Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 15 Rencana yang gagal


__ADS_3

Elin berjalan dipinggir jalan, ia sedang binggung sekarang, dirinya baru saja dipecat dari kantor tempatnya bekerja, ini merupakan hari sial baginya, belum lagi hari ini dia harus membayar kos nya, sedangkan uangnya sudah tidak ada lagi, tabunganya bahkan habis saat mengurus biaya admnistrasi sahabat nya.



Saat ia mengingat jessi ia pun menjadi sedih, saat dalam keadaan yang seperti ini biasanya sahabatnya lah yang akan membantu, dan selalu menemaninya, tapi sekarang ia sendiri, ia tidak tau lagi harus melakukan apa sekarang kalau ia pulang kekos yang ada ia akan diusir, saat kebingungan nya, berhenti mobil mewah tepat didepanya.



Elin yang sudah tau siapa pemilik mobil mewah itu, mencoba mengabaikannya ia tidak mau berurusan dengan pria yang baru beberapa kali bertemu denganya itu, saat elin akan pergi, seseorang dari dalam mobil itu menariknya, sehingga ia masuk kedalam mobil, orang itu tidak lain adalah Raka.



"Mengapa kau mencoba mengabaikan ku, " tanya Raka , melihat wanita itu hendak keluar ia pun mengunci pintunya.



"Bukanlah dokter, aku sedang tidak mau berdebat, aku sudah banyak masalah, jangan menabahinya, " jawab elin yang sebenarnya merasa tidak nyaman saat pria itu menatapnya.



"Apakah kau sedang kesulitan, katakanlah kepadaku siapa tau aku bisa membantumu, " ucap Raka.



"Tidak perlu, aku bisa mengatasinya sendiri, biarkan aku pergi, " jawab elin tanpa melihat pria yang di sampingnya.



"Katakanlah jangan keras kepala, aku memaksamu, " ucap Raka yang mulai geram dengan tingkah dari gadis ini.



"kenapa kau memaksa, ingatlah dokter kita baru kenal, dan anda tidak mempunyai hak untuk mencampuri urusan pribadinya saya, emangnya anda siapa, " ucap elin yang mulai jengah dengan tingkah pria itu.



"Baiklah kau memang benar, aku hanyalah pria asing menurutmu, dan aku tidak berhak ikut campur dalam urusan pribadimu bukan?jadi mari kita menikah, " ucap Raka dengan nada tenang



Elin yang mendengar kata pria itu, melotot ia tidak percaya bahwa ada pria langka seperti ini, ia bahkan tidak pernah jumpa dengan pria seberani ini, bisa-bisanya ia mengajak menikah, emangnya pernikahan itu main-main pikirnya.



"Dokter anda jangan seenaknya saja, sudahlah biarkan aku pergi, " ucap jessi lagi



"Kau bahkan tidak menjawab, aku serius dengan perkataanku, saat aku melihatmu pertama kali aku langsung merasakan getaran aneh, yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, saat dekat denganmu rasanya hatiku, aku mohon terimalah lamaran ku, bagaimana caranya aku membuktikan kepadamu bahwa aku sungguh-sungguh, aku serius padamu, " jelas Raka panjang lebar sambil memegang tangan elin.



Elin yang mendengar itu terkejut, ia bisa melihat ketulusan dari mata pria ini, tetapi ia tidak yakin dengan status sosialnya, ia hanya yatim-piatu, sedangkan pria ini merupakan orang kaya, dan seorang dokter, bagaimana mungkin keluarganya menerimanya yang hanya wanita biasa.



"kau tidak perlu khawatir tentang keluargaku, ayak dan bunda ku akan merestui hubungan kita, mereka tidak pernah memandang status , mereka pasti senang, karena sudah lam mereka ingin aku segera menikah, " ucap Raka yang seakan tau isi fikiran dari wanita itu.

__ADS_1



"Aku belum bisa menjawab, kasih aku waktu, " jawab elin, ini terlalu mendadak menurutnya.



"Baiklah, sekarang katakan padaku, kau sedang mendapatkan masalah apa sebenarnya, " tanya Raka lagi.



"Hm, sebenarnya aku dipecat dari tempat kerjaku, dan hari ini aku harus membayar kos, tetapi uangku tidak ada, " jawab elin yang memerankan suaranya diakhir, ia sangat malu mengatakannya.



"Apakah uangmu habis untuk mengurus biaya rumah sakit, almarhum sahabat mu, " tanya Raka.



Elin hanya mengangukan kepalanya, ia yang melihat itu memeluk wanita itu, elin merasa nyaman berada dipelukan Raka.



"Baiklah kita akan ketempat kosmu dulu,untuk mengambil barang-barangmu, setelah itu kau akan tinggal di apartemen ku tidak ada bantahan, " ucap Raka ia menghidupkan mobilnya dan menjalankan nga dengan kecepatan sedang.


******


Sementara di kantor jessi masih terpaku,dia berdiri didepan pintu, setelah kesadarannya kembali ia pun masuk kedalam, ia meletakan tas dan bekal yang dibawanya dengan asal diatas meja kerja Reyhan.



