
Setelah keluar dari kantor Reyhan, wanita itu memutuskan untuk kembali ke rumah, takut ibu mertuanya itu sudah pulang, pasti anaknya albian sedang mencarinya. sesampainya dirumah, perkiraan jessi benar, karena memang ibu mertuna itu sudah pulang, dan sekarang jessi baru ingat tentang supir yang biasanya, dia akan menanyakannya.
"mama, " teriak al, berlari menghampiriku
"Jangan lari-lari sayang, nanti kamu jatuh, " ucap jessi memperingati al, kemudian membawa anak itu kedalam gendonganya.
"Dari mana saja kamu key, tadi al ingin minta pulang cepat karena ingin bertemu mamanya katanya, makanya tadi sampai dirumah dia mencari mu, tapi kata raina kamu tadi pergi buru-buru, "kata ibu mertuanya itu.
Jessi yang mendengar perkataan dari ibu mertuanya itu pun melihat kearah raina, wanita itu juga melihat kearahnya, " Aku tadi harus mengantarkan berkas penting, kekantor Reyhan, dia tidak bisa menyuruh sekretaris Arya, karena pria itu sedang mengurus sesuatu, jadi dia menyuruhku, mengantarnya, "ucap jessi yang tidak sepenuhnya berbohong, memang tadi ia pergi kekantor pria itu, hanya saja dia berbohong tentang berkas yang dikatakannya.
" Begitu key, lain kali kalau ingin pergi, beritahu orang rumah nak, tadi mama nelfon ternyata hp kamu tinggal, "ucap mama rena.
" Iya ma,maaf, "jawab jessi, " Tidak papa nak, kalau begitu bawalah al ke kamarnya nak, cucu oma ini pasti kelelahan, kelihatanya ia mengantuk, "ucap nya lagi.
Setelah obrolan mereka itu, jessi pun membawa al kedalam kamar anak itu, pengasuh mira sudah menyiapkan keperluanya, jessi sendiri yang akan memandikan al hari ini, " Al, kita mandi dulu ya, abis itu al istirahat, "kata jessi, " Iya ma, tapi al ngak mau tidur, al ingin bersama mama, "jawab anak itu.
" Tapi bukankah kamu kelelahan, tadi kan habis keluar bersama oma, "kata jessi, " Al, tidak lelah ma, al ingin sama mama saja, al tidak mau tidur, "jawab al. Jessi menghela nafasnya, anak ini sangat mirip dengan ayahnya, keras kepala, dan tetap pada pendiriannya.
__ADS_1
setelah siap memandikan al, dan memakaikan pakaian anak itu, jessi membawa anak itu keluar dari kamar itu, dan memasuki kamarnya, dia ingin membersihkan dirinya juga, " Al, mama tinggal sebentar ya, mama ingin mandi dulu, "ucap jessi meletakan anaknya itu, ditempat yang sudah dibuatkan olehnya, penuh dengan mainan. " Baiklah ma, "jessi pun pergi kekamar mandi membersihkan dirinya.
Saat sudah selesai dengan kegiatannya, jessi pun memutuskan turun kebawah membawa al ikut serta dengannya, wanita itu ingin membuatkan cake kesukaan al, sudah lama dia tidak membuat kue lagi, dulu dia sangat suka membuat kue bersama sahabat nya elin, jessi jadi terlihat sedih mengingat sahabat nya itu, " Ma, ayo kita buat kue, "ucap al menyadarkan jessi dari pemikirannya.
Wanita itu memutuskan membuat kue, menghabiskan waktunya, menunggu makan malam tiba, dia juga ingin mencoba melupakan pertengkaran dikantor Reyhan tadi.
Sesampainya didapur para pelayan menyambut mereka, " Apakah ada yang bisa kami bantu nona, "tanya salah satu dari mereka.
" Tidak, aku hanya ingin membuat cake kesukaan al, kalian pergilah lakukan tugas kalian, aku ingin membuatnya sendiri, "jawab jessi, para pelayan yang mendengar itu pun mempersilahkan nona mereka itu membuat cake yang diinginkannya.
" Nona, jika membutuhkan bantuan panggil saja , kami pasti akan datang, membantu nona"kata pelayan sebelum meninggalkan jessi dan al didapur.
