Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 13 pagi yang buruk


__ADS_3

pagi ini jessi bangun lebih awal, ia memasuki kamar mandi sekedar mencuci muka dan sikat gigi, ia berencana akan menghabiskan waktu dengan al, untuk menebus kesalahan nya semalam, saat ia keluar dari kamar mandi, ia masih melihat Reyhan tidur terlelap, ia memutuskan meninggalkan pria itu, tanpa membangunkan nya ia akan kekamar albian dulu, sebelum turun kebawah untuk sarapan.


Setelah kepergiaan jessi, Reyhan terbangun dari tidurnya , reyhan melihat jam ternyata ia bangun terlambat, ia bergegas bersiap untuk pergi kekantor, Reyhan sempat mencari keberadaan istrinya itu, mungkin sudah turun kebawah, tapi kenapa wanita itu tidak membangunkan ku fikirnya.


Saat jessi memasuki kamar al, ia melihat wanita asing sedang berada didalam kamar itu,jessi tidak pernah melihat wanita itu fikirnya.


"Siapa kau, mengapa ada dikamar al? " tanya jessi memperhatikan pakain wanita itu dari bawah sampai atas, baju yang kurang sopan menurutnya.


Perempuan itu tersenyum, dan mengulurkan tangannya"Perkenalkan namaku cantika, calon ibu sambung,dan calon istri albian albian, "ucap wanita itu dengan nada sombong nya, terlalu percaya diri fikir jessi.


" Hey, bangunlah ini sudah pagi, jangan terlalu bermimpi, calon istri aku itu istrinya, bukan kau, "ujar jessi


mendengar kalimat yang diucapkan jessi, cantika malah tersenyum mengejek memperhatikan jessi.


" Kau sebentar lagi pasti akan dicampakan dari rumah ini, dan aku lah yang akan menjadi nyonya dirumah ini, mengerti, "ucap cantika dengan mengibaskan rambutnya ke belakang.


" Al, ayo nak sama tante, kita akan turun untuk sarapan, kata oma buyut kamu harus sama tante, "ujar cantika yang sebenarnya sudah lelah dari tadi membujuk anak kecil ini tetapi tidak mau pergi bersamanya.


" Tidak, aku akan sama ibu saja, tante jelek pergilah, "ucap al yang tidak suka kepada cantika


Cantika yang mendengarnya pun mengepalkan tangannya, ia sangat marah dengan anak ini, kalau saja bukan anak Reyhan pasti ia malas untuk mendekatinya, ia paling tidak suka dengan anak kecil merepotkan menurutnya.


" Kau dengar apa yang al katakan, pergilah dari sini tante jelek, "ucap jessi sambil menahan tawanya.


Cantika yang kesal menghentikan kakinya, dan pergi dari situ dengan amarah nya, ia sempat melihat perempuan itu berkata, awas saja nanti, tapi ia tidak memusingkan semua itu.


" Al sebenarnya malah dengan ibu, tapi al ngak mau sama tante itu, "ucap al yang membaringkan wajahnya.


jessi duduk dipinggir kasur dan mengambil anak itu mendudukan nya dipangkuannya.


" Sayang maaf ya, semalam mama mengikari janji mama, sebagai permintaan maaf, hari ini mama akan menemani al satu harian ini , jadi al maafin mama kan? "ujar jessi kepada al.


al memeluk mamanya itu" Aku mana bisa marah Lama-lama sama mama, aku sayang ibu, "jawab al dengan memeluk jessi.


" Ayo sayang kita turun, pasti semua orang sudah menunggu, "ujar jessi sambil mengendong al, dan membawanya keluar dari kamar.


Sepanjang perjalanan, al bercerita tentang apa saja yang dilakukannya semalam, saat al berada dirumah bersama dengan pengasuh.


