Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 50


__ADS_3

Sesuai janji elin tadi sebelum pria itu berangkat dia akan mengantarkan makanan kerumah sakit tempat suaminya itu bekerja, sesampainya didepan pintu ruangan raka, perempuan itu mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kedalam, tidak sopan rasanya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, walaupun itu adalah ruangan suaminya sendiri.


Tok tok tok


Setelah mengetuk tiga kali baru ada sahutan dari dalam aku pun membuka pintu dan masuk kedalam "mengapa kamu mengetuk pintu sayang, kamu tidak perlu melakukan itu, masuk saja, " ucapnya tanpa melihat elin, dia sudah tahu bahwa istrinya itu yang masuk, jadi tanpa melihat nya dia mengetahuinya.



"Bagaimana kamu tahu bahwa aku yang datang? " ucap ku binggung, aku bahkan tidak mengeluarkan suara, dan sendari tadi pria itu hanya fokus pada pekerjaannya,tidak melihatnya tapi mengetahui keberadaan nya, "Aku sudah menunggu kedatangan kamu sendari tadi, jadi aku tahu kamu yang datang keruanganku, "



Aku pun berjalan kearahnya, dan meletakan makanan yang kubawa dimeja, aku duduk dihadapanya, "Jadi apa yang kamu bawakan untuk suamimu ini? " ucapnya yang membuat elin memutar bola matanya malas mendengar perkataan pria itu, "Aku membawa kan makanan kesukaanmu, jadi sebaiknya makanlah, aku ingin pulang dan istirahat, aku sangat mengantuk, Hoam, " ujar elin sambil menguap tanpa menutup mulutnya, Raka yang melihatnya gemas sendiri melihat kelakuan istrinya itu.



"Kalau kamu ingin istirahat pegilah ke ruangan itu, disana ada kamar tempat istirahat, kita akan pulang sama, jadi kamu bisa mengguna kamar itu, sembari menunggu aku melakukan satu operasi lagi, " ucapnya, aku pun melihat keruangan yang dia maksud, aku baru mengetahui bahwa ada kamar tempat istirahat didalam sini, aku memikirkan apa kah pria ini pernah memasukan wanita kedalam kamar itu, seakan mengerti dengan pemikiran wanita yang dihadapkan nya ini dia langsung menjelaskan.



"Aku tidak pernah memasukan wanita kedalam kamar itu, kamu lah satu-satunya wanita yang masuk kesitu selain aku, aku tidak sembarang orang memperboleh kan orang lain masuk kedalam, " ucapnya



"Aku akan istirahat, cepatlah makan makanannya, aku sudah benar-benar mengantuk sekarang," ucapnya berjalan memasuki kamar itu, aku mengantuk dan itu semua adalah ulah pria itu.


*****


"Siapa ini?dan apa maksud dari perkataanmu itu? " ucap jessi



"Kau masih tidak mengenaliku, padahal kita baru bertemu beberapa hari yang lalu didanau, " jawabnya



"Bara, apakah kau bara? mengapa kau bisa mengetahui no HP ku? dan apakah kau yang menaruh ramuan itu kedalam tasku? " ucapku langsung menayangkan nya, karena dari kata-kata pria itu, aku yakin dia lah yang memasukan nya kedalam tasku tanpa memberitahukan diriku.



"Iya, tidak penting dari mana aku mengetahui nya, kupikir kau sudah melupakanku, aku memang sengaja tidak memberitahumu tentang ramuan itu, aku juga memberikannya karena aku tahu kau pasti akan membutuhkannya suatu saat , " ucapnya.



"Apakah kau tahu hal ini akan terjadi padaku, apakah ini ada hubungan nya dengan wanita itu? " ucapnya lagi, dia sedikit ragu mengatakannya, tapi dia juga ingin mengetahui nya.



"Aku sudah bilang padamu, aku selalu mengawasinya, kau tau sebenarnya targetnya itu adalah kamu, tapi yang terjadi malah tidak sesuai rencana, Reyhan lah yang menjadi korban, aku yakin dia saat ini pasti marah, " ucapnya

__ADS_1



"Kamu mengetahui semuanya, kenapa tidak memberitahu ku, bagaimana pun itu sangat berbahaya, jika saja aku tidak cepat memberikannya nyawa Reyhan pasti dipertaruhkan, "



"Aku tahu, tapi aku juga sangat bersyukur kau langsung memberikan penawarnya, jika terlambat sedikit saja, maka nyawanya tidak akan tertolong, kau tau itu adalah ular yang mempunyai racun sangat berbahaya, aku saja sangat sulit mendapatkan penawarnya, " ucapnya



"Lalu bagaimana sekarang kondisi Reyhan, dan bagaimana bisa pria itu yang digigit, bukan kah rencana awal wanita itu seharusnya kamu lah yang diserang bukan Reyhan, " ucap bara lagi



"Aku tidak tahu, bagaimana kejadianya, tapi memang aku yang berniat pergi sendirian kebelakan villa, tiba-tiba pria itu datang dan mengikuti ku, dia tidak membiarkan ku pergi sendirian, saat dia menyuruhku untuk pulang, aku menolak, aku tetap disitu, sedangkan dia sudah sedikit jauh dari keberadaanku, saat aku mendengar suara teriakan, aku bergegas berlari untuk melihatnya, " ucap ku menceritakannya, aku tidak tahu mengapa mengatakannya pada pria itu, tapi aku merasa dia tidak seperti yang dikatakan Reyhan padaku.



