
Saat mendengar suara ketukan pintu, Reyhan pun memutuskan membuka pintu terlebih dahulu, jika ada yang mencarinya, pasti ada yang ingin disampaikan oleh orang itu, "aku akan membukakan pintu terlebih dahulu, " ujarnya berjalan untuk membuka pintu kamar.
"Ada apa? " ujarnya ketika mengetahui yang mengetuk pintu nya ternyata adalah asisten nya Arya.
"Begini tuan, tadi kepala pelayan menelfon saya, bahwa keadaan rumah orangtua tuan, jauh dari kata baik, seperti nya musuh sudah bergerak dengan cepat, tidak seperti dugaan kita sebelumnya, " ucapnya.
Laki-laki itu yang mendengarnya tersenyum smirk, "Biarkan musuh bergerak lebih cepat,itu adalah hal yang bagus untuk kita, sekarang sebaiknya kau tetap memantau pergerakan nya, aku akan melakukan sesuatu terlebih dahulu, " ucap Reyhan.
"Baiklah tuan, kalau begitu saya minta maaf, karena sudah menggangu, " ujarnya menunduk hormat dan pergi dari situ.
Reyhan kembali masuk kedalam kamar, tidak lupa mengunci pintunya terlebih dahulu, sebelum menghampiri istrinya itu, "siapa itu? " tanya jessi, dia memang tidak melihat siapa yang datang, dan tidak mendengarkan percakapan mereka.
"Tadi yang datang asisten ku arya, tidak penting tentang itu, sekarang cepat katakan apa yang sudah kamu lihat tadi tentang dirimu, " ujar Reyhan.
"Aku melihat kamu menyiksa wanita itu, mengapa kamu melakukan itu,kamu tega sekali melakukan hal itu padanya, " jawab jessi kembali mengingat kilasan tentang bagaimana Reyhan yang menyiksa wanita itu dengan mengores wajahnya, tidak ada rasa kasihan sama sekali diwajah pria itu, dia bahkan seperti menikmati apa yang telah dilakukannya.
"Apakah kau tau alasan aku melakukan semua itu? " tanyanya.
Entah dorongan dari mana Reyhan ingin menjelaskan sedetail mungkin agar wanita itu tidak salah menduga tentangnya, dan tidak ada kesalahan pahaman. "Aku tidak tahu, tapi kamu tidak seharusnya melakukan hal itu, " jawab jessi.
"Kau tahu, aku memeng tidak ingin melakukan itu padanya, tapi dia yang menyebabkan aku melakukan hal seperti itu, perempuan itulah yang membuat al seperti ini, bagaimna mungkin aku tidak marah padanya, bahkan dia masih belum mengaku siapa yang menyuruh dia untuk melakukan semua ini, " ujar Reyhan
"Jadi wanita itu, dia yang melakukan semuanya pada al, mengapa dia setega itu, " ujar jessi.
"Iya aku baru tahu tentang itu sekarang, bahkan aku menyesal tidak bisa menjadi ayah yang baik bagi putra ku sendiri, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan saja, " jawab reyhan
__ADS_1
"Kau sudah menjadi papa yang baik, hanya saja memang tidak ada yang mengetahui tentang ini bukan, lalu apa kamu bilang tadi, wanita itu ada yang menyuruhnya, siapa yang melakukan hal itu? " ujar jessi tidak mengerti bagaimana bisa pelayan yang dipercaya oleh keluarga itu bisa melakukan hal seperti ini, dia sudah menghianati kepercayaan yang diberikan.
"Aku tidak tahu, sampai sekarang dia sama sekali belum mengakuinya, aku tadi sangat marah, jadi sampai melukainya, tapi tetap saja dia sama sekali tidak mau mengaku, dia sangat setia, lebih baik dia tersiksa daripada dia mengatakan yang sebenarnya, " ujar Reyhan, walaupun wanita itu tidak mau jujur, Reyhan sudah menyuruh asistennya itu untuk menyelidiki nya, karena aku yakin ada orang dibalik semua ini.
"Apakah dia orangnya, " gumam jessi yang masih bisa didengar oleh Reyhan.
"Siapa? apakah kau mencurigai seseorang? " tanya Reyhan.
"Ia, tapi itu masih dugaan ku saja, apakah kamu sudah melakukan penyelidikan? " tanya jessi.
"Sudah, apakah kau menduga yang melakukannya adalah raina? " tanya Reyhan.
Mendengar perkataan dari pria itu membuat jessi terdiam, bagaimana mungkin dia mengetahuinya, tapi seperti nya pria itu tidak sama sependapat denganya, terbukti dari raut wajahnya, "Mengapa kamu mengatakan itu, apakah kamu mencurigainya? " tanya jessi.
