Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 66 rumah sakit


__ADS_3

Sesaat setelah jessi terkena tusukan pisau, hal itu seketika membuat jessi merasakan kesakitan, dan tubuhnya merasakan lemas dan hampir terjatuh jika Reyhan tidak memegangnya.



Saat memegang pinggang wanita itu, Reyhan merasakan memegang sesuatu yang aneh, saat ia melihat tanganya ternyata ada noda darah yang cukup banyak, aku juga melihat kearah wanita itu yang merasakan kesakitan, seketika aku panik"apa yang terjadi, mengapa kamu bisa berdarah? "tanganya yang masih belum menyadari apa yang terjadi.



" Bos, seperti nya wanita itu tadi hendak menusuk mu, tapi karena nyonya menyadari nya, nyonya langsung membalikan badan dan terkena pisau, "ujar seketaris Arya, asap perlahan sudah menghilang, dan sekarang mereka semua sudah bisa melihat dengan jelas.



" Cepat kalian cari dan temukan wanita itu, aku yakin dia belum terlalu jauh dari sini, Arya siapkan mobil segera, kita harus secepatnya pergi kerumah sakit, cepat lakukan sekarang, "teriaknya yang langsung saja dilakukan oleh para pengawal sementara Arya lansung saja melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bosnya " Bertahanlah, aku akan membawamu kerumah sakit, "ujar Reyhan mengendong jessi, entah mengapa melihat wanita itu kesakitan seperti ini membuatnya sangan khawatir dan cemas.



Sesampainya dibawah, Reyhan melihat seketaris nya itu masih berada diluar mobil. dan terlihat seperti sedang gelisah aku pun menghampirinya, " Apa yang terjadi, mengapa kamu belum masuk kedalam? "



"Maaf tuan, tapi semua mobil yang kami bawa kesini ban nya kempes, bahkan mobil yang Anda bawa juga demikian, " ujarnya



"Bagaimana ini semua bisa terjadi, bukankah tadi baik-baik saja, " tanya Reyhan binggung melihat ban mobil yang seketika secara bersamaan kempes semuanya.



"Seperti nya ini sudah direncakan tuan, saya saya datang tadi semuanya sudah terjadi seperti ini, " jawbabnya



"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, istriku sudah merasakan sangat kesakitan sekarang, kita harus segera membawanya kerumah sakit, " ujarnya mendadak dia menjadi emosional sekarang.



"Tempat ini sangat jauh dari kota , dan permukiman juga jauh jaraknya, tapi saya sudah mengabari pengawal untuk datang membawa mobil, " ucapnya.



Melihat jika jessi semakin kesakitan membuatnya tidak bisa lagi berdiam saja , apalagi jika harus menunggu mobil, dia sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya itu, "Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, aku akan membawanya berjalan saja, aku akan mencoba mencari bantuan, " ujarnya .



"Kau harus membantu para pengawal menemukan wanita itu, aku ingin dia ditangkap dan dibawa ketempat biasa, aku berharap kalian bisa menangkap nya, " ujar Reyhan sebelum pergi dari tempat itu, dan mulai menelusuri sekitar tempat itu.



"Kau harus bertahan bagaimana pun juga, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu, kau harus tetap membuka matamu, " ujarnya yang melihat jessi sepertinya akan menutup matanya.

__ADS_1



Aku yang sudah merasakan kehilangan tenaga, bahkan untuk menjawab pria itu saja rasanya sangat sulit, itu sebabnya aku hanya mengangukan kepalaku saja menjawab perkataan dari pria itu, aku dapat melihat kecemasan yang sangat besar dari pria itu, apakah dia sudah mencintai istrinya atau hanya karena kasian.



Aku terus saja berjalan, aku harus segera mendapatkan tumpamgan utuk segera kerumah sakit, saat aku sudah melihat aku sudah hampir mendekati jalan raya, aku pun mempercepat langkahku,sesampainya dipinggir jalan, aku segera menghentikan mobil yang berlaku untuk berhenti, tapi sejauh ini belum ada yang mau menghentikan mobilnya membuatku panik, karena jessi semakin melemah.



Setelah sekian banyak mobil yang berlalu, akhirnya ada yang mau memberhentikan mobilnya, tanpa membuang waktu aku pun mendekati mobil itu"bisakah saya menumpang, saya harus mengantarkan istri saya kerumah sakit, "ujarnya saat kaca jendela terbuka.



" Silahkan masuk rey, kau harus segera mengantarkan keyla kerumah sakit, "ujar pria yang ternyata pemilik mobil itu adalah musuhnya bara, tadi memang Reyhan tidak terlalu memperhatikan siapa yang mempunyai mobil.



" Kau, tidak pergilah, "ujarnya ingin pergi tapi bara segera menghentikanya, pria itu keluar dari mobilnya, " sekarang kau harus melupakan masalah kita, sekarang yang terpenting keselamatan dari istrimu, "ujarnya.



sesat pria itu pun melihat kearah istrinya sebelum mengiyakan apa yang dikatakan bara. " Sekarang ayo, masuklah, aku akan mengebut agar kita segera sampai kerumah sakit, "ujarnya lansung saja membuka pintu agar memudahkan Reyhan masuk, setelah itu bara kembali mengemudikan mobilnya.



