Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 48


__ADS_3

"Apa maksud dari pertanyaanmu? "


"Jadi kau tiba-tiba melakukan tadi hanya karena mendengar pertanyaan ku, "


Aku mendengus kesal pada pria itu, segitu nya dia jika menyangkut wanita itu "ck, kau terlalu berlebihan, " ucap jessi mengumpat


Sebelum menjawab perkataan dari jessi, Reyhan terlebih dahulu menepikan mobilnya takut menghalangi pengendara yang lain, "Mengapa kau berkata kasar padaku, kau sudah tidak sopan pada suamimu, "


"Terserah katamu, sekarang sebaiknya kita segera pulang, "


"Mengapa kau jadi seperti ini, kau mengalami banyak perubahan drastis, dulu kau tidak pernah kasar, ataupun membantsh setiap perkataan yang kuucapkan, tapi sekarang kau bahkan tidak lagi peduli, "menghela nafas melihat perubahan yang ditunjukkan oleh wanita itu, sangat berbeda jauh dengan yang dulu.


" Mengapa kau terlihat seperti keberatan dengan perubahan ku ini, aku bukanlah keyla yang dulu, aku tidak ingin menjadi wanita yang lemah, sekarang aku akan melakukan hal yang menurutku pantas kulakukan sejak dulu, "


Mendengar jawaban dari wanita itu, aku pun memutuskan mengendarai mobil untuk segera sampai divila,entah kenapa aku tidak suka dengan jawaban yang dilontarkan tapi aku juga tidak bisa membatah nya, karena dulu perlakuanku memang sangat buruk padanya.


****


Sesampainya divila jessi keluar dari mobil dan membanting pintu dengan cukup kencang, ia masih kesal dengan pria itu, bersikap seenaknya saja, dengan perasaan dongkol wanita itu memasuki rumah itu, dia menemukan kedua mertuanya sedang duduk diruang tamu, aku memutuskan menemui mereka terlebih dahulu sebelum memasuki kamar, tidak sopan rasanya mengabaikan mereka, "Ma, pa, " sapaku pada mereka.


"Key, kamu dari mana saja nak, mengapa tadi tidak ikut pulang bersama, mama khwatir nak, " ucap rena langsung berdiri memeluk menantunya itu, dia tadi sangat cemas, itu sebabnya memutuskan menunggu menantunya itu , sendari tadi suaminya sudah menenangkan bahwa menantunya itu baik-baik saja, tapi tetap saja is merasa khwatir.


"Maaf ma, tadi aku memang ingin berada didanau itu terlebih dahulu, aku tadi tidak mengatakan apa-apa, maaf membuat mama dan papa cemas, " kataku yang sedikit berbohong tentang fakta yang sebenarnya terjadi, tidak mungkin ia mengatakan kebenarannya, jika dia ditinggalkan oleh mereka , karena terlalu sibuk dengan raina mereka melupakan jessi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sayang, tapi sekali lagi jika ingin tetap tinggal, beritahu mama atau suamimu itu, dia sangat cemas tadi, untuk al sejak diperjalanan sudah tidur jadi tidak mencari ibunya, jika anak itu tadi tidak melihat keberadaan ibunya pasti rewel, " jawab rena


"Ma, kalau begitu aku masuk kamar dulu, mau membersihkan diri, dan ingin istirahat, " ucapnya yang diangguki oleh rena, sedangkan alfian hanya menyibak percakapan mereka saja tanpa mau masuk kedalam pembicaraan mereka berdua. setelah kepergiaan jessi, Reyhan masuk kedalam dengan wajah yang sulit untuk dimengerti, "Rey, mengapa wajah kamu seperti itu, " ucap rena


"Rey kekamar dulu ma, " ucapnya tanpa membalas ucapan mamanya itu,saat rena ingin memprotes atas sikap anaknya itu, suaminya mengkode nya untuk diam saja, mereka pun hanya melihat Reyhan berlalu begitu saja menaiki tangga, dan menghilang setelah memasuki kamarnya.


"Ma, sepertinya anak kita sedang memiliki masalah dengan istrinya, biarkan dia menyelesaikan nya, kita tidak perlu ikut campur, " ucap alfian


"Tapi pa-, " ucapnya terpotong karena suaminya itu menutup mulutnya dengan jari telunjuknya "Sudah lah ma, sebaiknya kita menikmati liburan ini, dari pada kita berdebat seperti ini, " ucapnya membuat istrinya itu menurut, dan duduk kembali disofa dengan wajah cemberutnya.


Yang pertama kulihat setelah memasuki kamar adalah keheningan, aku tidak menemukan keberadaan al, mungkin anak itu berada dikamar mertuanya, aku pun memutuskan membersihkan diri terlebih dahulu dikamar mandi, tapi sebelum itu aku meletakan tas selempang ku dinakas, aku tidak sengaja menyenggol nya sehingga tasku beserta isinya berantakan terjatuh dilantai, aku pun mengumpulkannya dan memasukannya kedalam tas ku kembali, tapi saat aku sudah siap memasukannya, aku tidak sengaja menemukan botol yang berisi cairan yang sangat aneh, aku bahkan tidak tahu dari mana asalnya, apakah ini terjatuh dari tasku? bersamaan dengan barang lainnya, aku tidak pernah merasa menyimpan nya, atau pun memilikinya.