"Tidak, tapi menurut ku dia tidak ada sangkut pautnya dengan hal ini, dia saja baru datang kesini, sedangkan rencana untuk al sudah diatur sejak lama, aku memiliki banyak musuh, bisa saja ini adalah ulah salah satu musuh yang tidak menyukai keluarga kita, " jawabnya.
"Sekarang kau sudah mengerti bukan, dan ya hanya kau saja yang mengetahui tempat ini, jangan pernah memberitahu kannya pada siapapun, tanpa kecuali, walaupun kepadan kedua orangtuaku, sekarang ayo kita kembali, " ujar Reyhan
"Mengapa kita kembali, aku bahkan belum mengenal tempat ini, " ujar jessi.
"Kita harus segera kembali, telah terjadi kekacauan dirumah papa dan mama, jadi kita harus segera kesana, " ujarnya.
...----------------...
Saat hendak membayar semuabelanjaan yang sudah selesai, belum sampai kedepan kasir mereka berdua bertemu dengan orang yang tidak ingin ditemui oleh elin, bahkan ketika melihat suaminya wajah wanita itu tanpa berbinar,terlihat jelas raut kebahagiaan saat melihat Raka, "Halo dokter Raka, senang bertemu denganmu disini, " ujarnya.
Rasanya elin muak sekali melihat wanita itu, padahal sudah ditolak mentah-mentah tapi tetap saja terlihat tidak mau menyerah sama sekali, "iya dokter Siska, kami pergi dulu, " ucap Raka yang terlihat tidak nyaman dengan keberadaan wanita itu, bahkan dia melakukannya terang-terangan, melewati wanita itu kami langsung membayar kekasir yang kebetulan tidak ada orang, nasib baik berfihak pada mereka, karena tidak perlu mengantri.
__ADS_1
Seakan tidak mau berputus asa, perempuan itu kembali menghampiri kami, "Kalau boleh aku tahu ini siapa kamu dokter Raka? " ujarnya.
"Oh, perkenalkan aku adalah istrinya, " jawab elin mengulurkan tanganya, tapi sama sekali tidak dibalas oleh wanita itu.
"Hahaha, kamu seperti nya sedang bermimpi, mana mungkin Raka menikah dengamu, " ujarnya mendelik menatap elin dengan tatapan tajamnya.
"Benar apa yang dikatakan oleh nya, elin memng adalah istriku, kami hanya menikah di gereja, belum melakukan resepsi, " jawabnya.
"Baiklah jika memang dia itu istri mu, tapi bukankah dia itu adalah istri yang tidak direstui, ups" ujarnya berpura-pura menutup mulutnya seakan sudah mengucapkan kata yang salah, tapi sebenarnya dia sengaja ingin memancing keributan, tanpa merespon perkataan wanita itu Raka membayar belanjaan mereka, dan segera pergi dari tempat itu.
Sial
"Berani sekali mereka mengabaikan ku, awas saja kamu Raka, akan kupastikan kamu akan menjadi milik ku seorang, " ujarnya.
"Kamu tidak perlu memikirkan perkataan yang diucapkan oleh wanita itu, anggap saja hanya omong kosong belaka, " ujarnya begitu selesai menyusun belanjaan dan masuk kedalam mobil .
Melihat istri nya itu diam saja, Raka memutuskan tidak menyalakan mobilnya dulu, dia tidak ingin perkataan wanita itu tadi berhasil mempengaruhi istrinya itu, "Mengapa kamu diam saja? apakah kamu memikirkan perkataan nya, " ujar Raka
"Tidak , aku hanya sedikit heran, apakah oma yang mengatakan hal ini padanya, dari mana dia mengetahui hal ini, apakah dia adalah wanita yang ingin dijodohkan denganmu, " tanya elin menatap pria itu.
"Ia, dia adalah perempuan itu, oma hanya tahu dia adalah perempuan baik-baik, padahal dia hanya berpura-pura baik saja, sebenarnya dia adalah wanita yang sangat jauh dari kata baik, " ucap Raka.
"Sudah lah, lupakan saja, sekarang kita pulang saja, aku tahu kamu sedang lapar sekarang, aku tadi mendengar suara perutmu berbunyi, " ujar elin, yang mencoba mengabaikan saja perkataan wanita tadi.
"Mana ada perutku bunyi, " ucapnya bersamaan dengan perutnya yang berbunyi.
Haahahha, elin tidak bisa berhenti tertawa melihat pria itu,perkataanya tidak sesuai dengan keadaanya,Raka sendiri senang melihat tawa dari wanita yang begitu dicintainya itu.
__ADS_1
Bersambung......