
Setelah beberapa hari mereka berada divila puncak, hari ini merupakan hari terakhir mereka berada ditempat itu, sekarang jessi sedang berada di taman belakang vila,disini begitu banyak pepohonan, bahkan bisa dikatakan vila ini hanya satu-satunya berada disini, Semua orang senang sibuk berkemas untuk persiapan kepulangan mereka, jessi memilih menikmati pemandangan di taman itu seorang diri.
"Bi, mau kemana? " tanyanya pada penjaga vila , yang dilihatnya ingin pergi dengan membawa sesuatu yang dia tidak tahu apa itu.
"Eh,maaf nyonya, saya tadi tidak melihat keberadaan anda," ucapnya menunduk hormat.
"Tidak masalah bi, emangnya bibi ingin kemana? " tanya jessi sekali lagi.
"Ini nyonya, saya ingin kesana, " ucapnya menunjuk kan jika ia ingin pergi memasuki pepohonan, yang sedang dilihat oleh jessi tadi"Untuk apa bibi kesana, bukankah itu sudah memasuki kawasan hutan, bahaya jika bibi pergi kesana, "ucap jessi, dia takut akan ada hewan liar yang berada disitu, karena pepohonan saja sangat banyak dan lebat berada tepat dihalaman belakang vila ini, walaupun memang terdapat tembok penghalang, tapi kita masih bisa melihat banyak pepohonannya.
" Saya ingin melakukan sesuatu nyonya, saya sudah lama tinggal disini , jadi saya memang sudah terbiasa pergi sendirian kesana, tidak akan terjadi apapun, "ucap
" Sebenarnya apa yang ingin bibi lakukan kesana? "tanya jessi penasaran
" Saya kemaren sempat memelihara seokor kucing yang saya temukan didekat hutan, saya tidak berani membawanya kedalam vila, itu sebabnya saya menempatkan kandangnya dibelakang vila, tidak jauh dari vila, saya dan suami saya membuat kandangnya, jadi saya ingin memberikannya makan , biasanya saya akan memberikannya makan sekarang nyonya, "
"Oh begitu, baiklah, serahkan saja sama saya bi, saya yang akan memberikannya, bibi bisa mengerjakan pekerjaan bibi yang lain saja, " ucap jessi, dia juga ingin melihat bagaimana kawasan belakang vila ini, karena walaupun seminggu disini dia tidak pernah ketempat ini, mereka hanya mengelilingi puncak saja.
"Tidak nyonya, anda tidak mengetahui kawasan daerah sini, nanti anda tersesat, dan bahaya jika anda pergi kesana, " ujarnya
"Tidak masalah bi, aku akan baik-baik saja, serahkan saja padaku, aku hanya ingin melihat bagian belakang dari vila ini, sekaligus melihat kucing peliharaan yang kalian temukan itu, " ucap ku mengambil makanan yang akan diberikan kepada kucing itu.
"Tapi nyonya...., "
__ADS_1
"Tidak ada tapi -tapian bi, sudah bibi masuk saja sana, aku akan kembali tidak usah khawatir, " ucapku meyakinkan nya, dan dengan terpaksa penjaga vila itu pergi meninggalkan ku sendirian, aku pun mulai mendekati pintu jalan yang akan mengantarkan keluar dari vila, dan memasuki kawasan belakang vila, saat pintu sudah kubuka dan aku hendak keluar, seseorang mencekal tanganku, "ada apa lagi bi, aku akan pergi sebentar saja, " ujar ku mengira orang yang memegang lenganku adalah penjaga vila.
"Apa yang kau katakan? kau ingin pergi kemana, tidak baik pergi sendirian kesitu, itu sudah memasuki kawasan hutan, " ucap Reyha,n, orang yang mencekal pergelangan tanganku.
"Aku hanya ingin kesana sebentar saja, jadi tidak masalah, "
"Apa yang ingin kau lakukan disana? " tanya Reyhan, melihat kantong kresek yang sedang kupegang.
"Oh ini, aku ingin memberikan makan kucing peliharaan yang dipelihara oleh penjaga vila, dia menempatkan nya di belakang vila, tadi saat bibi ingin memberikannya makan, aku menawarkan diri untuk melakukannya, sekalian melihat kawasan belakang vila ini, " jawabku sambil berjalan keluar dari pintu, dan memasuki kawasan yang sangat banyak pepohonannya.
jessi merasakan ada orang yang mengikuti nya dibelakang, dia pun menghentikan langkahnya, "Apa yang kamu lakukan, mengapa mengikuti ku? " ucapnya melihat Reyhan yang mengikuti nya memasuki kawasan hutan itu.
"Iya, " jawabnya
"Biar aku saya yang memberikan nya makan, seperti nya kucing ini masih sedikit luar, " ucap Reyhan mengambil kantong plastik yang sendari tadi kipegang, dan memberikannya makan, "kucingnya seperti nya sangat lapar, " ucap jessi melihat bagaimana layaknya hewan itu makan.
