Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 60 Kebenaran


__ADS_3

Aku terus berkeliling ditempat ini, tapi aku belum sama sekali menemukan Reyhan, saat aku melihat pengawal, aku bersembunyi agar tidak ketahuan oleh mereka, karena aku tahu jika mereka melihatku, pasti akan memaksaku untuk masuk kedalam kamar.



"Bagaimana ini, tuan memangil kita, apa yang akan kita katakan jika tuan menanyakan tentang nyonya? " ucapnya.



"Kita harus mengatakan yang sebenarnya, tidak mungkin kita berbohong padanya, " jawabnya.



"Tapi ajalah kau tahu, jika kita mengatakan yang sebenarnya tuan juga akan memarahi kita, " ucapnya lagi.



"Sudah lah nanti kita bicarakan lagi, sekarang kita harus menemui tuan terlebih dahulu, " ucap salah satunya langsung memasuki lift yang memang ada ditempat itu.



Tanpa menunggu waktu lama, jessi langsung saja mengikuti pengawal itu, dia memasuki lift yang lainya,karena tadi dia mendengar bahwa mereka ingin menemui Reyhan. ketika lift berhenti, aku langsung keluar, tapi aku tidak menemukan kedua pengawal itu, saat memperhatikan sekitar aku sedikit binggung dan takut, "Tempat apa ini, mengapa sangat berbeda dan menyeramkan? " batinku.



Saat aku ingin mengelilingi tempat ini, aku tidak sengaja mendengar suara seperti orang marah,aku pun mencari sumber suara tersebut, saat sudah semakin dekat dengan suara, aku pun mencoba memastikan apakah ini memang ruangan tempat suara itu berasal, samar samar aku bisa mendengar suaranya seperti suara Reyhan, tapi mengapa pria itu marah, dan pada siapa, karena aku tidak mau menduga-duga, aku pun memberanikan diri membuka pintu, saat terbuka aku terkejut melihat keadaan didalam, jauh dari kata baik.



"Apa tadi itu, mengapa pria itu melakukan itu? " ujarnya dengan tubuhnya yang sudah bergetar, dan berkeringat dingin, seumur hidup nya, baru kali ini aku melihat hal seperti itu, saat hendak pergi dari tempat itu, aku yang sudah sangat ketakutan tidak sengaja menjatuhkan sesuatu, membuatku berlari untuk menjauh dari tempat itu, aku tidak ingin mereka mengetahui bahwa aku berada disitu dan sudah melihat nya.



Saat sudah memasuki lift, aku bernafas lega, tapi aku tetap saja masih merasa ketakutan, bahkan air mataku sudah keluar dengan sendirinya, "apa itu tadi,apakah itu adalah kebenaran tentang pria itu sebenarnya, mengapa terlihat sangat menakutkan, apakah pria itu memang seperti itu? jika aku tahu begini, seharusnya aku tidak ikut pria itu,aku seharusnya meninggalkan pria itu sejak lama," monolog ku sambil menghapus dengan kasar air mataku itu, aku masih belum percaya semua ini.



Sementara diruangan bawah tanah,para pengawal mengecek dari mana suara itu berasal, mereka sudah mencari, tapi tidak menemukan apapun, para pengawal pun memutuskan kembali kedalam, "Bagaimana? apakah ada orang diluar, " tanyanya.



"Tidak tuan, kami tidak menemukan siapapun, " jawabnya.



"aneh, tidak mungkin tidak ada orang diluar, apakah kalian yakin? " tanyanya sekali lagi.



"Kami yakin tuan, "



"Baiklah kalau begitu kalian urus orang ini, dan ya apakah istriku sudah berada dikamar? " ujarnya, tadi memang dia belum sempat menanayakan nya pada mereka.


__ADS_1


Kedua pengawal itu terlihat menunduk, "Nyonya tidak ingin kekamar tuan, nyonya lari ketika ingin dibawa kekamar, " jawabnya sedikit takut, mereka takut jika tuanya kembali marah.



"Apa yang kau katakan ha!sekarang apakah kalian sudah menemukan nya, menjaga satu wanita saja tidak becus, " ujarnya marah.



"Belum tuan, kami sudah mencarinya sekeliling rumah, tapi belum menemukannya, kami tidak tahu nyonya kemana, " jawabnya.



Argggggg!! teriaknya



menarik dan mengacak-acak rambutnya, dia sangat marah sekarang, mengapa bisa para pengawalnya tidak menemukannya, aku sangat yakin perempuan itu masih berada didalam bangunan ini, karena dia tidak akan bisa keluar, dia tidak baru pertama kali kesini, dan belum memiliki akses nya.



Ketika sedang memarahi para pengawal, dia baru teringat jika tadi ada suara dari depan ruangan ini, apakah itu adalah wanita itu, yang melihatnya tadi, Reyhan langsung bergegas memeriksa CCTV yang ada didalam ruangan ini, karena terhubung dengan handphone nya, tanpa berlama-lama lagi langsung saja melihatnya, ternyata benar dugaanya,bahwa perempuan itu melihatnya, tanpa berlama-lama reyhan pun bergegas mencari wanita itu.



