Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 40 puncak


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya tiba, hari ini adalah di mana mereka semua akan pergi kevilla yang berada di puncak, disini yang paling semangat adalah al, dia satu-satunya orang yang paling antusias sekali. mereka berangkat menggunakan dua mobil, satu mobil papa dan mama, satu nya lagi mereka berempat, yang membuat aku malas satu mobil dengannya.


Perjalanan mereka ditempuh dengan keheningan, sesekali hanya terdengar celotehan dari al, "Rey, nanti didepan berhenti sebentar ya, sepertinya didepan ada toko, aku ingin membeli sesuatu, " ucap raina memecahkan keheningan yang terjadi dimobil itu.


"Hm, " balas nya seadanya, seperti keinginannya, mereka pun berhenti didepan, perempuan itu langsung turun, "Ma, al ingin membeli itu, " ucap al yang melihat ada tukang jualan gulali disamping kedai yang dimasukin oleh raina tadi, "Tidak al, nanti gigimu bisa sakit, bukankah jajanan mu sudah banyak, "Jawab Reyhan.


" Tidak papa, hanya satu bungkus saja, kami akan bagi dua,aku juga mau, "ucap jessi menurunkan kaca mobil, kebetulan mereka berhenti tepat di sampingnya, jadi jessi tidak perlu turun untuk membelinya, setelah selesai membeli, bersamaan dengan itu raina juga sudah selesai. Mereka kembali melanjutkan perjalanan, jessi dan al, terlihat sangat menikmati perjalanan, sambil memakan gulali yang dibeli olehnya tadi.


Setelah cukup lama menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai divilla, saat memasuki kawasan nya, jessi sudah bisa merasakan kesejukan tempatnya, banyak pepohonannya, masik sangat asri.


" Ma, apakah kita sudah sampai, "ucap al, " Sudah nak, ini adalah kawasan villa, "jawab jessi.


saat sudah tiba didepan rumah, jessi bisa melihat bahwa mobil yang digunakan oleh mertuanya sudah sampai terlebih dahulu, setelah mobil diparkir jessi langsung turun begitu juga dengan al, dia terlihat sangat senang. " Al, sini nak sama oma, kita akan masuk dulu, istirahat baru kita pergi berkeliling,"ucap rena mengajak cucunya itu masuk, diikuti oleh jessi , Reyhan, dan raina.


"Rey, kamarmu dan keyla, berada di lantai atas, mama tadi sudah menyuruh pelayanan membersihkan, kamar mama dan papa dibawah, begitu juga dengan kamar kamu raina, berada dibawah, " ucap mama rena menjelaskan, yang hanya dibalas persetujuan oleh mereka.

__ADS_1


keyla dan Reyhan pun memasuki kamar mereka di lantai atas diikuti oleh al yang berada digendongan Reyhan, mereka tidak membawa pengasuh mira untuk menjaga al, selain karena jessi memang ingin menjaga anaknya, pengasuh anknya itu juga sendang pulang ke kampung.


"Ma, apakah setelah ini akan jalan-jalan, al sudah tidak sabar ingin berkeliling ditempat ini, seperti nya akan asik," ucap bocah itu ketika Reyhan metakannya di kasur dan pria itu memasuki kamar mandi, "Ia al, kita akan berkeliling, kita juga akan pergi kekeringan teh yang ada disini, mama dengar sedang masa panen, pasti seru kalau kita kesana, " ucap jessi sambil membayangkannya.


Saat pria itu sudah keluar dari kamar mandi, jessi masuk kedalam, sekedar untuk mencuci mukannya, "ma, ayo kita pergi, kata papa kita akan keluar sekarang, " ucap al, ketika melihat ibunya keluar dari kamar mandi. "apakah itu benar Rey, bukankah kata mama kita akan pergi jalan-jalan itu besok, hari ini kita disuruh istirahat, " ucap jessi.


"Tidak aku sudah mengatakan ini pada mama, dan dia menyetujui nya, apakah kau tidak ingin ikut? " ucap Reyhan


"Tidak aku ikut, aku juga bosan jika dikamar saja, ayo kita pergi kalau begitu, " ucap jessi sambil mengandeng al keluar dari kamar, dan diikuti Reyhan dibelakangnya.


"Tidak ma, aku tidak keberatan, " ucap jessi, tapi didalam hati wanita itu ingin sekali meneriaki wajah wanita yang sok baik itu, padahal wanita itu bisa berkeliling sendiri, mereka kan ingin menghabiskan waktu keluarga saja, kenapa juga wanita itu harus ikut.


Reyhan pun terlihat diam saja mendengar ucapan dari mamanya itu, mereka berempat pun pergi , rencananya mereka akan pergi berjalan kaki saja berkeliling, tadinya jessi sangat senang, karena pasti akan menyenangkan, tapi moodnya buruk sekarang.


"Pa, al jalan saja, al kan sudah besal,turunkan al yaya, " ucap anak itu yang sendiri tadi digendong oleh papanya itu, karena takut anak itu malas lepas pengawasan dari mereka, apalagi anak itu sedang aktif-aktifnya.

__ADS_1


mereka memutuskan pergi ke kebun teh, sesampainya disana al terlihat berlari, yang dikejar oleh Reyhan, sedangkan jessi duduk di kursi yang tersedia disitu, kalau raina wanita itu sudah berpisah saat memasuki kebun teh ini, katanya dia akan berkeliling sendiri saja, dan akan bertemu lagi diterbangkan masuk, jessi tidak terlalu memperdulikan wanita itu, tapi dia sedikit heran, jika wanita itu ingin berkeliling sendiri, mengapa tadi mengatakan pergi bersama.


"Ma, sini kejar al, ayah tidak bisa menangkap, " ujar anak itu berlari kearahnya, dia tau Reyhan memang sengaja tidak menangkap anak itu agar dia senang.


Setelah mereka puas bermain kejar-kejaran, al beserta ayahnya pergi ke toilet katanya, sekalian membelikan minum, jessi memang tidak ingin ikut, karena wanita itu merasa kelelahan bermain tadi, saat ia melihat sekeliling nya, dia menemukan sosok raina sedang berdiri di tepi jurang, sambil merentangkan tangannya, jessi pun mendekati wanita itu, dia takut raina melakukan hal yang aneh, kebun teh ini memang memiliki jurang yang tidak terlalu dalam, karena dibawahnya terdapat pohon teh juga.


"Apa yang kau lakukan disini, jangan terlalu kepinggir, nanti kau bisa terpeleset dan jatuh, " ucap jessi setelah mendekat dengan wanita itu.


"Apa pedulimu, aku sudah tidak memiliki siapapun didunia ini, untuk apa aku bertahan, jadi kalau pun aku melompat sekarng tidak akan ada yang sedih, dan juga kalau aku mau, aku bisa melakukannya sejak lama, aku tidak segila itu, aku hanya ingin melihat pemandangan dari arah sini, " jawab wanita itu sambil memejamoan matanya.


"Oh kamu kira kau ingin mengakhiri hidupmu, " ucap jessi berada disamping wanita itu, "Aku tidak sebodoh itu, " jawab raina, saat ia ingin berbalik tidak sengaja kakinya terpeleset dan dia hampir jatuh jika jessi tidak segera menarik tangannya.


"Apa yang kukatakan, peganglah tanganku lebih kuat aku akan menatikmu, " ucap jessi,


"Apa yang kau lakukan, " ujar seseorang dibelakang jess berbicara, wanita itu mengenal suara itu, seperti suara.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2