Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 63 Mendapatkan informasi


__ADS_3

Sebenarnya Reyhan ingin sekali marah karena tingkah wanita yang sudah menariknya ini, padahal dia belum selesai untuk memarahi para pengawal dan pelayan itu, saat wanita itu terus saja menariknya, dia tiba-tiba menghentikan langkah nya, yang membuat wanita itu pun terpaksa berhenti.



Jessi pun melihat kearah Reyhan, tapi pria itu hanya menaikan satu alisnya saja merespon tatapan dari wanita itu, "Mengapa kamu menghentikan langkahmu, kita harus pergi bukan mencari raina, " ujarnya.



"Mengapa kau tadi menarikku, aku bahkan belum selesai untuk memarahi mereka, berani sekali kamu melakukan hal itu, " ucap Reyhan, tadinya dia ingin sekali memarahi wanita itu, tapi entah dorongan dari mana pria itu tidak jadi untuk marah kepadanya.



"Sudah lah, mengapa kamu membuang energi mu untuk memarahi mereka, bahkan mereka pun tidak mengetahui apapun, sebaiknya sekarang kita harus mencari raina terlebih dahulu , " ucap jessi yang diiyakan saja oleh pria situ, karena jika terus saja berdebat, dia tidak akan pernah menang karena sikap keras kepala wanita itu yang sangat sulit untuk dihadapi.



Mengetahui bahwa pria itu sudah mengiyakan perkataanya, mereka pun mulai memasuki mobil, "Tapi rey, aku baru ingat, kita akan mencari kemana wanita itu? " ucapnya setelah memasang sabletnya.



"Itulah, bukankah kau tadi yang menarik ku, aku kira kau akan tahu kita akan mencarinya kemana, " ucapnya.



"Maaf, sebenarnya aku tadi hanya ingin menghentikan saat kamu memarahi para pengawal dan juga pelayan, apakah kamu tidak kasian melihat wajah mereka yang sangat ketakutan saat kamu meneriakinya, "



"Mereka pantas mendapatkan nya, mereka itu kugaji untuk melakukan tugas mereka, bukan untuk melaalikan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh mereka, seharusnya mereka itu harus lebih berhati-hati lagi, " jawabnya mulai menghidupkan mesin dan mobil pun mulai keluar dari perkarangan rumah orangtuanya itu.



"Lalu kita akan kemana sekarang? "tanya jessi.



" Aku tidak tahu, tapi aku tadi sudah menyuruh. Arya untuk mencari tahu dimana keberadaan dari wanita itu, dalam sepuluh menit Arya akan memberitahukanya, "jawabnya.



" Seperti nya kamu terlalu membebani seketarisnya itu, apakah sampai sekarang dia belum memiliki kekasih?"tanya nya.



aku menaikan alisku mendengar perkataan yang dikatakan oleh wanita itu, "Apa maksud dari perkataan mu itu,mengapa bertanya seperti itu? " ucapnya



"Dengan kamu yang terus saja membebani nya dengan pelerjaaan yang menumpuk, tidak ada habisnya, aku yakin pasti dia tidak memiliki waktu untuk berkenvan dengan wanita, " ucap jessi.

__ADS_1



"Itu memang sudah menjadi tugasnya, sebagai seketaris sekaligus asisten ku, aku memberikan gaji yang sangat besar untuk pekerjaan yang selama ini sudah di lakukannya jadi itu semua setanding,gaji dan pekerjaan nya" jawabnya.



"Terserah kamu saja, tapi aku meminta padamu, setelah semua masalah ini berakhir, kamu harus memberikan padanya waktu libur, aku ingin dia melakuakn kencan, agar dia memiliki kekasih, jika bisa aku sendiri yang akan mencarikannya, " ujar jessi, fikiran nya lansung kepada sahabat nya elin, wanita itu sangat cocok untuk Arya yang datar dan dingin, apalagi sahabat nya itu sangat bawel dan cerewet.



Karena sedang membayangkan bagaimana nanti jika Arya dan elin disatukan, membuat jessi senyum-senyum sendiri, Reyhan yang tidak sengaja melihat kearah jessi heran, "mengapa wanita itu senyum-senyum sendiri, " batinya.



"Ada apa denganmu, apakah kau sehat? " ujar Reyhan yang sedikit takut dan merinding dibuat oleh wanita itu, pria itu berfikir apakah wanita ini kerasukan atau sejenisnya.



"Apa maksudmu? aku begitu sehat, mengapa kamu menanyakan hal itu? "



"Tidak, " jawabnya kembali fokus untuk menyetir.


kring kring kring



Jessi pun mengambil handphone itu, dan mengankatnya, tidak lupa menghidupkan loudspeaker nya, "Halo, " ucap jessi yang melihat nama yang tertera ternyata seketaris Arya yang menelfon nya.


