
Tidak lama setelah Reyhan mendapatkan pesan seseorang pun masuk kedalam ruang rawat istrinya secara brutal membuka pintu sehingga terdengar suara yang cukup nyaring, dan yang masuk adalah orang yang difikirkan oleh nya, bahkan Reyhan tidak menyangka jika secepat ini orang yang paling ingin dihindari telah datang.
Rena memasuki ruangan dengan seorang diri karena alfian sedang membawa al ketaman rumah sakit, karena anak itu tadi sedikit rewel, dan alfian juga tidak ingin mengangu istri nya untuk berbicara pada anaknya, karena dia tahu bahwa akan terjadi pertengkaran kecil pada mereka berdua.
"Jadi begini kelakuanmu, menutupi hal sebesar dan sepenting ini dari kami,apakah kamu sudah tidak mengangap kami lagi ada sehingga hal seperti ini kamu anggap tidak penting untuk memberitahukannya, " ujar nya.
Pesan yang dikirimkan oleh seketarisnya yaitu kedatangan kedua orang tuanya beserta dengan anaknya yang membuat pria itu pusing, karena binggung jawaban apa yang akan kuberikan atas semua pertanyaan yang akan dipertanyakan oleh wanita yang sudah melahirkanku ini, dan semuanya ternyata memang terbukti, bahkan baru saja mamanya datang pertanyaan langsung saja dilontarkan olehnya.
"Mengapa kamu diam saja, apakah kamu tidak memiliki kata-kata untuk menjawab, atau kamu terkejut melihat kedatangan kami, " ujarnya lagi sambil mendekat dan berdiri tepat disamping brankar menantunya .
"Kamu kali ini benar-benar mengecewakan mama, bahkan hal seperti ini kamu angap hal yang sepele, " ucap rena menatap menantunya dengan tatapan kecewanya, bahkan tersirat kesedihan yang mendalam terbukti dari kedua matanya yang sudah berkaca-kaca.
Melihat mamanya membuat Reyhan memalingkan wajahnya, kelemahan dari pria itu adalah melihat mamanya menangis, Reyhan paling tidak bisa melihat kedua mata itu meneteskan air kata, tapi hari ini dia sendiri penyebab wanita itu mengeluarkan air matanya.
"Maaf ma, aku tidak bermaksud mengecewakan mama, atau pun menyembunyikan hal ini, " ucap Reyhan mencoba menjelaskan pada mamanya.
"Lalu jika kamu tidak bermaksud menyembunyikan hal ini, mengapa kamu tidak langsung memberitahu semua ini kepada mama? " tanyanya.
"Aku hanya tidak ingin mama dan papa memikirkan tentang ini, kalianjuga disana mengurus dan merawat al, aku tidak ingin kembali membebankan kalian dengan keadaan disini, "
"Kalian berdua sama saja, jika mama tidak mendengar percakapan papa dengan anak buahnya ditelfon maka mama pastikan sampai sekarang mama tidak mengetahui keadaan dan kondisi menantu mama di sini, " ujarnya.
"Kamu tau Rey, dari pagi perasaan mama sudah tidak tenang, mama sudah mendapatkan firasat yang buruk, dan saat mama ingin menelfon papa selalu melarang, dan dengan paksaan dari mama baru papa mengijinkan untuk menghubungi kalian, dan kamu malah berbohong pada mama, " ucapnya lagi.
"Maafkan aku ma, mama boleh memukuk Reyhan, tapi Rey mohon jangan menangis, aku tidak bisa melihat mama menangis, " ujar Reyhan menghapus air matanya.
"Bagaimana mungkin mama tidak menangis melihat kondisi menantu mama yang terbaring lemah disini, bahkan mama baru mengetahui nya sekarang, " ucapnya .
"Rey, mama ingin bertanya sebenarnya apa yang terjadi dengan keyla?mama harap kamu berkata jujur kali ini, " ucap rena lagi.
Reyhan terdiam mendengar perkataan yang dilontarkan oleh mamanya itu, karena dia bingung harus mengatakan dari mana , apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya, dia takut reaksi yang diberikan oleh mamanya setelah mendengar apa yang dikatakan olehnya, karena istrinya aja yang mendengar langsung kembali pingsan, bagaimna dengan mamanya jika mendengarnya.
"Rey, mengapa kamu diam saja? " tanyanya.
"Aku binggung harus mulai dari mana ma, " ujarnya.
"Inti nya saja yang perlu kamu jawab, mama hanya ingin mengetahui mengapa kondisi keyla sampai seperti ini, " ujarnya kembali menanyakan pertanyaan yang sama.
__ADS_1
"Keyla terkena tusukan, " ucapnya.
"Apa!! bagaimana bisa? siapa yang melakukan nya? " tanya rena
Pertanyaan beruntun yang di tanyakan oleh rena membuat Reyhan kembali binggung, jawaban apa yang akan diberiksnnys jika seperti ini, rena pasti akan merasakan terkejut jika mengetahui bahwa wanita yang dianggapnya baik ternyata dalang dari semuanya.
"Raina, " satu kata yang membuat rena langsung saja menatap anaknya itu, ingin memastikan apakah pendengarnya benar atau dia salah.
