Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 80 siapa wanita itu?


__ADS_3

"Tapi aku masih penasaran tentang masalah ini, apakah kamu tau sesuatu dan menyembunyikan kannya dariku?, " ucap jessi penuh selidik kepada suaminya itu, dia sangat yakin pria itu pasti mengetahui sesuatu tapi tidak ingin memberitahukan nya padanya.


"Kamu dengar kan saja apa yang aku katakan, tidak perlu banyak bertanya ataupun mencari tahu apapun yang tidak perlu untuk kamu ketahui, "jawab Reyhan.


Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Reyhan jessi hanya menurut saja, karena percuma untuk memaksanya lgi, sudah untung pria itu masih mau memberitahu kan nya padanya, walaupun hanya sedikit saja, itu lebih dari cukup, mungkin aku bisa bertanya besok lagi padanya, atau menanyakan nya pada orang kepercayaan suaminya itu Arya, setelah mendapatkan pemikiran itu, langsung saja aku memejamkan mataku, bersiap untuk tidur.


Belum beberapa lama wanita itu merebahkan dirinya, sudah terdengar dengkuran halus dari wanita itu, Reyhan sampai geleng-geleng kepala melihat nya, tadi istrinya itu masih cerewet menanyakan banyak hal, sekarang wanita itu sudah terlelap saja masuk kedalam mimpinya.


" Jika dia sedang tidur seperti ini, wajahnya sangat mirip dengan al, walaupun sangat keras kepala, dan membangkang, "gumamnya mengelus surai wanita itu, dan tanpa sadar mendekatkan dirinya kemudian mencium kening nya.


" Apa yang sudah ku lakukan? mengapa aku jadi menciumnya, astaga jika saja wanita ini mengetahui nya bisa saja dia akan marah padanya, karena sudah modus terhadap dirinya yang sedang tidur, "ucap Reyhan setelah menyadari kelakuan yang sudah diperbuat nya, pria itu tiba-tiba saja refleks melakukan hal itu.


Setelah Reyhan merasakan matanya juga berat, pria itu mulai menduduki sofa yang memang terdapat disitu, dan mulai merebahkan dirinya dengan sesekali melihat kearah brankar tempat istrinya berada, untuk sekedar memastikan, karena memang Reyhan merasa kelelahan, tidak lama pria itu merebahkan dirinya, Reyhan langsung saja terlelap dan masuk kedalam alam mimpinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di sebuah desa kecil dipertengahan hutan, seorang wanita sedang berbicara dengan wanita paruh baya, mereka berada di sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan megah, tapi minimalis dan sangat nyaman jika digunakan, bahkan jika orang lain melihat rumah ini sekilas mirip dengan sebuah gudang, akibat dari liarnya yang memang tidak terawat sama sekali, berbeda dengan dalamnya yang lengkap perabotan dan juga sangat bersih.


" Sekarang apa yang akan kita lakukan? "ucap seorang wanita paruh baya.


" Kau tenang lah, aku sudah menyiapkan rencana yang besar, dan aku akan membutuhkan bantuanmu , begitu juga dengan putrimu itu, "jawab nya.



Kedua wanita yang berbeda usia itu tersenyum smirk, mereka sedang sibuk dengan pemikiran rencana yang akan mereka lakukan, mereka seakan yakin bahwa rencana yang sudah disusun oleh mereka pasti akan berhasil.



" Tapi mengapa kali ini kau menyuruhku melibatkan putriku itu, aku tidak ingin dia masuk kedalam rencana berbahaya yang akan kau buat, aku tidak mau sampai anak ku itu celaka, "ucapnya setelah menyadari perkataan wanita itu yang mengatakan tentang putrinya.



" Mengapa kau jadi mempermasalahkan hal ini? bukanya kau sudah tau jika ingin bekerjasama denganku, maka konsekuensi yang kau dapatkan yaitu kau berada dalam bahaya, "ucapnya.


__ADS_1


" Tapi apalah putri ku kali ini harus terlibat? tanyanya lagi.



"Iya, kali ini aku membutuhkan putri mu, karena ku sudah tidak bisa berkeliaran seperti biasanya, aku akan menunjukkan diriku kembali jika sudah tepat waktu nya, " ucapnya.



"Lagian, mengapa kau terlalu memperpanjang hal ini? bukankah kau masih memiliki putri yang lainya, kudengar suamimu juga memiliki putri lain? " ujarnya lagi.