Sesampainya dimeja makan, jessi bisa melihat tataan dari oma nita yang seakan ingin memakanya saja, juga tatapan mengejek dari cantika, dia juga baru menyadari bahwa kursi yang biasa diduduki olehnya, kini dipakai oleh cantika, karena itu wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


" Sini nak duduk dekat mama, tidak papa kan,"ucap mama rena.


"Makanya kalau udah menjadi seorang istri itu telaten, ini turun kemeja makan aja lama, lambat sekali , " ujar oma dengan sinis.

__ADS_1


Jessi tidak menangapinya ia duduk, dan jessi juga menduduki al di kursi khusus anak itu, jessi mulai mengambil makanan untuk dimakan oleh al, begitu juga makanan nya, oma nita yang melihat itu menyuruh cantika untuk menyiapkan makanan untuk Reyhan.


jessi yang mendengar oma nita menyuruh gadis itu, langsung mengambil alih piring Reyhan dan menyiapkan sarapannya.


"Aku kan istrinya mengapa oma menyuruh wanita asing untuk melayani suamiku, " ucap jessi sambil menyuapi makanan kepada al.


"Sudah, sebaiknya kita makan dulu, " nada tegas dari alfian membuat mereka diam dan melanjutkan makanan nya, tetapi tidak dengan cantika dan oma nita yang menatap tajam pada jessi yang terlihat santai saja.


Setelah makan,papa alfian dan Reyhan pergi kekantor, jessi dan al begitu juga dengan mama rena berada diruang tengah, oma nita beserta cantika menghampiri mereka.


"Al sini main sama tante sayang, "ucap cantika yang menghampiri al untuk mengambil perhatian anak itu, yang sama sekali tidak melihat kepadanya, ia tetap bermain robotnya.


" Al itu tante cantika berbicara padamu, tidak sopan jika seperti itu, "ucap oma nita yang melihat cicitnya itu mengacuhkan cantika.


Aku tidak mau belmain dengan tante jelek, aku main sama ibu saja, " ucap al sambil mendatangi jessi yang duduk disofa dan memeluknya.


"Al, apakah ibumu mengajarimu seperti itu, iya, " ujar oma nita


"Ma, key tidak mungkin mengajari yang tidak baik kepada anaknya sendiri, " bela mama rena


"Alah , bisa saja tante tadi al tidak berkata seperti itu, siapa lagi yang mengajari kalau buka dia, " ucap cantika


"Al, ibu tidak pernah mengajari mu seperti itu bukan, " tanya jessi sambil mengusap rambut anak itu.


"Al, mengapa kamu mengatakan seperti itu, tante bahkan tidak pernah jahat padamu, " ucap cantika dengan berpura-pura sedih.


"Kamu dengar itu rena, ngapain kamu membela menantu kamu ini, anaknya kok diajari tidak benar, mau jadi apa nanti al jika terus bersamanya, bisa-bisanya nanti al jadi sama seperti dia, ih jangan sampai , " ucap oma nita.


"Oma bicara apa, mana mungkin aku mengajari al yang tidak baik, seharusnya oma mengajari tamu yang oma bawa itu, lagian apa salah nya jika anakku sama sepertiku, bukanya aku ibunya, " jawab jessi lagi


"Kau memang yang melahirkan nya, tapi kau tak pantas untuk menjadi ibunya, bisa-bisa nanti cicitku ini akan membawa pengaruh buruk terhadap orang lain, kau kan pembawa sial, " ujar oma nita, sedangkan cantika sudah tersenyum mengejek melihat jessi.


"Ibu, apa itu pembawa sial, mengapa oma mengatakan sepelti itu kepada ibu, " tanya al menatap ibunya lekat.


Belum sempat jessi menjawab cantika sudah menjawab duluan dengan penjelasan nya.