Ditengah perjalanan, mobil yang dikendarai oleh bara mengalami kemacetan, hl. itu semakin membuat Reyhan takut dan cemas bukan kemalang,kondisi jessi semakin memburuk itu membuatnya semakin panik saja" Apakah masih lama lagi kita sampai, kondisi nya semakin memburuk, kita harus segera kerumah sakit, "ujar Reyhan




Setelah berlari lumayan jauh, akhirnya Reyhan sampai didepan rumah sakit yang dimaksud oleh bara tadi, "Dokter, dokter, " teriaknya



Dokter dan susute menghampiri Reyhan "Apa yang terjadi tuan? "



"Cepat segera periksa dan lakukan perawatan pada istriku, ida terkena tusukan lumayan dalam, " ujarnya, menaruh jessi diatas brankar yang dibawa suster, tanpa menunggu waktu lagi mereka langsung saja membawanya ke ruang UGD, saat Reyhan ingin memasuki ruangan itu suster melarangnya, "maaf Pak, anda tidak diijinkan masuk kedalam, sebaiknya bapak menunggu diluar saja, " ujarnya, tidak ingin mencari masalah pria itu pun menunggu dikursi tunggu depan ruangan itu.



"Somoga kau baik-baik saja, " ujarnyaerapalkan doanya mendoakan keselamatan istrinya itu.



"Aku akan membalas semua yang telah kau lakukan pada keluarga ku, berani sekali kau menyakiti mereka, tunggu pembalasan dari ku, " ujarnya mengepalkan tanganya .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat sedang asik memakan cemilan dimeja party, tiba-tiba keluarlah seorang wanita dari dalam kamar dengan muka bantalmya, dan rambut nya yang acak-acakan membuatnya semakin terlihat cantik saja dengan penampilannya yang seperti itu, belum. menyadari bahwa ada tamu yang datang, dia memasuki dapur dan mengambil minum untuk diminum nya.



Elin sama sekali tidak menyadari bahwa sendari tadi ada yang memperhatikan setiap yang dilakukannya, setelah selesai menaruh gelas kewastafel , membalikan badannya dia terkejut melihat orang asing berada dirumahnya, rerflek dia pun berteriak, "Aaaaaa, siapa kau," teriaknya mengambil sendok goreng yang ditemukannya, dan mendekati albi, saat hendak melayangkan pukulan Raka menghentikannya.



"Jangan sayang, dia adalah temanku, " ujarnya menahan tangan elin, saat mendengar teriaknya dari istrinya itu dia langsung menghampirinya, tadinya dia memengaruhi sedang fokus mengerjakan sesuatu sehingga dia tidak menyadari jika istrinya keluar dari kamar.



"Oh, aku kira tadi dia itu maling, makanya aku mau memukuknya tadi, " ujar elin dengan muka tanpa dosa, melihat itu membuat albi melonggo dibuatnya, setelah hampir memukuknya bukanya meminta maaf atau apa lah, wanita itu malah mengatakan itu dengan santainya.



"Wah, apakah ini adalah istrimu? aku berharap ini adalah saudaramu, dia sangat cantik, bahkan terlihat seperti nya dia adalah wanita mandiri, " ujarnya memerhatikan dengan terang-terangan jika dia tertarik kepada elin, bahkan dia melihat elin tanpa berkedip.



Melihat hal itu, raka pun menonjok pria itu, "Jaga matamu itu, ini adalah istriku, jangan melihat nya dengan seperti itu, " ucapnya marah langsung saja membawa tubuh elin kedalam pelukannya.



"Au, ini sangat sakit, kau sangat tega, aku kan memengaruhi belum mengetahui nya, mengapa kamu memukulku, kau begitu jahat padaku, " ujarnya dengan muka yang dibuat semelas mungkin.



Elin melepaskan dekapan Raka, dan melihat kearah pria itu, "mengapa kau memukulnya, bukankah dia itu sahabat mu,kau tidak lihat dia mengalami kesakitan sekarang, " ujarnya hendak menyentuh wajah albi, yang langsung saja ditepis oleh Raka.



"Tidak perlu menyentuh nya, atau dekat-dekat dengannya, sebaiknya kamu masuk saja kekamar, " ujar Raka, jelas terlihat ketidaksukaanya.



"Ayolah, aku tidak mungkin merebut kakak ipar dari mu, biarkan dia disini, aku ingin mengenalnya, kau bahkan tidak mengundangku dihari pernikahan mu, sekarang kau malah melarangku untuk berkenalan dengannya.



" Baikalah sebagai perkenalan, aku akan merasakan makan malam untuk mu, kuharap kau akan menyukainya, "jawab elin tanpa melihat raut wajah yang ditunjukkan oleh Raka, yang tidak menyetujui perkataan dari istrinya itu.



" Apa yang kamu katakan sayang, dia tidak akan makan malam disini, dia memiliki jadwal sebentar lagi, "ucapnya menatap tajam albi agar mengiyakan perkataanya, tapi jawavan pria itu membuat Raka semakin marah saja.


__ADS_1


" Tidak, aku akan makan malam disini, aku tidak memiliki jadwal apapaun hari ini, jadi aku ingin mencicipi masaknya dari kakak ipar, sebelum pulang, "ujarnya mengendipkan katanya melihat raka,sedangkan elin geleng-geleng kepala saja melihatnya, wanita itu pun kembali kedapur untuk mulai memasak, sementara Raka menarik sahabat nya itu ke ruang tamu.


Bersambung.....


__ADS_2