"Lalu bagaimana kau bisa memberikan ramuan itu, sedangkan kau sendiri tidak mengetahui apa itu, dan apa kegunaanya? " tanya bara.



"Aku tidak tahu, tapi setelah bibi mengatakan Reyhan harus segera diberikan penawar, aku pun langsung saja mengambil ramuan itu, aku langsung terfikir ketahuan yang kutemukan itu, dan tanpa menunggu lama aku pun memberikannya kepada Reyhan, dan dokter mengatakan itu merupakan penawar racun itu, aku sempat binggung dan merasa aneh dengan itu, "



"maaf kan aku, tidak bisa menghentikan, ataupun mencegah hal itu terjadi, " ucap bara, jessi dapat mengetahui dari kalimat dan ucapan pria itu terdapat penyesalan.




"key, bagaimana kondisi Reyhan? " ucap rena yang melihat anaknya itu masih terbaring ditempat tidur, yang masih memejamkan matanya.



"Reyhan belum sadarkan diri ma, tapi kondisinya sudah baik-baik saja, " ucap jessi menyimpan ponsel nya dan mendekati ibu mertuanya beserta yang lainnya, tapi aku tidak menemukan raina.



"Bagaimana bisa seperti ini? " tanya alfian.



"Cerita nya panjang pa, intinya, Reyhan terkena gigit ular yang memiliki bisa mematikan, " ucap jessi.



"Jadi sekarang bagaimana key, apakah racun itu membuat Reyhan dalam bahaya, apa yang dikatakan oleh dokter? " ucap rena yang matanya sudah berkaca-kaca mendengar penuturan dari menantunya itu.

__ADS_1



"Untunglah tadi key langsung memberikan pertolongan pertama sebelum dokter datang, jadi kondisi nya sudah tidak berbahaya lagi, " kataku menyembunyikan yang sebenarnya, belum waktunya aku mengatakan kebenarannya nya.



"Pa, kita harus menunda kepulangan kita, Reyhan tidak mungkin kembali dengan kondisi seperti ini, " ucap rena



"Tidak ma, kita akan tetap kembali besok, disini sangat jauh dari rumah sakit, dan kita juga belum bisa memastikan kondisinya, dikota akan lebih baik untuk mengetahui perkembangannya, kita akan mendatangkan dokter terbaik, " ucap alfian.



"Aku menyetujui papa ma, sebaiknya kita tetap pulang saja, " ucap jessi dia juga merasa tidak aman berada divila ini, apalagi disini tidak ada rumah sakit, dan wanita itu bisa kapan saja merencanakan sesuatu.



"Ma, dimana al? " tanya ku yang baru menyadari bahwa anak itu tidak ada disini, "Al sedang bersama raina di taman, "jawab rena membuatku cemas seketika, bagaimana mungkin mertuamu itu memberikan anak itu pada raina, bagaimana jika dia menyakiti al, dan melakukan hal buruk, " Mengapa kamu seperti cemas begitu key, raina adalah orang baik, jadi kau tidak perlu mencemaskan al bersamanya, "ucap rena melihat perubahan raut wajah menantunya itu.



" Aku ingin melihat al ma pa, "ucap jessi, dia tidak bisa tenang jika al bersama dengan wanita itu.



" Baiklah, pergilah kami yang akan menjaga Reyhan, "ucap alfian.



Aku pun keluar dari kamar, dan mencari al yang kata nya tadi berada ditaman, sesampainya disitu, aku tidak melihat keberadaan mereka, aku jadi panik" al, kamu dimana"teriakku



"Mama, " ucap al berlari, aku melihat mereka baru saja masuk, sepertinya tadi wanita itu membawa al keluar, "Kamu dari mana saja sayang, mengapa meninggalkan mama, " ucap jessi mengendong dan memberikan ciuman bertubi-tubi pada anak itu.



"Tadi al pergi jalan-jalan bersama tante, " ucapnya



"Maaf kak key, aku membawanya keluar tanpa injin, tadi mendengar kabar kak Reyhan, aku memutuskan untuk membawanya keluar, agar tidak melihat kondisi ayahnya, dia pasti akan sedih, dan takut nya mengantuk istirahatnya, " ucap raina menunduk kan kepalanya.



Aku tidak tahu harus merespon bagaimna, niat wanita itu baik, walau pun aku tau dia tidak seperti kelihatannya, tapi aku tidak mungkin menunjukan bahwa aku tidak suka padanya,"tidak masalah, dan Terima kasih karena sudah menjaga al, "ucap jessi.


__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2