Jessi pun mulai menyiapkan bahan-bahanya,setelah melihat al anteng di kursinya, wanita itu memakai apron ditubuhnya, dia pun mulai mengolah bahannya, sambil sesekali memperhatikan al, siapa tau anak itu bosan.
Setelah semua siap, wanita itu mulai memasukan adonan yang sudah jadi kedalam open, menunggu matang saja, "Ma apakah sudah siap, " tanya al, "Sudah nak, tinggal tunggu beberapa menit saja, nanti kita bisa memakannya, " jawab jessi melepaskan apronya, dan mendekati al.
Sambil menunggu, Jessi mengajak al bermain, dia juga sesekali mengelitik anak itu, sampai anak itu tertawa, karena sedang asik dengan al, Jessi tidak menyadari bahwa ada yang masuk kedalam dapur, posisi tempat al itu memang sedikit berjarak dengan dapur, tadi setelah selesai membuat cake, jessi memindahkan anaknya itu didepan meja mini bar, jadi sedikit jauh dari dapur, jika seseorang masuk kedalam, dia tidak akan melihatnya karena terhalang tembok.
__ADS_1
orang itu pun memperhatikan sekitarnya, setelah merasa sepi dan aman, dia pun menggunakan sarung tangan, membuka open tempat cake itu, dan menuangkan sesuatu kedalamnya, setelah itu dia menutupmya kembali, melihat jessi yang masih fokus dengan al, dia pun pergi dari dapur, tanpa meninggalkan jejak apapaun, dan tidak menimbulkan suara.
Jessi yang merasa sudah cake buatannya sudah matang, kembali kedapur melihatnya, setelah merasa sudah, jessi pun mengeluarkanya dan memotongnya, dia ingin memberikannya kepada al, anak itu sudah tidak sabar memakannya, dia hanya memberikan beberapa potong saja, yang lainnya akan disimpan, untuk orang rumah lainnya, yang ingin memakannya.
Sebelum memberikan nya kepada al, jessi ingin mencicipi satu potong terlebih dahulu, saat wanita itu mencobanya, ia merasakan aneh, karena menurutnya rasanya berbeda, tadi waktu ia membuat adonan, rasanya tidak seperti ini,karena ia sempat mencicipinya juga, mengapa ini berbeda fikirnya, seketika tiba-tiba ia merasakan pusing setelah memakanya, wanita itu merasakan kepalanya sangat sakit setelah itu semua gelap, dia pingsan, dengan cake yang berhamburan, jatuh bersama dengannya, dan juga mulutnya mengeluarkan busa.
*****
"Ma, apakah elin harus mengantarkannya kerumah sakit untuk Raka, " tanya elin, setelah mereka siap membuat kue kesukaan pria itu, mama amel memaksanya untuk mengantarkannya kepada pria itu kerumah sakit, ia sudah menolak, tetapi mama dari pria itu tetap memaksanya.
"Ayolah, apa salahnya kamu mengantarkannya, bukankah kalian itu sepasang kekasih, dia pasti akan senang kau mengantarkan ini padanya, apalagi ini adalah buatan tanganmu nak, " jawab amel, sebenarnya ia juga tidak ingin memaksa wanita itu, tetapi anaknya lah tadi yang menelfon ya, dan menyuruh nya untuk menyuruh wanita itu mengantarkannya kue buatan dari mereka.
"Baiklah ma, " ucap elin pasrah, mama amel pasti tetap kekeh, walaupun ia menolak nya, "Begitu kek dari tadi, mama kan tidak perlu memaksamu sayang, ini bekalnya, mama juga sudah menyiapkan supir yang akan mengantarkan mu,"ujar amel.
" Pak nanti tidak usah ngebut, Hati-hati saja, calon menantuku ini harus sampai dengan selamat, "kata amel, kepada supir pribadi nya itu.
" Baiklah nyonya, kalau begitu saya pamit pergi, "katanya, " ma elin pergi dulu, "ucap elin sambil melambaikan tangannya, yang dibalas oleh mama amel kepadanya, bahkan sampai mobil keluar dari perkarangan rumah itu mama amel tetap melambaikan tanganya, elin tersenyum melihat tingkah dari ibu Raka itu, dia terlihat begitu lucu menurutnya.
__ADS_1
Bersambung.......