
Melihat wanita itu bersiap untuk kembali tidur, pria itu menghela nafas nya karena seperti nya wanita itu akan marah padanya jika ia tidak mengatakan yang sebenarnya, sementara Reyhan sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berbuat baik kepada wanita ini, karena sudah merasa bersalah atas semua perbuatan nya dulu.
"Wanita itu sudah tiada, " ucap Reyhan.Dan perkataan yang diucapkan oleh pria itu berhasil membuat jessi membalikan badanya, tadinya wanita itu memang membelakangi Reyhan, tapi setelah mendengar perkataannya membuatnya secara refleks duduk, dan karena terlalu tiba-tiba bangun membuat perutnya yang terluka kembali merasakan nyeri.
"Aduhh, " ucapnya sambil memegang perutnya dengan satu tanganya.
"Apa yang terjadi? apakah jahitan nya kembali terbuka? " ucap Reyhan panik, bahkan tanpa disadari nya Reyhan ikut memegang tangan jessi yang diperutnya, membuat wanita itu merasakan hal yang aneh, saat tanganya dan tangan pria itu bersentuhan, bahkan dia seketika melupakan rasa sakitnya dan malah memandangi raut wajah Reyhan yang panik.
"Apakah terasa sangat sakit, sampai kamu tidak menjawab perkataanku? apa Aku perlu memangilkan dokter? " tanya Reyhan yang semakin tidak tenang karena wanita itu hanya diam saja.
"Tidak perlu, aku tadi tiba-tiba ingin bersandar jadi karna terlalu mendadak jadi membuatnya sedikit nyeri, tapi sekarang sudah tidak lagi," jawab jessi.
Aku sebenarnya masih binggung dengan perubahan yang terjadi pada pria ini, bagaimana mungkin dia bisa banyak berubah dalam waktu singkat, bahkan sekarang dia terlihat sangat peduli, Aku seharusnya bahagia dengan perubahan yang ditunjukkan oleh suaminya ini. mulai sekarang Aku sudah mulai menerima kenyataan bahwa aku akan berada selamanya didalam tubuh wanita ini, mungkin ini sudah takdir ku, jadi aku akan melakukan peranku dengan sebaik mungkin sebagai istri dan ibu dari anak ku al, sekarang anak itu adalah anaku juga.
"Apa kau yakin? aku bisa memangil dokter untuk memeriksakan nya, siapa tau jahitanya kembali terbuka, " ucap Reyhan yang masik belum merasa ucapan wanita itu benar, karena tadi dia sempat mengaduh kesakitan.
"Iya aku sangat yakin, sekarang aku ingin mendengar penjelasan dari perkataan mu tadi, apa maksudnya?" tanya jessi setelah merasa lukanya tidak sesakit tadi, sebenarnya aku sangat terkejut mendengar jika rania sudah tiada, bahkan banyak kemungkinan-kemungkinan yang berada didalam fikiranku.
Sebelum menjawab pertanyaan dan menjelaskan segalanya Reyhan menghela nafasnya terlebih dahulu, "Wanita itu mengakhiri hidup nya sendiri dengan meloncat dari raftoop hotel, sehingga nyawa nya tidak bisa diselamatkan, " jawab Reyhan, memperhatikan dengan seksama wajah wanita itu, dia ingin mengetahui reaksi apa yang akan diberikan wanita itu mendengarnya.
Aku sangat shock mendengar perkataan dari Reyhan, bagaimana mungkin wanita itu mengakhiri hidupnya sendiri, mengapa dia bertindak bodoh seperti itu, aku masih tidak menyangka wanita itu mau mengakhiri hidupnya sendiri"Apakah itu benar? bagaimana mungkin dia melakukan itu? Aku masih tidak mempercayai nya, "ucap jessi, entah hanya perasaannya saja atau memang kebenaran nya, tapi aku merasa sangat mustahil wanita itu melakukan hal bodoh seperti itu.
__ADS_1
" Aku pun tadi sempat tidak mempercayai jika wanita itu melakukan hal itu, tapi setelah Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri Aku merasa ini memang yang sebenarnya terjadi, "ucap Reyhan, tadinya memang Reyhan berfikir bahwa wanita itu hanya sekedar menakuti saja, agar bisa terlepas darinya, tapi semuanya malah diluar ekspetasi nya sendiri.
" Rey, apakah kau tidak merasakan ini semua ada kejanggalan? "ucap jessi .
Mendengar perkataan wanita itu membuat Reyhan kesal sekaligus merasa tidak menyukai nya, karena dulu wanita itu tidak pernah memangilnya dengan sebutan namanya , bahkan usia mereka terpaut tiga tahun, tapi wanita itu hanya memangilnya dengan sebutan nama saja, hal itu membuatnya merasa wanita itu kurang sopan padanya yang notabe nya adlah suaminya sendiri.
Melihat perubahan wajah dari pria itu membuat jessi binggung, apakah ada yang salah dari perkataan nya" Mengapa kamu menatapku seperti itu? apakah Aku mengatakan sesuatu yang salah? "tanya jessi lagi.