"Apa? kamu mengatakan apa Rey? " tanya nya lagi
Menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh mamanya, "wanita itu yang kita anggap baik dia adalah dalang dari semuanya ma, raina, " ujarnya.
"Bagaimana bisa Rey, mengapa dia melakukan semua ini? " ucapnya , rena merasa marah sekarang ternyata wanita yang selama ini telah dianggap putri olehnya ternyata tega melakukan hal seperti ini.
"Aku juga tidak mengerti ma, semuanya terjadi begitu cepat, bahakan hal itu membuat aku kehilangan calon anak ku yang bahkan belum kami ketahui keberadaan nya, " ujar Reyhan berkata pelan di akhir kalimatnya.
Walaupun anaknya berkata pelan tapi rena masih bisa mendengar perkataan yang dikatakan olehnya"Rey, apa maksud dari perkataanmu itu? "tanya nya yang tidak mengerti dengan perkataan nya.
" Tidak ada ma, mama mungkin hanya salah dengar saja, "ucapnya mencoba bersikap biasa saja.
" Rey, katakan apa yang terjadi sebenarnya, "ujarnya memaksa anaknya untuk mengatakan nya.
" Saat keyla menyelamatkan ku dari tusukan yang sebenarnya tujuan nya adalah diriku, ternyata saat itu keyla sedang hamil, ada janin diperutnya, tapi kami terlambat mengetahui nya yang mengakibatkan anak kami tidak terselamatkan, "ucapnya dengan kesedihan yang terpancar dari wajahnya mengingat hal itu.
" Rey, jadi saat itu keyla dia.., "ucapan nya tehenti karena rena kembali menangis bahkan lebih terisak dari yang tadi, dia tidak menyangka akan mendengar kabar seperti ini.
" Iya ma, aku sudah gagal menjadi seorang ayah yang baik, bahkan aku tidak bisa melindungi nya, keberadaan nya saja aku tidak mengetahui nya, "ucapnya mencurahkan isi hatinya pada wanita yang sudah melahirkan nya itu.
Rena mendekati anaknya dan membawa Reyhan ke dalam pelukannya, dia tahu bahwa anaknya itu pasti merasakan sedih yang mendalam, terbukti dari air mata pria itu, anaknya tidak pernah menangis jika bukan untuk hal yang membuatnya sangat sedih seperti ini.
" Tidak Rey, kamu tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri mungkin ini sudah takdirnya, "ucapnya mengelus punggung anknya, dia bisa merasakan kesedihan itu, bahkan dia tidak bisa membayangkan bagaimana terpukulnys menantunya itu.
" Tapi ma, keyla, dia sangat terpukul mengetahui hal ini, bahkan dia tadi sempat berteriak histeris membuatnya kembali pingsan, "ujarnya melepaskan pelukanya dari mamanya dan melihat kearah istrinya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jika kesedihan sedang menyelimuti keluarga Reyhan berbeda dengan sepasang suami istri yang sedang melakukan kecan ala-ala elin , ya setelah drama tentang kedatangan sahabat suami nya itu, hari ini mereka memutuskan untuk keluar apartemen untuk sekedar jalan-jalan, atau yang disebut dengan kencan .
__ADS_1
" Kita akan kemana sekarang? "tanya Raka pada elin yang sendari tadi mengajaknya berkeliling mall,entah mengapa wanita itu tiba-tiba saja menginginkan agar mereka pergi kemall saja, dan sendari tadi hanya berkeliling tanpa membeli apapun membuatnya lelah dan kesal , rasanya ingin meluapnya tapi entah merapat tidak bisa.
" Bukankah kamu mengatakan kita akan berkencan, jadi mengapa kamu menanyakan nya lagi pada ku? "ucap elin dengan santainya, membuat Raka bertambah kesal,apakah wanita ini tidak merasakan lelah dan capek setelah mereka berkeliling sejak tadi.
" Aku sengaja tidak masuk rumah sakit untuk berkencan, bukan seperti ini, apakah kamu menganggap berkeliling mall seperti ini disebut dengan berkencan? "tanya Raka memberhentikan langkahnya untuk istirahat agar mengurangi rasa lelahnya , dirinya pun duduk di kursi yang berada didekat nya yang memang tersedia disitu.
" Tidak juga , lalu menurut mu seperti apa itu berkencan, beritahukan aku, karena aku tidak mengetahui nya, "ucapnya santai dan ikut duduk disebelah Raka sambil menikmati es cream yang dibelinya tadi.
" Jadi kamu tidak mengetahui nya? "tanya nya.
Dengan wajah polosnya elin mengelengkan kepalanya membuat Raka memijat pelipisnya, " jadi sendari tadi kamu mengira jika kencan itu seperti ini? "tanya nya lagi.
"Tidak juga, aku hanya mengira jika berkencan itu berarti berjalan-jalan, menonton, belanja dan lain sebagainya, " ujarnya
"Sudah,sekarang kita sebaiknya makan saja, kencan nya gagal, sekarang aku lapar, " ujarnya menarik tangan elin untuk mencari tempat makan yang paling dekat dengan mereka, karena selain lapar saat ini Raka merasakan sangat haus, akibat berkeliling dimall yang sebesar ini.
Setelah menemukan tempat yang cocok Raka langsung saja masuk kedalam nya, dengan masih menarik tangan elin pelan.
Bersambung.......
__ADS_1