santainya.
"Dasar perempuan tidak tau diri, pembawa sial, hanya bisa menyusahkan orang saja, pergilah dari rumah ini, karena aku sudah membawa ibu dan istri yang cocok untuk Reyhan dan al, " ucap oma nita lagi.
"Terserah oma, aku pergi dulu aku lelah mau istirahat, selamat malam oma cerewet " jawab jessi berlalu ia puas melihat wajah wanita itu yang memerah menahan amarah, emangnya kalau dia sudah tua jadi aku tidak bisa melawan ya, dia salah aku bukanlah keyla yang lemah, dan diam saja diperlakukan seperti apapun.
Oma nita yang melihat kepergian wanita itu kesal, beraninya wanita tidak tau diri itu mengatainya, awas saja wanita itu besok pagi akan kuberi ia pelajaran ujar oma nita dengan tersenyum smirk.
jessi membersihkan dirinya, ia tidak melihat Reyhan dimanapun. ia berfikir laki-laki itu pasti di ruang kerjanya.
Sebelum jessi tidur, ia memutuskan untuk melihat al terlebih dahulu, ia merasa bersalah kepada anak itu, pasti tadi mencarinya.
setelah melihat al, dan menciumnya, ia kembali ke kamarnya untuk istirahat, saat membuka pintu ia sedikit terkejut melihat Rey sudah berada ditempat tidur, ia pun memutuskan untuk tidur juga karena hari ini begitu melelahkan menurutnya.
__ADS_1
Bersambung.......