"Jangan sebut anak itu lagi, dia itu bukanlah putriku, dia hanya anak almarhum wanita yang sangat kubenci itu, dan lagi aku tidak pernah menganggap dia putri ku, " jawabnya dengan kemarahan yang terlihat jelas di wajahnya saat mengatakan hal itu.



"Terserah, aku tidak ingin mengetahui apapun tentang keluarga mu, sekarang kita harus fokus dengan rencana yang kubuat, sebentar lagi akan ada seseorang yang datang, dia lah yang akan memberitahukan susunan rencana yang akan kita mulai, " ucap nya.



"Apakah bukan kau yang akan melakukannya? apakah kita memiliki rekan yang lain? " tanya wanita paruh baya itu binggung, karena dia mengira wanita didepan nya ini adlah bosnya.



...----------------...


Tepat pukul satu dini hari Raka baru pulang kembali keapartemen nya, bahkan pria itu sudah dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, pria itu dalam kondisi mabuk parah, sampai dia harus dipapah dan diantar sampai keapartemen nya, karena Raka sudah malam sempoyongan.



"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? kau adalah seorang dokter, seharusnya kau tau jika alkohol sangat berbahaya bagi kesehatan, lalu mengapa kau malah sampai mabuk seperti ini, " ucap pria yang mematahkan Raka, pria itu tidak lain adalah sahabat nya sendiri.



Sepulang dari apartemen Raka dan elin tadi, pria itu memng tidak kembali ke rumahnya, melainkan pergi ke club untuk menghadiri party yang diadakan oleh sahabat sekolah nya dulu, sebenarnya dia sangat malas untuk menghadirinya, karena merasa kurang nyaman dengan tempat seperti itu, tapi karena menghargai temannya yang sudah mengundangnya albi terpaksa untuk datang.

__ADS_1



Tapi saat albi ingin pulang, dia malah menemukan Raka yang sudah mabuk duduk di kursi depan bartender, bahkan sudah ada beberapa wanita yang mengerubunginya, jika saja albi tidak datang tepat waktu, maka bisa dipastikan pria itu akan menghabiskan waktu bermalam dengan salah satu wanita yang ada diclub tersebut.



Sekarang albi malah kesusahan dan kerepotan dibuat oleh pria itu, "aku merasa aneh dengan mereka, pengantin baru tapi sudah mabuk-mabukan seperti ini, bukanya menghabiskan waktu dengan istrinya, " gumamnya setelah berhasil membawa pria itu sampai didepan pintu apartemen nya.



Karena tidak mengetahui password nya, dengan sangat terpaksa albi harus mengetuk pintunya, sebenarnya pria itu merasakan sedikit ragu jika harus mengetuk pintu, dia tidak yakin akan dibuka pintunya mengingat jika ini sudah dini hari, pasti elin sudah tertidur pulas, tapi karena dia memng tidak mempunyai pilihan lain, dengan terpaksa dia harus mengetuk pintunya berulang kali.



Setelah beberapa menit mengetuk pintu, akhirnya pintu apartemen terbuka dengan memperlihatkan elin yang penampilan nya bisa dibilang sangat cantik, walaupun dalam kondisi acak-acakan akibat baru bangun tidur, mengeyahkan pemikiran nya itu, albi langsung saja memapah pria itu yang sudah tertidur saat diperjalanan pulang tadi.



"Apa yang terjadi dengannya? " tanya elin yang mengikuti albi masuk kedalam setelah menutup pintu.



Setelah selesai meletakan tubuh Raka disofa, albi langsung saja duduk disofa yang lainya, terlihat nafasnya yang ngos-ngosan akibat memapah pria itu dari bawah tadi, "bisakah aku meminta air putih terlebih dahulu? " ucap albi yang sekarang merasa sangat kehausan.



"Baikalah, tunggu sebentar, " jawab elin pergi kedapur dan mengambilkan satu gelas air mineral, kemudian memberikan nya pada pria itu.



Setelah disodorkan minum, seperti seorang yang tidak pernah meminun albi langsung saja meneguknya hingga tandas tak tersisa, rasanya dia merasakan lebih baik setelah minum air.



"Raka tadi mabuk berat? apakah ada sesuatu yang sudah terjadi? tidak biasanya pria ini mabuk sampai seperti ini, " ucap albi, karena mengenal temannya ini, albi mengetahui sedikit bmtentang pria itu, jika tidak benar-benar dalam kondisi yang kacau dia tidak akan melampiaskan nya seperti ini, tapi seperti nya ini adalah kondisi yang benar-benar membuatnya marah dan emosi sekaligus.

__ADS_1



Bersambung.....


__ADS_2