
Sementara divilla , Reyhan mengendong raina, membawa wanita itu kedalam kamarnya, diikuti oleh papanya, mamanya sedang menidurkan al, mereka belum menyadari jika jessi tidak ikut pulang bersama mereka, "Papa akan menelfom dokter, " ucap alfian, tidak lama setelah itu datang seorang dokter, yang memeriksa keadaan dari wanita itu, yang ternyata hanya kelelahan saja, dan dia pingsan efek makan hanya sedikit saja.
Setelah kepergian dokter, Reyhan dan papa alfian keluar dari kamar itu meninggalkan wanita itu, "Pa di mana mama? " tanya Reyhan
"Bagaimana kondisi raina rey, apakah dia baik-baik saja," ucap mama rena yang baru saja keluar dari kamarnya, wanita itu sudah menidurkan cucunya.
"Dia tidak papa, hanya kelelahan saja, " jawab alfian
"Ma, dimana keyla? aku sejak tadi tidak melihatnya, " ucap Reyhan yang tidak menyadari keberadaan wanita itu dari tadi.
"Lo, bukankah tadi dia bersamamu, mana juga tidak tau, karena sibuk mengurus al dan mencemaskan raina, mama tidak memperhatikan keyla, " ucap rena juga menjadi panik tidak mengetahui keberadaan dari menantunya itu.
"rey, bukankah tadi dia berjalan dibelakangmu, apakah saat tadi dia ingin memasuki mobil, kau menutup pintunya? " ucap alfian.
"pa, sepertinya keyla masih berada didanau itu, " ucap Reyhan, yang baru mengingat jika tadi saat dia sudah masuk dan meletakan raina, dia menutup pintu mobil, tanpa engetahui jika istri nya itu belum masuk kedalam.
"Lalu, kamu tunggu apalagi rey, cepat pergi dan susul istrimu, jangan sampai dia tersesat, dan diganggu orang jahat," ucap rena
Saat Reyhan ingin pergi, terdengar suara cukup kencang dari kamar raina , dia mengurungkan niatnya untuk pergi dan berlari melihat ada apa yang terjadi didalam kamar wanita itu, mama rena dan alfian juga mengikuti nya.
"Apa yang terjadi, astaga raina apa yang kau lakukan, " ucap rena melihat wanita itu terjatuh dari tempat tidur, dengan gelas yang sudah berserak pecah tepat disamping wanita itu.
"Maaf, aku tadi merasa haus, dan berniat mengambilnya, aku tidak sengaja menjatuhkannya, aku akan membersihkannya, " ucapnya yang berniat menyentuh pecahan itu, tetapi dihentikan oleh Reyhan"Kau tidak perlu membersihkannya, biarkan pelayanan yang melakukannya, sebaiknya jika kau membutuhkan sesuatu panggil saja orang yang berada dirumah ini, "ucap Reyhan.
" Benar apa yang dikatakan oleh Reyhan nak, kamu kalau membutuhkan bantuan panggil saja tante, atau pelayan, kami pasti akan membantu, "ucap rena
" ma, kalau begitu aku pergi dulu, aku titip al, pa aku pamit, "ucapnya menyalim tangan kedua orang tua nya, pergi dari situ.
*****
Bara menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh jessi, " Kesalah pahaman yang terjadi antara Reyhan dan juga raisa, itu semua penyebabnya adalah aku dan juga raina, jika saja saat itu aku tidak membantu nya, kesalahan pahaman tidak akan terjadi, dan mungkin semua tidak akan seperti ini, "ucapnya, jessi dapat melihat penyesalan dimata pria itu.
" jika itu semua tidak terjadi, mungkin sekarang raisa dan Reyhan sudah menjadi keluarga bahagia, dia tidak akan menikahi wanita yang tidak dicintainya, "
__ADS_1
"Tapi aku sudah melihat perubahan yang besar pada sahabatku itu, aku melihat cinta padamu dimatanya, aku yakin dia sudah memiliki perasaan padamu, tapi dia memang belum menyadarinya, " ucapnya
"Aku penasaran, bagaimana hubunganmu sekarang ini dengan raina, apakah kalian masih bersama? " tanya jessi
"Sebenarnya aku lah yang menyampaikan semua informasi tentang dirimu dan Reyhan, selama dia tidak berada disini, aku berfikir setelah kehilangan semua anggota keluarga nya dia akan berubah, tapi dugaanku salah, dia sama sekali tidak pernah berubah, sejauh ini hubunganku dengannya kurang baik, " ujar bara
"Sebenarnya dia memiliki tujuan penting untuk datang ke kota ini,sebelum mendiang ibunya meninggalkan nya ibunya sempat memiliki pesan terakhir padanya, raina disuruh menemukan kakak perempuan mereka yang sudah lama hilang, tapi wanita itu sepertinya sudah tidak peduli tentang itu, dia bahkan tidak mendengarkan nasehat terakhir yang disampaikan oleh ibunya, " ucapnya lagi.
