
Jessi merasa terkejut, bagaimana mungkin ayahnya bisa terbaring lemah dirumah sakit, yang ia ketahui ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit apapun, wanita yang tadi ia lihat itu adalah ibu tirinya, dan ia pun mengikutinya, hingga ia mengetahui fakta yang mengejutkan,saat ia melihat ibu tirinya akan keluar ia bersembunyi dibalik tembok.
Wanita itu melihat ibu tirinya sedang mengangkat telefon,Jessi bisa mendengar percakapan dari ibu tirinya itu dengan seseorang ditelefon yang ia tidak ketahui siapa.
"Bagaimana ini, mas reno sakit, aku tidak tahu bagaimana akan membayar biaya rumah sakit, " ucap sarah berbicara dengan seseorang ditelfon.
"Perusahaan sedang mengalami kerugian besar, dan mas reno malah sakit, pria itu memang tidak berguna, menyusahkan saja, " ucap sarah lagi berbicara.
Jessi yang mendengarnya , tampak semakin terkejut saja, ia tidak menyangka bahwa ayahnya itu dalam masalah besar, walaupun pria itu tidak bersikap baik kepadanya, ia tetaplah ayah kandung jessi, wanita itu lebih tidak menyangka lagi dengan perkataan ibu tirinya itu, ayahnya sudah banyak pengorbanan untuk wanita itu, tapi saat ayahnya sakit ia bahkan malah berkata bahwa ayahnya itu tidak berguna.
"Aku akan pergi, sekarang aku yang harus mengurus perusahaan, pria itu entah kapan dia akan sadar, baiklah aku tutup telfonya kita akan jumpa ditempat biasa, untuk membicarakan ini lagi, " ucap sarah mematikan sambungan telfonannya, dan pergi dari situ.
Jessi yang melihat ibu tirinya itu pergi, ia memutuskan untuk masuk melihat ayahnya sebentar saja.Saat ia ingin memasuki ruang itu, ia harus memakai perlengkapan khusus.
Wanita itu masuk, dan prihatin melihat ayahnya, ia tidak menyangka pria itu bisa terbaring lemah dirumah sakit seperti ini, jessi duduk di kursi sebelah ayahnya, ia mengegam tangan ayahnya itu, ia sangat menyayangi ayahnya.
"Ayah, mengapa kau bisa masuk rumah sakit, bukankah kau adalah pria yang kuat, " ucap jessi sambil tersenyum.
"ayah ingat, seseorang pernah berkata kepadaku, kita tidak boleh lemah, harus bisa menjadi kuat, ayah mengatakan seperti itu, saat aku sedang sakit, " ucap jessi
"Sekarang ayah sedang lemah, ayah harus bisa menjadi kuat, seperti kata ayah kepadaku, sewaktu aku sakit waktu itu, aku tau ayah menyayangi ku, tapi ayah selalu terhasut oleh nenek sihir dan anaknya itu, sampai ayah menuruti semua perintah mereka, " ucap jessi lagi, ia berkata seakan-akan ayahnya itu bisa mendengarkannya.
"Ayah tau, aku mengalami hal yang sama sekali tidak pernah kubayangkan, mungkin banyak orang tidak akan percaya denganku, tapi ayah, aku memang mengalaminya, aku mengalami transmigrasi, saat aku diusir dari rumah, aku mengalami kecelakaan, dan ragaku memasuki tubuh wanita yang sudah memiliki suami, dan anak ayah, " ucap jessi lagi, jessi tau ayahnya tidak akan menjawab, atau merespon perkataannya, tapi ia tetap bercerita.
Saat sedang bercerita kepada ayahnya, ponsel yang berada di tas nya berdering, ia melihat ternyata pengasuh mira yang menelfon, ia lupa akan mereka, karena keasikan berbicara.
"Halo mbak, " ucap jessi saat mengangkat pangilan .
"nona maaf, tapi al sudah mencari ibu, katanya dia ingin turun, " jawab pengasuh mira.
__ADS_1
"Jangan mbak, saya sudah siap kok, ini mau keluar, " ucap jessi
"Baiklah nona, saya akan membujuk al dulu, " jawab pengasuh mira, jessi pun mengakhiri panggilan.
jessi kembali melihat kebrankar ayahnya, sebelum pergi ia menyempatkan berbicara kepada ayahnya.
"Ayah aku akan pergi dulu, nanti aku akan kesini lagi, " ujar jessi sambil mencium pipi ayahnya dan segera pergi dari ruangan itu.
Sesampainya dimobil jessi masuk kedalam , ia melihat al sedang memakan kue yang disiapkan pelayanan, yang memang mereka bawa tadi, saat melihat kedatangan ibunya al pun meminta duduk dipangkuan ibunya itu.
