Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 55 Bertengkar


__ADS_3

Sepasang suami istri sedang menunggu dengan cemas di depan ruangan UGD, mereka menunggu dikursi tunggu yang terdapat di depan pintu, "Rey, bagaimana ini, apa yang sebenarnya terjadi? " ucap jessi, sendari tadi wanita itu sudah berdoa, agar anak nya itu baik-baik saja.


Yang ditanya pun hanya diam saja, tanpa berniat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh jessi kepadanya, kepalanya sedang penuh memikirkan bagaimana kondisi sangat anak di dalam, setelah tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya, keheningan terjadi pada mereka berdua, tidak lama dari itu seorang dokter beserta perawat, keluar dari ruangan tempat al berada, mereka berdua langsung berdiri menanyakan tentang kondisi al bagaimana.


"Dokter, apa yang terjadi pada anak kami? " ucap jessi .


"Bisa kita berbicara diruangan saya saja, " jawabanya.mereka berdua pun mengikuti dokter itu, untuk memasuki ruangan yang dimaksud, setelah mereka duduk , dokter langsung menyampaikan penjelasan tentang kondisi al.


"jadi begini, sebelum saya menjawab pertanyaan ibu, saya ingin bertanya terlebih dahulu,apakah anak ibu dan bapak memang sering mengonsumsi obat tidur? "ucap dokter, yang membuat pasangan suami istri yang duduk didepanya itu, saling menatap satu sama lain, mereka heran dengan pertanyaan yang dikatakan oleh dokter tersebut, " Apa yang dokter katakan? "ucap jessi


Menghela nafasnya, " jadi begini, setelah saya melakukan pemeriksaan keseluruhan, ternyata selama ini anak ibu dan bapak pernah mengonsumsi obat tidur, yang sharusnya tidak baik untuk anak seusianya, dan juga kenapa anak ibu dan bapak tidak bangun saat kalian bawa kesini, itu dikarenakan anak itu sudah mengonsumsi obat tidur, dengan dosis yang tinggi, itu tidak baik untuk dirinya, hal itu bisa saja merengut nyawanya, jika dibiarkan terus menerus, karena memang sangat berbahaya untuk anak seusianya, "ucap dokter itu menjelaskan.


" Tapi bagaimana mungkin dokter, kami bahkan tidak pernah memberikan anak itu obat tidur, jadi bagaimana mungkin al mengkonsumsi itu, "ucap jessi masih belum mengerti, dengan perkataan dokter, bagaimana mungkin bisa seperti itu.


" Apa yang saya katakan benar adanya, saya sudah memeriksanya, ada cairan obat tidur ditubuh nya, yang membuat anak itu tidak terbangun, apapun yang kalian lakukan, karena yang ini sangat overdosis, dan sangat berbahaya, karena bisa merengut nyawanya, "


"Lalu bagaimna sekarang kondisinya dokter? " ucap rehan.


"Kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya, tadi anak itu sempat Ngedrop kondisinya, tapi sekarang sudah mulai baik-baik saja, saya sarankan jangan memberikannya obat tidur lgi, " ucap dokter.


"Baiklah dokter, kalau begitu kami permisi dulu, " ucap Reyhan langsung memegang tangan jessi dan membawanya keluar, tanpa memikirkan wanita itu, dia menarik saja tanganya dengan kasar. "apa yang kamu lakukan? mengapa menarik ku seperti itu tadi, " ucap jessi mencoba melepaskan tanganya begitu mereka sampai diluar ruangan dokter tersebut.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang bertanya padamu,bagaimana selama ini kau menjaga anak ku, sampai anak itu mengalami hal seperti ini ha? bukankah kau yang seharusnya mengetahui semua tentang nya, lalu sekarang? " ucapnya, aku mencoba merendahkan emosiku sendari tadi, saat berada di ruangan dokter, ketika dokter mengatakan hal seperti itu, pikiranku hanya langsung tertuju kepada wanita ini.


"Apa maksudmu mengatakan ini? apa kamu berbicara seperti ini karena mengangap bahwa aku lah yang melakukannya? apa kamu memiliki pemikiran sedangkal itu, sampai menuduhku, aku ini ibunya, bagaimna mungkin aku mencelakai anak ku sendiri, " ucap ku tidak habis fikir dengan pria ini, mengapa bisa dia setega itu menuduhku.