πŸ“ž"Nyonya, apakah tuan ada ? " ujar Arya yang mengenali suara dari nyonya nya itu.


πŸ“ž"katakan apa yang kau dapat, "jawab Reyhan


πŸ“ž" Dari informasi yang berhasil saya dapatkan, nona raina sekarang berada di gedung bekas pabrik yang berada dipinggiran hutan tuan, "jawabnya.


πŸ“ž" sedang apa wanita itu berada disan"tanya Reyhan


πŸ“ž"Saya tidak tahu tuan, tai dari lokasi terakhir nya berada ditempat itu, apakah saya harus mengeceknya terlebih dahulu tuan? "tanya nya.


πŸ“ž" Tidak biar aku saja yang mengeceknya sendiri, kau harus menyelidiki siapa yang sudah melakukan kekacauan dirumah orangtuaku, "jawabnya.


πŸ“žBaiklah tuan, apakah saya perlu mengirimkan pengawal khusus untuk anda bawa? " tanya nya, jessi dapat mendengar bahwa pria itu khawatir.


πŸ“ž"Kirim satu mobil saja, aku akan kesana terlebih dahulu, suruh mereka untuk menyusulku segera,"jawabnya.


Setelah sambungan telepon diputuskan, Reyhan pun menghentikan mobilnya dipinggiran jalan, "Aku tidak kan membawamu ikut, kau akan kuantarkan pulang terlebih dahulu, " ucapnya.


__ADS_1


"Tidak, aku harus ikut, aku janji akan menjaga diri ku, aku tidak akan menyusahkan mu, " ujarnya memasang mata puppy eyes membuat jreyhan akhirnya mengiyakan kembali permintaan dari wanita itu.



"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi disana, jadi kita harus berhati-hati, tempat itu sudah memasuki hutan, yang bukan sangat jauh dri pemukiman, " ucapnya yang mulai menyalakan mesin mobilnya kembali membelah jalanan.


...----------------...


Sementara di apartemen tempat sepasang pengantin yang baru saja menikah , elin sedang membereskan meja makan yang digunakan oleh mereka tadi, sedangkan raka suaminya sekarang sudah sibuk berkutat dengan laptop nya didepan TV ruang tamu , padahal. tadi pria itu mengatakan akan membantu nya, sekarng laki-laki itu malah sibuk sendiri.



Karena pekerjaanku didapur sudah selesai semua,aku pun memutuskan untuk membuat kan teh kepada raka,dan juga bebrapa cemilan, aku pun mengantarkannya kepada pria itu, "Ini ada teh dan cemilan, silahkan dinikmati tuan, " ujarku meletakannya dimeja depan pria itu, setelah itu mendudukan diriku disamping pria itu.



"Mengapa kamu memangilku dengan sebutan itu, seharusnya kamu itu memangilku dengan sebutan sayang, hubby atau baby, atau apalah, bukankah aku sudah pernah mengatakan nya, " ujar pria itu mulai menyeduh tehnya.



"Semua yang kamu katakan panggilan itu terlalu geli jika kugunakan, bagaimana jika aku memangilku dengan sebutan kakak saja, kamu kan lebih tua dariku, " ucapnya.



"Apa? apakah kamu mau orang-orang akan mengira jika aku adalah kakak kamu, kita hanya selisih empat tahun saja dan kamu sudah mengatakan akau itu tua, kamu tahu aku itu bahkan terlihat lebih muda tiga kali lipat, " ujar nya.



"Lalu? bukankah memang benar jika kamu itu sudah tua, aku akan memikirkan nama apa yang cocok untuk kugunakan untuk memangilmu, aku akan kekamar untuk istirahat terlebih dahulu, aku sudah mengantuk sekarang, " ucapnya.



Ketika melihat pria itu menghabiskan tehnya dan akan menutup laptop nya, "Mengapa kamu menutupnya, apakah pekerjaan mu sudah selesai? " tanya nya.



"Tidak, tapi aku akan ikut untuk istirahat bersamamu, ayo akan kutemani, seperti nya aku juga kelelahan, " ucapnya.



Karena tahu jika pria itu ikut denganya yang terjadi bukannya istirahat,elin langsung saja menghentikan niatan dari pria tersebut, "Tidak, kamu harus mengerjakan pekerjaan mu yang belum selesai, aku tidak ingin diganggu, " ucapku langsung saja berlari masuk kekamar tidak lupa menguncinya.



Raka hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah dri istrinya itu, padahal dia hanya berniat mengoda istrinya itu saja, tapi wanita itu terlalu berlebihan.



Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2