
Setelah jessi sampai diruangan rawat inap nya, perempuan itu langsung saja merebahkan dirinya dibrankar, dan membalikan badanya membelakangi pintu, karena wanita itu yakin suaminya itu akan masuk kedalam ruang inap nya, sementara ia masih kesal dengan pria itu, aku ingin pulang dan istirahat di rumah saja, tapi pria itu sama sekali tidak mau mengijinkan, katanya di rumah sakit lebih cepat pemulihan karena ada dokter yang akan mengontrol kondisinya.
Seperti dugaan nya, tidak beberapa lama ada seseorang yang masuk kedalam ruangannya, jessi berfikir itu adalah Reyhan jadi wanita itu masih mempertahankan tubuhnya , sehingga tidak bisa melihat siapa yang sebenarnya datang.
"permisi bu, saya ingin melakukan beberapa pemeriksaan, " ucap seseorang yang baru saja datang.
Aku yang mendengar perkataan dari wanita itu langsung saja membalikan badan, aku sedikit terkejut dan heran, karena aku mengutamakan Reyhan lah yang datang, tapi ternyata dugaanku salah, yang masuk ialah seorang perawat, tapi aku juga sedikit binggung dengan kedatangan nya, karena bukankah tadi aku sudah melakukan pemeriksaan, lalu mengapa suster mengatakan akan memeriksa ku kembali.
"Tapi sus, bukankah, tadi pagi kamu juga dengan dokter sudah melakukan pemeriksaan keseluruhan,lalu untuk apa lagi dilakuakn pemeriksaan?" tanya ku padanya, yang dapat kulihat seketika tubuhnya seperti tersentak, entah mengapa melihat mata dari suster yang hendak memeriksa ku ini, aku merasakan familiar, tapi karena mukanya yang ditutup oleh masker aku jadi tidak bisa mengenalinya.
"Seperti nya ini adalah pemeriksaan tambahan nona, tadi dokter menyuruh saya melakukan pemeriksaan kepada Anda, dan ini memember ruang rawat inap yang dikatakan oleh dokter, berarti Anda adalah orangnya, " Ucapnya.
Sarah sebenarnya ingin sekali membuka maskernya dan menunjukan wajahnya kehadapan wanita ini, untuk melakukan penawaran seperti tujuan awalnya, tapi sebelum memasuki ruangan ini, wanita yang bernama Rania itu mengetahui jika ia hendak menghianati perempuan itu, entah dari mana wanita itu tahu, yang jelas tadi rania mengancamnya mengunakan anaknya sehingga mau tidak mau dengan sangat terpaksa Sarah harus mengubah rencananya, wanita itu diperintahkan untuk melakukan sesuatu.
__ADS_1
"Baiklah, silahkan suster melakukan pemeriksaan , jika memang arus seperti itu, " ucap jessi akhirnya membiarkan saja suster itu, wanita itu juga tidak ingin berfikir negatif, menurutnya tidak ada yang perlu dicurigai.
Mendapatkan lampu hijau, Sarah langsung saja melakukan tugasnya, entah bagaimana rania bisa mengetahui apa yang akan dilakukannya, sampai wanita itu mengirimkan padanya sebuah botol kecil yang diberikan oleh seorang pria tadi kepadanya, dan tugasnya yaitu harus menyuntik kan cairan itu pada wanita itu, dan menurut Sarah ini adalah tugas yang mudah.
Setelah melakukan pemeriksaan yang menurut jessi sama seperti yang sudah dilakukan oleh dokter tadi padanya, membuat wanita itu menjadi binggung, suster itu tadi mengatakan pemeriksaan tambahan tapi mengapa yang diperiksa sma seperti tadi. sementara suster yang merupakan Sarah yang menyamar itu tidak melihat raut wajah jessi, dengan santai nya dia menyutikan cairan yang dibawanya kedalam botol infus yang akan mengalir kedalam tubuh wanita itu, Sarah tidak tahu cairan apa itu, dia hanya melakukan saja apa yang diperintahkan kepadanya.
"Semuanya sudah selesai nona, saya akan memberikan hasil pemeriksaan ini kepada dokter, tugas saya sudah selesai, kalau begitu saya pamit unsur diri, " ucap darah hendak pergi, karena tugasnya juga sudah selesai, dia tidak ingin berlama-lama, karena nama dia sempat melihat jika Reyhan berada dirumah sakit ini juga, wanita itu merasa bisa saja ketahuan kapan pun.