"Lalu bagaimana sekarang, ibu mertuaku sekarang sudah menyayangi nya, apapun yang akan ku katakan ibu mertuaku tidak akan memepercayaiku, dia sudah mempengaruhi semua orang dengan sikapnya itu, dia bersikap sangat polos,di hadapan keluarga ku, " ujar jessi.
" Aku hanya ingin mengatakan, kau harus bisa menjauh kan anggota keluargamu darinya, tapi kau harus bersikap biasa saja denganya, jangan sampai dia mengetahui hal ini, dia tidak boleh mengetahui bahwa kau sudah mengetahui ini, aku akan terus memgawasinya, aku tidak akan membiarkan dia melakukan hal di luar batasnya, suduh cukup kemarin itu aku keliru, saat dia meracunimu, "ucapnya
" Apa kamu bilang, bukankah kamu yang merencanakan itu? "ujar jessi
" Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang tentang itu, tapi aku hanya mengingatkanmu untuk tetap berhati-hati padanya, "ujar bara yang pergi meninggalkan jessi disitu, wanita itu bahkan belum sempat menjawab perkataan dari pria itu, aku binggung mengapa pria itu mendadak pergi sebelum menjelaskan semuanya.
Aku kembali memikirkan semua yang dikatakan oleh pria itu, bagaimana bisa ada wanita yang seperti itu, bahkan dia tidak menyukai jika kembaran nya sendiri bahagia, apakah memang seperti itu, aku jadi semakin pusing memikirkan semua teka teki ini, bahkan masalah wanita yang bernama keyla ini, lebih rumit lagi dari pada masalah dikehidupanku sebelumnya, huf entah apa lagi yang akan terjadi kedepamya, aku harus bisa kuat untuk menghadapi wanita itu, sepertinya lawanku kali ini sangat licik, aku harus bisa mengawasinya.
__ADS_1
Saat aku tengah sibuk dengan pemikiranku sendiri, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tanganku, membuatku terkejut, " Apa yang kau lakukan, "ucapan ku terhenti setelah melihat ternyata yang menarik tanganku adalah Reyhan, pria itu menariknya memasuki mobil, sampai didalam mobil, pria itu tidak melajukan mobilnya, dan tidak mengatakan sepatah katapun, dia terlihat menghela nafas beberapa kali, aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu.
" Mengapa kau tadi tidak kembali kevilla? "ucapnya setelah beberapa saat terdiam, dia mencoba meredakan emosinya, sendari tadi Reyhan ingin memarahi wanita itu, tapi karena dia tidak ingin berbuat kasar, pria itu mencoba menahannya.
" Bukankah kamu tadi menutup pintu mobil, saat aku hendak memasukinya, "ucapku mengingat kejadian itu, sekarang aku mengetahui mengapa bara tadi tiba-tiba pergi meninggalkan ku, pasti pria itu sudah mengetahui bahwa Reyhan akan datang, seperti nya dia tidak ingin terjadi kesalah pahaman.
" Aku tadi tidak mengetahui jika kau belum memasuki mobil,"jawabnya
"Aku sudah tahu itu, kamu begitu mencemaskan raina, sampai tidak memperhatikan apapun, dan memikirkan apapun tentang yang lainya, fokusmu hanya pada wanita itu, yang notabenya kembaran kekasihmu, aku sudah tahu pasti saat kamu melihatnya, kamu berfikir dia itu adalah raisa, "
"Apa maksudmu, tidak usah memancing emosiku, kau sepertinya sangat senang jika aku berbuat kasar padamu, mengapa kau mengatakan seperti itu, aku sama sekali tidak sengaja melakukan itu, " ucapnya
"Baikalah, sekarang sebaiknya kita kembali kevila, aku ingin istirahat, rasanya tubuhku sudah sangat gerah, aku juga ingin bertemu dengan al, "
Tanpa menjawab Reyhan melakukan mobilnya meninggalkan tempat itu, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, "Bagaimana kondisi raina, apakah dia sakit parah?" tanya jessi
Citttt
Mendengar pertanyaan dari jessi membuat Reyhan refleks menginjak remnya, wanita itu hampir saja tepental jika saja dia tidak memakai sabuk pengamanya"apa yang kamu lakukan, apakah kamu ingin mati, "ujar jessi marah.
__ADS_1
Bersambung......