"Lalu, aku harus menyalahkan siapa? bukankah kau yang menjaganya selama ini, mengapa kau bisa tidak mengetahui hal ini, bagaimana jika tadi al kenapa-kenapa, kau lah yang pantas disalahkan untuk hal ini, kau tidak becus, "


"Bukankah kau mengatakan bahwa kau bukan keyla, bisa saja perkataan mu itu benar, dan kau tulisan menyukai al, dan mencelakainya karena mengangap dia itu sebagai pengganggu kan, bukan begitu? " sambungnya lagi, tanpa memikirkan apa yang dikatakan akan menyakiti orang lain.


"Aku tidak sejahat itu, bisa saja ini adalah perbuatan orang lain, bukan aku, kamu kan memiliki banyak musuh diluar sana, " jawabnya.


"Kau memang wanita yang seperti itu, bukankah kau yang terakhir kali bersama al, lalu apa yang kau berikan padanya katakan? "


Reyhan memegang pipinya, bekas tamparran dari wanita itu, dia bahkan sudah menatap tajam wanita itu, sedangkan yang dilihat,kembali menatap nya tajam, bahkan mereka tidak memikirkan bahwa sekarang mereka sudah dilihat oleh orang yang berlalu lalang, bahkan ada yang sengaja berhenti untuk melihat mereka berdua.


"Kau, berani sekali menamparku, apa yang membuat mu seberani itu ha!!" ucapnya mencekram kuar dagu jessi, bahkan sudah menyudutkan wanita itu ketembok.


"Apa yang kau lakukan rey, kau tidak lihat, kalian berdua sudah menjadi tontonan orang lain, apa kalian tidak bisa melihat, ini adalah rumah sakit, tidak seharusnya kalian melakukan hal seperti ini, " ucap rena, yang sangat marah sekarang, dia yang berniat melihat kondisi sangat cucu, malah melihat hal. seperti ini, tadinya memang wanita itu datang bersama suaminya, tapi karna tidak menemukan anak dan menantu nya, wanita itu memutuskan mencari nya, dan malah menemukan hal seperti ini.


"Anak kalian itu sedang sakit, dan kalian mdisini malah bertengkar, tidak malu dilihati semua orang? kalian juga semua nya bubar, disini tidak ada sesuatu untuk dilihat,pergi semua nya, " ucap rena.


"Semuanya karena wanita ini, " ucap Reyhan melepaskan tanganya dan pergi dari situ.

__ADS_1


Setelah kepergian Reyhan, mama rena menghampiri menantunya itu yang sudah terduduk dilantai rumah sakit, dengan terisak "ada apa sebenarnya nak? mengapa Reyhan begitu kepadamu? apa yang terjadi pada al sebenarnya? " ucap rena sambil memeluk dan mengusap punggung wanita itu.


"Aku pun masih belum mengerti ma," jawabnya.


"Baiklah jika kamu memang belum mau mengatakan nya, sekarang tenangkan dirimu, berhentilah menangis, kita keruangan rawat al, " ucap rena membantu jessi berdiri,dan membantunya berjalan, dengan memegangnya, karena sepertinya wanita itu kehabisan tenaga nya.


"Ma, bolehkan aku pergi ke taman terlebih dahulu, mama saja yang pergi duluan keruangan al, aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu, " ucap ku


"Tapi nak, kamu bahkan masih lemas, biar mama saja yang membawamu sampai ke taman, dan akan menemanimu, " ucap rena yang tidak ingin meninggalkan menantunya itu sendirian, karena sepertinya dia butuh seseorang untuk menguatkan dirinya.


"Tidak ma, pergilah, aku bisa sendiri, aku sudah merasa lebih baik, mama pergilah, nanti papa akan kebingungan mencari mama, " ucapnya menyakinkan mertuanya itu.


"Tapi, nak, " ucapnya yang masih tidak ingin meningalkan jessi sendirian.


"Ma, aku mohon, hanya sebentar saja, aku butuh waktu sendiri, " ucapnya ,mendengar permohonan dari jessi, akhirnya mama rena pun memberikan ijin kepadanya, "Tapi ingatlah nak, kapan pun kamu membutuhkan teman curhat, untuk membagi masalahmu, mama akan selalu siap untuk mendengarkannya, " ucapnya.


"Baiklah ma, Terima kasih sudah mau mengerti tentang diriku, dan selama ini selalu membuatku tidak merasa sendirian, " ucapnya memeluk rena, yang disambut oleh wanita itu.


Setelah melepaskan pelukanya, jessi pun pergi meninggalkan rena "Nak, semoga kebahagiaan selalu menghampiri mu, dan Reyhan segera sadar atas semua perbuatan yang telah dilakukannya, " gumamnya melihat punggung jessi yang semakin lama semakin menjauh.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2