" Mengapa kamu memangilku dengan sebutan nama tanpa embel-embel apa pun, kamu tau usia kita terpaut tiga tahun, kurang sopan jika kamu hanya menyebut nama saja, dulu saja kamu tidak pernah memangilku dengan seperti itu, "ucap Reyhan langsung saja mengutarakan apa yang sedang difikir olehnya.
Mendengar perkataanya membuat jessi kembali mengingat kilasan tentang masa lalu dari wanita yang bernama keyla itu, memang setelah menikah wanita itu mengubah nama pangilan yang, dan Aku tidak merasa nyaman jika harus memangil pria itu dengan panggilan yang diberikan oleh istri nya .
" Aku merasa jika kamu memangil ku dengan sebutan nama, akan terlihat tidak siapanya , apalagi usia kita yang dimana Aku lebih taus dari kamu, jadi kamu harus mengubahnya, jika tidak aku tidak akan menjelaskan apapun lagi tentang wanita itu padamu, "ucap Reyhan sedikit mengancam wanita yang berada didepanya itu.
" Baiklah,baiklah aku akan mengubahnya, tapi kau harus mengatakan semuanya padaku, tanpa ada yang kamu tutupi, "ucap jessi yang tidak mau pria itu menutupi apapun darinya.
" baik, tapi kamu harus mengatakan sekarang, coba kami katakan, "ucap Reyhan yang seperti nya tidak akan merasa puas sebelum kembali mendengar pangilan yang biasanya diberikan oleh wanita itu.
" Mas Reyhan sekarang jelaskan padaku semuanya tanpa terkecuali, "ucap jessi, yang menekankan setiap kata yang diucapkanya, walaupun merasa kurang nyaman dengan pangilan itu, tapi ia mencoba bersikap biasa saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah elin merasa sudah cukup untuk mengunjungi makam sahabatnya,setidaknya rasa rindunya sudah sedikit terobati, , dia pun mengajak albi untuk kembali pulang, karena elin juga merasa sudah terlalu lama berada diluar, apalagi ia tidak mengabarinya pada Raka jika akan pergi keluar.
__ADS_1
" Terima kasih karena sudah mau menamaniku, sekarang kamu bisa pulang, aku akan kembali keapartemen mengunakan taksi saja, aku tidak ingin merepotkan kamu, "ucap elin.
" Tidak el, kamu pergi samaku, dan pulang akan aku antarkan, aku tidak merasa direpotkan olehmu, jadi jangan merasa sungkan padaku, aku sudah menganggap kamu itu adalah adiku sendiri, "ucap albi membuka pintu mobil untuk elin, dengan merasa sedikit tidak enak hati elin pun masuk kedalam mobil, karena merasa tidak enak jika menolak pria itu.
" Aku sebenarnya ingin bertanya sendari tadi, Aku merasa tidak asing dengan nama sahabatmu tadi, kalau boleh tau, dia sebelumnya bekerja dimana? "tanya albi sambil menghidupkan mesin mobilnya dan mulai mengendarai mobil nya membelah jalanan yang lumayan padat.
" Mungkin kamu pernah mendengar nama yang sama dengan nya, tidak mungkin kamu mengenalnya, kami hanya bekerja sebagai waiters disebuah cafe jadi mungkin kamu pernah mendengar namanya, "ucap elin.
Setelah itu keheningan terjadi, karena albi yang sibuk dengan pemikiranya, sedangkan elin memandang jalanan dengan melihat keluar jendela. Setelah beberapa saat meneduhkan perjalanan akhrinya mereka sampai didepan gedung apartemen nya.
Elin langsung saja keluar dari mobil diikuti oleh albi, " Terima kasih sudah mengantarkan aku dan menemani aku tadi, "ucap elin.
Sebelum menjawab perkataan dari elin, Raka tiba-tiba muncul entah dari mana, pria itu sudah berada disamping elin, " Sekarang pulanglag, "ucap Raka dingin.
Elin yang mendengar perkataan dari pria itu seketika merasa cemas, belum pernah sebelumnya Raka mengeluarkan aura yang seperti ini, bahkan albi tanpa mengucapkan kata apapun langsung saja pergi, karena tatapan permusuhan yang diberikan oleh suaminya itu.
Setelah kepergian albi, Raka langsung saja menarik tangan Elin, bahkan tidak seperti biasa nya, pria itu kali ini menarinya dengan sedikit kasar, sehingga Elin marasqkqn sakit dan sudah dapat dipastikan olehnya bahwa tanganya akan memar.
" Ada apa denganmu? "ucap Elin menghempaskan tanganya dari Raka, setelah mereka berdua sampai didalam apartemen, sesuai dengan dugaanya tanganya kian memar, akibat ditarik oleh Raka.
" Seharusnya aku yang bertanya padamu! mengapa kaamu pergi tanpa bilang padaku? "ucapnya dingin, dapat dilihat olehku jika wajahnya sekarang sudah memerah, seperti nya saat ini pria ini sedang marah.
__ADS_1
Bersambung.......