"Tunggu, " ucap jessi menghentikan suster itu yang akan pergi, aku ingin bertanya kepada suster ini, sebelum wanita itu pergi, karena aku merasa sedikit aneh denganya. Sarah yang dihentikan oleh jessi mendadak menjadi panik, "Mengapa wanita itu menghentikan ku, apakah dia menaruh curiga kepadaku? " batinya, wanita itu ingin sekali pergi saja, tanpa mendengar perkataan jessi, tapi tangsnya juga dicekal oleh wanita itu membuatnya tidak bisa berkutik selain membalikan badanya melihat jessi.
"Tidak, aku tidak membutuhkan apapun, aku hanya ingin bertanya saja, mengapa suster melakukan Pemeriksaan sama seperti dokter yang sudah memeriksa ku pagi tadi, " ucap jessi melepaskan cekalam tanganya. Mendengar perkataan dari jessi, Sarah langsung saja binggung, dia juga tidak mengetahui tentang hal seperti ini,"bagaimana ini, apa yang akan kukatakan? ini semua karena wanita itu, "batin nya menyesali dirinya yang menurut saja dengan rania.
" Begini nona, sebenarnya hasil pemeriksaan tadi pagi kurang jelas , dan tidak rinci itu sebabnya saya melakukan pemeriksaan ulang, "ucap sarah, mengatakan apa yang ada difikiranya, dia tidak mengetahui akan berada diposisi seperti ini.
__ADS_1
" Tapi bukanlah tadi suster mengatakan akan melakukan pemeriksaan tambahan? "tanya jessi lagi, karena merasa semakin binggung dengan suster didepanya ini, tadi dan sekarang perkataan yang berbeda.saat jessi ingin bertanya lagi, pintu kamar inap nya dibuka, dan orang yang membukanya yaitu orang yang tidak ingin ditemuinya, suaminya Reyhan.
Melihat ada yang datang dan masuk kedalam, sarah langsung saja melakukan hal ini untuk pergi dari ruangan ini, karena bisa bahaya jika ia masih berlama-lama lagi berada disini fikirnya, " maaf nona, saya harus melakukan pemeriksaan di tempat lain, kalau begitu saya permisi , "ucap sarah menundukan kepalanya dan langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari jessi, ketika melewati Reyhan wanita itu tidak lupa menundukan kepalanya juga.
Jessi menatap kepergian suster itu dengan tatapan yang sulit diartikan, sampai punggung itu menghilang dibalik pintu, " ada apa dengannya, mengapa dia bertingkah mencurigakan seperti itu? "monolog jessi.
Reyhan yang berjalan kearahnya sedikit binggung dengan jessi yang terus saja menatap kearah pintu, dan dia hanya dapat mendengar samar-samar gumaman dari wanita itu, " ada apa? apakah ada yang salah dengan suster itu? "tanya Reyhan ketika sudah duduk di kursi samping brankar.
Mengetahui jika pria itu sudah duduk tepat disampingya, jessi langsung saja merebahakan kembali badanya, bahkan wanita itu membelakangi pria itu, masih enggan rasanya melihat wajahnya, dan alasan lainya juga tiba-tiba saja kepalanya mendadak pusing, dan juga perutnya sedikit kram, aku tidak ingin pria ini mengetahui apa yang tengah kualami ini, jadi biar saja, mungkin sebentar lagi akan hilang dengan sendirinya ketika ia beristirahat.
" Ada apa denganmu? apakah kau masih marah padaku? "tanya Reyhan mencoba bersikap sabar kepada wanita itu, dia ingin berubah jadi Reyhan akan berusaha untuk mengalah, walaupun sebenarnya dia tidak memiliki kesabaran yang banyak menghadapi wnita seperti istrinya itu, yang sudah memiliki banyak sekali perubahan dalam waktu singkat.
Aku sama sekali tidak menjawab perkataan pria itu, bukan karena aku tidak ingin, tapi rasanya mulutku sulit untuk dibuka, bahkan rasa sakit dikepala dan perut ku semakin menjadi, membuatku mengigit bibirku kuat, aku merasa sakitnya lebih parah dari pada yang tadi,tapi aku masih mencoba untuk menahanya agar tidak diketahui oleh Reyhan.
__ADS_1
Bersambung.......