Didalam lift Reyhan terlihat binggung, "Mengapa aku cemas mengetahui bahwa wanita itu sudah mengetahui tentang diriku yang sebenarnya, apa peduliku, " batinya, tapi tetap saja hatinya dengan fikirannya tidak sejalan, walaupun ia mencoba menepis semua rasa cemasnya, tapi tetap saja dia harus memastikan wanita itu dimana sekarang.



keluar dari lift Reyhan langsung masuk kedalam kamarnya, dia harus membersihkan diri terlebih dahulu, tapi ketika ingin membuka pintu ternyata pintu nya dikunci dari dalam, "siapa yang mengunci pintunya, apakah wanita itu berada didalam? "




Walaupun Reyhan sudah mengetuk pintu berulang kali tetap saja pintu belum juga terbuka, karena sudah merasa kesal, Reyhan pun mengambil kunci cadangan yang berada dilaci samping pintu, saat sudah membuka pintu, pria itu sedikit terkejut meliht wanita itu berjongkok dengan menaruh mukanya dikedua kakinya , terlihat juga kamar berantakan, saat Reyhan mencoba mendekati wanita itu, tiba-tiba wanita itu berteriak histeris.



"Pergi, kamu itu pria jahat, pergi dari sini, " teriaknya.



"Apa maksudmu, mengapa kau seperti ini? "



"Kau tidak usah berpura-pura, aku melihat apa yang kau lakukan pada wanita itu, pergi, " teriaknya lagi, kali ini dia mencoba menghindar, karena Reyhan yang semakin mendekatinya.



"Kau harus mendengar kan ku terlebih dahulu, " ucapnya



Setelah mendengar perkataan dari pria itu pun, aku memutuskan untuk mencoba menenangkan diriku, tidak ada salahnya jika aku mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh pria itu padaku?, aku.setelah merasa wanita itu sudah bisa untuk didekati, Reyhan pun perlahan menariknya dan mendudukkan nya dikasur, perempuan itu hanya diam saja, terlihat dari matanya jika sekarang pandangannya sedang kosong.

__ADS_1



"Katakan padaku? apa yang kamu lihat tadi diruangan itu? " tanya Reyhan sekali lagi.



"Aku, aku tadi melihat-, " ucapan nya terpotong karena pintu kamar itu diketuk.


...****************...


"Apa penyebabnya kamu tiba-tiba menjadi seperti ini? " tanya elin.



"Sudahlah lupakan saja, jika kamu terus bersama denganku, aku yakin semuanya akan baik-baik saja, "jawab Raka



" Tidak, aku harus mengetahui, sebenarnya apa yang telah dikatakan papa padamu? mengapa kamu sampai seperti ini, bahkan kamu hanya diam saja tadi, "ucapnya.



" Tidak ada, papa hanya membahas tentang pekerjaan saja padaku, aku hanya memikirkan tentang pekerjaan ku saja, "ucapnya berbohong.



" Baiklah jika kamu tidak ingin mengatakannya, aku tahu papa tidak hanya mengatakan tentang pekerjaan saja,"ujar elin.



"Hm, sekarang kita akan kembali keapartemen saja,tidak usah membahas tentang apapun lagi, " ucap Raka menghidupkan mesin, dan mulai keluar dari perkarangan rumah, dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membelah jalan yang tidak terlalu padat hari ini,setelah pembicaraan itu, keheningan kembali terjadi pada mereka berdua sampai ditengah perjalanan Raka memulai pembicaraan.



"Sayang, kita akan makan dimana?" tanya Raka sambil tetap fokus menyetir.



"Aku akan memasak saja, kita pergi ke supermarket saja untuk belanja kebutuhan, apakah kamu sudah lapar? "



"Tidak aku masih bisa menahan sampai kita sampai apartemen dan kamu siap memasak, kita akan ke supermarket depan saja, seperti nya didepan ada, aku pernah mengantarkan mama kesitu, " jawabnya.



Ketika mobil sudah diparkir depan supermarket mereka berdua turun dari mobil, Raka mengambil troli dan elin mulai mengambil kebutuhan yang memang diperlukan, "Kamu mau aku masakin apa? " tanya elin.



"Aku? , apapun yang kamu masak pasti akan ku makan, aku tidak terlalu memilih soal makanan, apapun aku suka, apalagi jika kamu yang memasak nya, " ucap Raka sambil mengoda Raka membuat pipi elin bersemu, karena tidak ingin laki-laki itu melihatnya, ia pun menyibukan diri memilih bahan makanan didepannya.



"Mengapa kamu diam saja, mengapa tidak menjawab? " ucap Raka yang sebenarnya mengetahui bahwa istrinya itu sedang salting dengan kata-kata nya, tapi ia masih ingin mengodanya lagi, karena muka istrinya itu terlihat lucu jika sedang merona seperti itu.

__ADS_1



Bersambung.....


__ADS_2