Aku tidak mau terlalu memusingkan benda itu, aku memasukannya kelaci nakas, setelah nya memasuki kamar mandi, setelah semuanya selesai aku keluar dari kamar mandi, dan menemukan Reyhan yang terlihat sudah rapi, pria itu duduk disofa memainkan hpnya "Kita akan makan siang diluar bersama yang lainya bersiaplah, al sudah disiapkan oleh mama, " ucapnya kepada jessi.


"Mama, " ucap al melihat keberadaan mamanya, dia langsung meminta diturunkan dari pangkuan omanya, dan berlari mendekati mamanya, "Al, jangan lari-lari nanti jatuh, " ucap jessi memperingatkan anaknya itu, karena anak itu terlihat belum sepenuhnya pandai berjalan, terkadang akan terjatuh, walaupun jika jatuh anak itu tidak akan pernah menangis, dia akan berdiri kembali dan berjalan .


"Ma, papa mana, tadi papa ingin panggil mama, sekarang papa tidak ada, " ucapnya tidak menemukan sosok papanya.


"Siapa bilang papa tidak ada, papa disini, tadi papa mengambil brang dulu, jadi mama turun terlebih dahulu, " ucapnya menatap jessi dengan tatapan tajamnya, sebenarnya dia kesal melihat wanita itu yang seenaknya saja meninggalkannya, tapi karena keberadaan anaknya yang digendong jessi, dia mencoba bersikap biasa, "Sudah ayo kita berangkat, " ucap rena.


Reyhan pun melihat kearah mamanya itu, dia mengernyitkan alisnya melihat keberadaan raina, bersama mamanya itu"Ma, bukankah raina masih kurang sehat, mengapa dia ikut bersama kita? "ucap nya


" Dia sudah merasa lebih baik, dia juga pasti kesepian ditinggal sendirian disini, jadi tidak masalah jika raina ikut, "jawab rena, sedangkan wanita itu hanya tersenyum saja menanggapi perkataan rena, jika dia sudah baik-baik saja.

__ADS_1


Reyhan pun membiarkan saja, sedangkan jessi mendengus , wanita yang sangat merepotkan, nanti jika dia kembali sakit dan pingsan, mereka juga yang akan kesusahan, tapi mama mertua nya malam membiarkan nya ikut, jessi pun hanya bisa mengikuti apa tujuan dari wanita itu.


Mereka keluar dari vila dan memasuki mobil, sesampainya di tempat makan siang yang memang sudah disiapkan oleh Reyhan, mereka terlihat berbinar, karena tempat yang dipilih oleh Reyhan sangat strategis, dan bagus untuk mereka, di sebuah tempat yang dimana terdapat kolam ikan, mereka akan makan siang ditengah kolam, dan air mancur, saat makan mereka akan bisa melihat ikan, atau pun memberikan makan ikan.


" yey...... ,pa apa kita akan makan disitu? "ucap al antusias melihat ikan-ikan, dan juga air mancur itu.


" Iya al, apakah kamu senang? "tanya Reyhan


" Senang pa, al akan memberikan ikan-ikan itu makan, pasti seru, "ucapnya


" Baiklah ayo kita kesana, "ujarnya


Sesampainya mereka disitu, mereka sudah disunguhkan dengan berbagai makanan, dan minuman, yang pasti soal rasanya tidak bisa diragukan lagi, dari tampilan nya saja mereka langsung merasa lapar saat melihatnya.


******


" Sayang maafkan aku, ini adalah hari kedua kita setelah menikah, seharusnya aku sekarang masih mengambil cuti, tapi karena pangilan mendesak, sekarang aku malah meninggalkan mu sendirian, "ucap Raka, berulang kali laki-laki itu sudah mengucapkan hal yang sama, sampai membuat elin jengah mendengarnya.


" Sudahlah hubby, kan sudah kukatakan aku tidak papa, ini juga adalah tugasmu sebagai seorang dokter, kau harus siap kapan pun itu, "jawab elin, sebenarnya tadi pagi mereka baru saja kembali keapartemen pria itu, mereka hanya sehari saja berada dihotel, saat sedang membereskan barang-barang tadi, ada panggilan mendesak dari rumah sakit yang mengharuskan pria itu melakukan operasi, sebenarnya dia sudah mengambil cuti, tapi saat ini dirinya sangat dibutuhkan, karena tidak bisa ada yang mengantikanya melakukan operasi, dan soal panggilan yang diucapkan oleh elin, sebenarnya wanita itu merasa kurang nyaman dengan itu, tapi karena permintaan dari suaminya itu, dia terpaksa melakukanya.


Banyak ancaman yang dikatakan pria itu untuk memaksanya memangil pria itu dengan sebutan hubby, " Apakah kau yakin akan baik-baik saja saat kutinggal? "ucap Raka memastikan lagi sebelum dia berangkat.


" Ia pergilah, nanti kau akan terlambat, "ucapnya mendorong pria itu keluar , sebelum pergi pria itu menyempatkan mengambil kecupan dibibir elin, yang membuat wanita itu mendengus, "dasar pria mesum," Ujarnya melihat kelakuan suaminya itu.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2