"Pak kita pergi dari sini, kita akan ke mall , ujar jessi
" Baik nona, "jawab supir.
Sepanjang perjalanan, jessi memikirkan kejadian yang hari ini ia lihat, wanita itu masih tidak percaya, sampai ia melupakan niat awal yang ia ingin lakukan dirumah sakit itu sebenarnya, saking asiknya jessi berfikir sampai tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai dimall.
mereka pun turun , dengan jessi mengedong al, anak itu terlihat sangat antusias saat mereka mulai memasuki mall.
" Ibu nanti aku ingin belmain disana ya, kita beli es klim juga, balu beli mainan, "ucap al saat pertama kali masuk kedalam mall.
Jessi hanya menanggapi perkataan anaknya itu dengan mengelus rambutnya, ia senang melihat keatusiasan yang ditunjukkan oleh al.
" Nanti kita akan bermain, sekarang kita makan siang dulu, "ujar jessi.
******
Mereka memasuki restoran disalah satu mall tersebut, sesampainya disana, mereka mencari meja kosong, jessi memilih meja yang dipojokan yang kebetulan sedang kosong.
Saat jessi duduk, ia tetep memangku al duduk bersamanya, jessi pun memesan makanan, sambil menunggu jessi pun mengatakan kepada pengasuhnya al, seperti yang dikatakannya kepada supir tadi, pengasuh mira hanya mengiyakan saja.
__ADS_1
Beberapa saat setelah jessi mengatakan itu, keheninga pun terjadi, al sedang fokus bermain dengan robot kesayangannya, wanita itu pun hanya memperhatika al, tapi saat wanita itu sedang melihat al,jessi tidak sengaja mendengar suara yang familiar dibelakangnya, ia tidak bisa mendengar dengan jelas pembicaraan mereka, karena posisi meja yang hanya, dihalangi satu meja lainnya dan juga suara berisik dari meja sebelahnya.
saat jessi ingin memastikan apakah seseorang yang dibelakangnya itu memang orang yang ia kenal, ponselnya berdering, ia terpaksa mengurungkan niatnya, ia mengambil ponselnya dan mengangkat telfonan, yang ternyata reyhan yang menelfonnya.
" Kalian dimana, aku sudah didepan, "ujar reyhan ketika jessi mengangkat telfonnya.
" Kami sedang makan siang, di restoran cempaka, datanglah kemari, "ucap jessi.
Tanpa menjawab pertanyaan dari jessi, reyhan mematikan sambungan telepon yang sepihak.
Jessi hanya bisa bersabar, menghadapi sifat dari reyhan, bukanya menjawab malah mematikan nya, dasar pria kaku.
Saat jessi ingin melihat siapa yang berada dibelakangnya tadi, ternyata orang itu sudah pergi, karena meja itu sudah kosong, jessi tadi sangat yakin jika orang yang dibelakangnya tadi itu adalah ibu tirinya sarah, suaranya mirip dengan ibu tirinya itu.
wanita itu ingin memastikan seseorang yang dibelakangnya tadi, ia ingin mencarinya, pasti masih berada disekitar sini, tapi pelayan sudah datang membawakan makanan yang mereka pesan, niatnya pun tidak jadi, karena jessi juga sudah lapar, dan ia tidak mungkin meningalkan anaknya al, pasti anak itu tidak akan mau fikirnya.
Tidak lama setelah pelayan mengantar makanan, reyhan datang dengan jas yang sudah di lepasnya, dan kemejanya ia lipat dibagian lengan, saat pria itu memasuki restoran, banyak pasang mata yang menatapnya kagum, dan terang-terangan memujinya.
Al yang melihat ayahnya yang mendekat pun berkata " Ayah, apakah pekeljaan ayah cepat selesai hali ini, "tanya al yang melihat ayahnya datang, dan meminta untuk digendong oleh ayahnya.
Saat al mengatakan itu, suaranya sedikit keras, sehingga semua orang yang mengagumi reyhan tadi, tanpa. sedikit kecewa, tetapi masih ada juga yang terang-terangan tetap memujinya.
" Ayah kan udah janji pada al, jadi ayah datang lebih awal, "jawab reyhan memangku al dan duduk di kursi samping jessi, pengasuh mira ingin pergi dari situ, karena ia merasa canggung dengan reyhan, tetapi jessi menahanya, dan menyuruhnya tetap duduk.
" Tetap disini saja mbak, tidak apa-apa, "ucap jessi kepada pengasuh mira.
Mereka makan sing dengan hening
, sesekali mereka akan mendengar al yang berbicara apa saja.
__ADS_1