
"Apa yang mama katakan tidak benar, aku sama sekali tidak ada berniat menyinggung nya, apalagi membuatnya menangis, aku tidak mengerti mengapa dia tiba-tiba menangis seperti itu, " ucap jessi.
"Yang dikatakan keyla benar tante, dia tidak ada menyakiti ku, hanya saja dia berbicara tentang keluargaku, aku sangat sensitif jika tentang mereka, itu sebabnya aku menangis, tapi itu bukan kesalahan keyla, " ucap raina, menghapus air matanya, sembari mencoba tersenyum, supaya ia terlihat baik-baik saja.
"Key, kamu tidak boleh seperti itu, raina sangat sedih jika keluarganya dibicarakan, kamu harusnya bisa menjadi temannya supaya ia tidak merasa sendirian lagi, " kata mama rena, jessi yang mendengar perkataan dari mamanya hanya bisa diam, sepertinya mamanya ini sudah masuk kedalam jebakan yang dibuat oleh wanita ini fikirnya.
"Ia ma, aku tidak akan membahasnya lagi, " jawab jessi, "yasudah kalau begitu mama pergi dulu, mama nanti bisa telat, raina tante pergi dulu ya, kamu tidak usah merasa sedih lagi, " ucap mama rena berlalu pergi dari situ, meninggalkan jessi dan raina.
Setelah mendengar mesin mobil yang sudah pergi,"Mengapa kau mengatakan seperti itu kepada ibu mertuaku, apakah kau ingin membuat aku menjadi wanita jahat kepada nya? kau sungguh licik ternyata, kapan aku membahas tentang keluarga mu, "kata jessi, dari tadi ia sebenarnya ingin menyela kalimat yang diucapkan oleh wanita didepanya ini, karena dia sama sekali tidak ada mengucapkan tentang keluarganya.
" Aku tidak bermaksud seperti itu, mengapa kau selalu salah paham padaku? "ucap raina sambil menujukan wajah yang membuat jessi jijik, tanpa menjawab kalimat yang diucapkan raina, jessi pergi dari situ, melihat jessi pergi raina tersenyum, wanita itu pun memasuki kamarnya, dan mengunci pintu, ia menelfon seseorang.
" Halo bagaimana, apakah ada informasi terbaru, "tanya raina kepada seseorang ditelfon.
" Sesuai dugaanmu, mereka mencari tau tentang dirimu dan keluargamu, sepertinya Reyhan belum mempercayai mu, dia bahkan terus mengawasimu, "jawab seseorang ditelfon.
" Aku sudah menduganya, dan aku ingin marah padamu, bukankah kau mengatakan bahwa wanita yang bernama keyla itu adalah wanita yang lemah, dan penurut,tapi dari aku datang dirumah ini, dan aku tadi berbicara padanya, seperti nya dia bukan wanita seperti itu, "Ucap raina, ia sedang bertelfonan dengan temannya bara.
" Aku lupa mengatakan nya padamu, beberapa hari terakhir memang wanita itu berubah, aku tidak tau apa penyebabnya, tapi yang pasti aku ingatkan padamu, kau harus ingat rencana yang sudah kau buat sejak awal, kau sudah menunggu lama, jangan sampai gagal, "ucap bara.
__ADS_1
" Aku tau, tapi sepertinya, aku akan sedikit mengubah rencanaku, aku tidak suka kepada wanita itu, dia mendapat kasih sayang dari semua orang, sedangkan aku kehilangan semuanya karena wanita itu, jadi kau yang akan mencari informasi tentang saudara perempuan ku itu, aku akan memberi sedikit pelajaran pada wanita itu, yang tidak akan pernah dilupakan nya seumur hidupnya, "Kata raina.
" Apa yang kau katakan raina, jangan sampai kau menjadi orang yang jahat hanya karena dendam mu itu, kau tau bukan ibumu tidak menyukai sifatmu yang seperti itu, "jawab bara.
" terserah, ini adalah hidupku, jadi aku akan melakukan apa yang menurutku harus kulakukan, kau hanya perlu menjalani tugas yang ku berikan, "ucap raina mematikan telefonya dengan sepihak.
Sebenarnya tidak ada yang mengetahui bagaimana rencana yang dibuat oleh raina, bara adalah sahabatnya yang selama ini menemaninya, sebelum ibunya raina meninggal, wanita itu sudah mengatakan kepada anaknya itu untuk tidak membalas dendam apapun kepada keyla, karena dia mengagap anaknya raisa sudah tenang, dia tidak menginginkan anaknya raina menjadi orang yang jahat.