"Pembawa sial itu, dia hanya membawa masalah setiap waktu, setiap orang yang bersamanya pasti akan kena masalah, " jawab cantika


"Tidak ibuku adalah orang baik, dia tidak pelnah membawa masalah, dia adalah ibu yang penuh kasih sayang, mengapa oma buyut mengatakan sepelti itu, " ujar al menatap omanya itu


"Yang dikatakan oleh tante cantika benar sayang, al jangan mau diajarin yang tidak baik oleh ibumu ini, karena dia itu tidak baik, " ucap oma nita


Mama rena marah sekaligus kecewa dengan mertuanya itu, bisa-bisanya ia mengatakan seperti itu kepada anak kecil, tidak habis pikir dia dengan nya, segitu benci kah ibu mertuanya itu kepada menantunya itu fikirnya.

__ADS_1


"Key bawalah al ke taman, bermain lah disana, " ucap mama rena menengahi saat ia tau bahwa al akan bicara lagi, dan pasti akan mendapat jawaban yang tidak baik lagi.


"Baiklah ma, kami pergi dulu oma, aku bukan pembawa sial, aku juga tidak membawa pengaruh buruh terhadap anak ku sendiri, " ujar jessi sebelum berlalu dari situ.


Setelah melihat kepergian menantu dan cucunya itu, mama nita pun berbicara kepada mertuanya itu.


"Ma, apakah pantas mama berbicara seperti itu kepada al, dia tidak tau apa-apa mengapa mama berbicara begitu tadi? " tanya mama rena


"Tente apa yang dikatakan oleh oma nita itu bener kok, sudah seharusnya juga al itu tau tante, " jawab cantika.


"Diamlah, kau itu hanya tamu disini, tidak usah ikut campur dalam urusan keluarga kami, kau hanya orang asing, dengar, " jawab mama rena yang muak dengan wanita yang dibawa oleh mama mertuanya itu, dari awal ia membagi tidak menyukainya .


Cantika yang mendengar kalimat yang diucapkan mama rena hanya bisa terdian, ia mengepalkan tangannya, ia sangat marah.


"Jaga bicara mu rena, jangan berkata seperti itu kepada cantika, aku yang membawanya, menurutku dia lah yang lebih pantas menjadi istri dari cucu ku Reyhan dibandingkan wanita itu, kau tidak pantas mengatakan seperti itu, jangan mentang-mentang kau menantu dikeluarga ini, kau bisa berbuat seenaknya, tanpa anakku al kau hanya wanita biasa, ingat itu, " ujar oma nita yang berlalu dari situ pergi kedalam kamarnya, diikuti oleh cantika dari belakang,meninggalkan mama rena sendirian.


Mama rena yang mendengar itu sedih, ternyata dari dulu sampai sekarang mama mertuanya itu tidak pernah berubah.


*****


Raka yang sedang berada dirumah sakit tidak bisa konsentrasi, ia terus memikirkan gadis yang bernama elin itu, ia ingin menemuinya tetapi ia bahkan tidak mengetahui rumah wanita itu.


Raka hanya mendapatkan nomor wanita itu, tetapi ia ragu untuk sekedar menghubunginya, ia binggung akan mengatakan apa.


Setelah sekian lama berfikir, Raka tidak sengaja menekan no elin dan menelfon ya, panggilan tidak beberapa lama diangkat oleh elin.


"Halo, ini siapa, " jawab elin di sebrang sana.


Raka yang mendengar nada lembut dari wanita itu, membuat jangtungnya berdebar, ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya.


Saat elin tidak menemukan jawaban apapun ia pun memutuskan untuk mengakhiri nya, orang salah sambung fikirnya, tetapi sebelum elin mematikan Raka bersuara.


"Halo,ini aku Raka, apakah kau sedang sibuk " jawab Raka


"Oo, ini dokter Raka ada apa dokter, aku memang sedang sibuk, " jawab elin


"Bisakah kita nanti malam makan malam bersama, " ucap Raka


"Hmm, maaf dokter sepertinya tidak bisa, sudah dulu ya aku sadang sibuk, " ucap elin yang langsung mematikan sambungan telepon nya.


Raka duduk di kursi kebesaran yang dengan raut kecewa, ia kesal dua kali ditolak oleh gadis itu fikirnya.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2