"Kau,apa yang kau lakukan disitu ha, " ucap jessi dengan marah menarik wanita itu untuk berdiri,ia menghempaskan wanita itu sehingga ia terjatuh ke lantai, tadi jessi melihat sendiri bahwa wanita yang bernama cantika itu berpura-pura terjatuh dipangkuan Reyhan, sangat menjijikan.




Jessi tau itu semua hanya lah drama dari wanita itu, entah apa lagi rencana yang akan dilakukan oleh oma nita bersama dengan perempuan itu.



"Kau sangat pintar membuat drama, dasar menjijikan, untuk apa kau datang ke kantor suami orang ha, untuk mengoda, bahkan pakaian mu itu seperti perempuan pengoda, " ujar jessi yang melihat pakaian yang digunakan wanita itu kurang bahan semuanya, rok yang sangat pendek, bahkan bajunya yang ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya.



"Aku hanya ingin mengantarkan makan siang, lagian oma yang menyuruhku, bukanya kau tadi sedang sibuk bermain bersama al, jadi oma menyuruhku, mengapa kau malah menyalahkanku, aku hanya disuruh boleh oma tidak lebih. " jawab cantika



Reyhan yang melihat kelakuan dari jessi tidak menyangka, ia sendiri masih terkejut dengan apa yang terjadi, setelah ia kembali sadar, ia pun membantu cantika berdiri dan mendudukan nya disofa.



"Kau tidak pantas menjatuhkanya seperti itu, kau tidak lihat tanganya memar, dia tidak sengaja tadi terjatuh, " ucap Reyhan yang melihat bahwa siku wanita itu sedikit membiru.



"Dia yang salah, lagian tadi itu dia hanya berpura-pura jatuh, untuk mencari perhatian, " jawab jessi.

__ADS_1



"Terserah apa yang kau katakan, tapi tidak sepantasnya kau berbuat kasar, ia hanya disuruh oma, " ucap Reyhan lagi.



"Kenapa kau malah membelanya, aku itu istrimu, siapa yang tidak marah melihat wanita lain duduk dipangkuan suaminya, semua wanita juga akan bereakasi sepertiku, " jawab jessi yang bisa melihat bahwa cantika tersenyum mengejek kepadanya.



"Aku tidak membela siapapun, jangan berbuat sesukamu kepada orang lain, " ucap Reyhan lagi.



"Terserah lagian diakan hanya memar, tidak sampai luka parah, pergilah pulang obati lukamu itu, " ucap jessi lagi.



" aku sudah membawa bekal, sebaiknya kau pergilah, bawa makanan yang kau bawa tadi pulang, karena suamiku hanya akan memakan makanan ku saja. " ucap jessi kepada cantika



cantika yang melihat itu pun menatap Reyhan, ia ingin melihat reaksi apa yang akan pria yang sendiri tadi diam itu berikan.



"Tidak, aku akan memakan bekal yang dibawa oleh oma, bawa saja punyamu kembali pulang, " ucap Reyhan



"Tidak bisa seperti itu, aku sudah membawakan makanan kesukaan mu jadi kau harus memakanya, " ucap jessi yang sebenarnya merasa kesal dengan pria itu, kalau saja bukan mama rena yang menyuruhnya ia pasti malas untuk datang kekantor pria ini.



Reyhan terlihat menghela nafasnya, "Baiklah aku akan memakanya letakan saja disitu, setelah itu pergilah, " jawab Reyhan yang sedang fokus memeriksa berkas -berkasnya.



"Aku yang akan menemanimu makan siang, kau pergilah pulang untuk apa kau masih disini, bukanya kau hanya disuruh mengantar bekal, dan lagi kau harus mengobati lukamu itu bukan, " ucap jessi melihat cantika yang mengepalkan tangannya, ia tau pasti wanita itu marah saat rencananya dengan wanita tua itu gagal.



cantika yang mendengar kalimat itu kembali menatap Reyhan, ia ingin pria itu menyuruh jessi yang pergi bukan dirinya, ia ingin pria itu mengasihani dirinya dan mengantarnya pulang, tapi itu hanya angan-anganya saja.



Reyhan yang merasa ditatap pun mengeluarkan suaranya"Kau pergilah, sampai kan salam ku pada oma, "ucap Reyhan.



Cantika yang mendengar perkataan dari Reyhan hanya bisa pasrah, ia menatap tajam jessi, kalau saja wanita itu tidak datang ia pasti sudah menghabiskan waktu bersama dengan Reyhan pikirnya.



ia pergi dari ruangan itu dengan menghentikan kakinya, ia mengambil tasnya yang disofa dengan kasar dan pergi dari situ.


__ADS_1


Jessi yang melihat itu tersenyum, ia merasa kelakuan wanita itu sangat murahan, berpura-pura perhatian, ia ingin menunjukan bahwa ia wanita yang pantas, padahal sebenarnya ia adalah wanita yang ingin mengincar harta saja, ia tahu itu.


Bersambung......


__ADS_2