Tapi seperti nya, pesan terakhir yang dikatakan oleh ibunya tidak akan didengar olehnya, raina sangat tidak menyukai ada orang yang menyayangi keyla, wanita itu harus merasakan apa yang dirasakan oleh raina, tidak perduli apapaun yang terjadi, wanita itu harus menerima balasannya.
*****
Sesampainya dibawah ia melihat raina, tapi tidak memperdulikan wanita itu jessi langsung pergi begitu saja, sesampainya diluar rumah wanita itu melihat supir pribadi yang biasa dibawa oleh mamanya itu dirumah, bukankah mama mertuanya pergi, lalu bagaimana bisa supir nya itu masih berada dirumah, jessi ingin bertanya, tapi wanita itu merasa pergi kerumah sakit secepatnya itu lebih penting, nanti saja ia bertanya fikirnya.
Sesampainya dirumah sakit , jessi langsung buru buru mencari ruang rawat ayahnya, tadi pihak rumah sakit menelfon bahwa ayahnya sempat kejang-kejang, walaupun sekarng kondisinya sudah normal, tapi ia merasa cepat, kemarin sebelum ia pergi dari rumah sakit, jessi mengatakan kepada pihak rumah sakit, untuk mengabari apapun perkembangan kesehatan dari ayahnya.
Saat sampai diruangan ayahnya, jessi membuka pintu, ternyata didalam ada ibu tirinya sarah, jessi tidak tahu kalau ibu tirinya itu akan berada di sini sekarang wanita itu tidak tahu akan bagaimana menghadapi ibu tirinya itu, karena pasti wanita itu akan heran melihatnya.
"Ini adalah wanita yang membantu suami ibu, katanya ini adalah ayahnya, " ucap dokter kepada sarah, ibu tirinya itu langsung melihat kearah jessi. "Kalau begitu kami permisi, kondisinya sudah normal sekarang, " ucap dokter dan suster pergi dari ruangan itu meninggalkan jessi dan ibu tirinya sarah itu.
__ADS_1
"Siapa kau, mengapa engkau membantu pengobatan dari suamiku, aku tidak pernah melihat mu sebelumnya, " ucap sarah.
"Perkenalkan namaku adalah keyla, aku mem
ang membentu pengobatan dari suami anda, dan mengatakan kepada pihak rumah sakit kalau saya itu adalah anaknya, " ucap jessi tenang.
wanita itu akan bersikap tenang menghadapi wanita yang licik seperti ibu tirinya itu, "Aku membayarkan biaya pengobatan dari pak reno, itu semua karena dia juga sudah membantu saya, kemarin saat saya berada dirumah sakit ini, saya. tidak sengaja mendengar bahwa keluarga dari pak reno sama sekali tidak ada yang membayar biaya rumah sakit, menjenguk saja tidak pernah, anda isti seperti apa sebenarnya, " kata jessi
Mendengar kalimat yang diucapkan oleh jessi, wanita itu bisa melihat bahwa, ibu tirinya itu marah, terbukti dari dia melihatnya dengan tatapan tajam nya, "Tau apa kau tentang keluarga ku, kau hanya orang asing yang baru membayarkan biaya rumah sakit dari suamiku saja sudah belagu, tidak usah terlalu mencampuri urusan orang lain, " kata sarah dengan sinisnya.
"Aku tidak pernah mencampuri urusan orang lain, aku sudah menganggap pak reno seperti ayahku sendiri, aku turut prihatin kepadanya, saat ia sakit bahkan istrinya sendiri tidak peduli padanya, " kata jessi yang berhasil memancing kemarahan dari wanita itu.
"Tutup mulut mu, pergilah dari sini, kau tidak ada urusannya berada disini, keluar dari sini, " ucap Ibu tiri sarah dengan sedikit berteriak.
"Santai nyonya, ini rumah sakit, tidak boleh berteriak, lagian mengapa Anda marah-marah, nanti keriput anda akan semakin banyak, " kata jessi lagi, ia tersenyum bisa mengetjai ibu tirinya itu.
"Apa yang katakan, cepat pergi dari sini, atau akan kupanggilkan keamanan, " ucap sarah, mendengar itu jessi pun pergi dari ruangan itu, ia tidak mau mencari keributan dengan dipanggilnya keamanan, menurutnya mengerjai wanita itu sudah cukup, setidaknya ia merasa sedikit terhibur.
Bersambung.....
__ADS_1