"Ia seperti nya begitu, ayo kembali kevila, semua orang sedang berkemas, karena kita akan kembali besok, tapi kau seperti nya malah bersantai, ucap Reyhan
" Apakah tidak bisa sedikit lebih lama lagi disini, aku ingin melihat kucing ini, "ucap jessi
" Tidak, akan berbahaya ayo pergi, "ucap Reyhan mulai beranjak pergi dari situ, jessi pun sebenarnya enggan pergi, tapi apa yang dikatakan oleh Reyhan benar, dia tidak bisa berlama-lama berada ditempat seperti ini.
__ADS_1
Saat aku ingin beranjak dari tempatku, aku mendengar teriakan Reyhan, aku pun berlari karena pria itu sudah berada didepan pintu, " Ada apa? "ucapku ketika sampai didekat pria itu.
" Jangan mendekat, "ucapnya membuatku menghentikan langkah ku mendekatinya, aku melihat kearah jarinya, yang ternyata terdapat ular didekat pria itu, aku tidak menyadari adanya hewan itu, jika Reyhan tidak memberi intruksi padaku, aku melihat pria itu memegang kakinya, apakah ular itu mengigitnya , penjaga pelayanan datang " Astaga, apa yang terjadi nyonya, tuan, "ucapnya, aku hanya menunjukan ular itu yang belum pergi juga dari situ, aku takut untuk sekedar berbicara saja rasanya sangat sulit.
Penjaga vila pun langsung mengambil sesuatu yang bisa mengusir hewan itu, dia menemukan sebuah kayu yang tidak terlalu besar, lalu memukul kearah ular tersebut, dan hewan itu pun pergi dari situ, setelah itu jessi mendekati Reyhan yang terlihat sudah pucat pasi, " apakah ular tadi berhasil mengigitmu? "ucapnya
Reyhan hanya mengangukan kepalanya, rasanya tubuhnya sangat sakit, untuk sekedar berbicara saya tidak bisa, " bi apa yang harus kita lakukan, "ucap jessi sambil menangis, dia sangat ketakutan dan cemas sekarang.
" Ular itu memiliki bisa yang sangat berbahaya nyonya, tuan harus segera diberi penawar racun sebelum menyebar keseluruh tubuh tuan, "ucap nya
Entah kenapa aku langsung mengingat botol kecil yang kutemukan diatas ku waktu itu, aku yakin itu dibutuhkan oleh Reyhan sekarang, aku pun berlari memasuki vila dan langsung kekamarku mencari nya, saat sudah kutemukan langsung saja kuberikan kepada reyhan, " Bi bantu aku membawanya kedalam kamar, "ucapku setelah Reyhan selesai menghabiskan ramuan yang kubawa tadi, Sesampainya dikamar aku menyuruh bibi untuk memangil dokter, tidak lama setelah itu dokter datang untuk memeriksa keadaan Reyhan yang sejak tadi sudah tidak sadarkan diri, setelah meminun ramuan yang kubawa tadi.
Aku sekarang cemas, bagaimana jiks sesuatu buruk terjadi padanya, " Bagaimana dokter? "tanya jessi yang melihat dokter sudah siap memeriksa Reyhan, " Syukurlah anda sudah memberikan penawar racun itu nona, jika tidak nyawa pasien tidak akan selamat, tapi sekarang kondisinya sudah stabil, dia hanya perlu meminum obat dan istirahat, "ucapnya
Aku bernafas lega mendengarnya, tetapi mendengar perkataan dokter tadi membuat pikiran ku jadi berkecamuk,jadi ramuan yang kutemukan itu adalah penawar racun, bagaimana bisa, dan siapa yang memberikan nya dan memasukannya kedalam tasku, orang itu pasti tahu kejadian ini akan terjadi, dan satu-satunya orang yang terbesit difikiran ku adalah pria itu.
" Baiklah nyonya saya sudah selesai memeriksanya, kalau begitu saya permisi, ini resep obat yang harus dibeli, saya akan memberikannya kepada penjaga vila saja, karena nyonya harus menjaga tuan, "ucapnya
Aku langsung kembali sadar, " iya Terima kasih dok, berikan saja kepada penjaga vila iya, "ucapku mengantar dokter itu keluar kamar, dan seteleh itu kembali melihat Reyhan yang masih memejamkan matanya.
Saat aku ingin duduk disofa, ponselku berdering, Aku melihat no yang tidak dikenal, aku Mencoba mengabaikan nya, karena terlalu berulang menelfon aku pun menjawabnya" halo apa kau sudah mengunakan pemberianku itu, aku yakin kau membutuhkannya bukan? "ucap seseorang ditelfon setelah aku menjawabnya.
Bersambung.....
__ADS_1