
Sesampainya dirumah orangtua Raka, pria itu langsung saja keluar dari mobil, meninggalkan elin, tidak biasanya dia seperti itu, biasanya pria itu akan membukakan pintu mobil untuk elin, tapi kali ini tidak, aku binggung sendiri dengan pria itu sebenarnya apa yang terjadi denganya, tanpa mau menungu waktu lebih lama lagi, aku pun membuka pintu mobil dan keluar, karena penasaran apa yang terjadi didalam rumah.
Sesampainya didalam aku melihat ramai orang, aku juga dapat mendengar suara orang yang sedang marah, karena semakin penasaran aku pun mendekati suara itu"Apa yang mama katakan, mengapa mengambil keputusan seperti itu, "suara itu seperti suara ibu mertuanya, mama amel.
" Keputusanku sudah tidak bisa diubah, mengapa kalian menikahkan cucuku dengan wanita yang bahkan tidak jelas asal usulnya, "
Deg
Aku terkejut mendengarnya, apakah semua keributan yang terjadi karena diriku, tapi siapa wanita paruh baya itu, apakah dia itu adalah oma Raka. "oma tidak bisa langsung mengambil keputusan seperti itu, rumah sakit sudah lama dikelola oleh papa, bahkan sekarang sudah berkembang pesat seperti ini, dan oma berniat mengambil kekuasaannya dari papa, " ucap Raka, aku bisa melihat, wajah pria itu merah padam, jadi ini alasan pri situ sangat marah, omanya berniat mengambil alih rumah sakit tempat nya bekerja, dan itu disebabkan oleh dirinya.
"Walaupun papamu yang telah mengembangkan itu, aku masih memegang sepenuhnya kekuasaan atas rumah sakit itu, aku tidak akan mengambilnya, asalkan kau menceraikan istrimu yang tidak jelas itu, dan menikah dengan pilihan oma, " ucap nya, semakin membuat elin terkejut, bahkan wanita itu hampir menjatuhkan barang yang tidak sengaja disenggolnya.
Walaupun barang itu tidak terjatuh, tapi menimbulkan suara yang membuat orang-orang melihat kearahnya, yang sudah penuh dengan air mata di wajahnya,aku melihat Raka hendak menghampiri ku, tapi dicegah oleh omanya, wanita paruh baya itu lah yang mendekati nya "Apakah ini adalah istrimu? bahkan dari segi apapun dia tidak pantas bersamamu,apakah dia sudah menyerahkan tubuh nya dengan sukarela, dan menjebakmu, hingga kau menikah dengannya? " ucap oma naomi.
"Apa yang oma katakan, aku tidak pernah melakukan hal itu, aku bukan wanita yang rendahn seperti itu, " ucap elin, aku tidak terima dengan perkataan yang diucapkan oleh wanita itu, ingin rasanya aku meneriakinya,tapi aku masih ingat bahwa dia adalah orang yang lebih tua dari ku, tidak sopan rasanya aku berlaku kasar padanya.
"Haha, kau itu memang perempuan rendahan, mana mungkin wanita yang tidak jelas asal usulnya sepertimu itu wanita baik-baik, ibu mu membuangmu karena kau itu adalah anak haram, " ucap oma naomi tertawa jenaka.
"Cukup, apa yang anda katakan, tidak seharusnya anda mengatakan hal itu kepada saya, biar anda tau, saya bahkan tidak mau menikah dengan cucu anda, kalau bukan dia yang memaksa , saya cukup tau diri, saya memang tidak pantas bersanding dengan cucu anda, mungkin apa yang anda katakan benar, tidak seharusnya saya menikah dengan cucu anda, saya bisa menerima anda menghina saya, tapi tidak dengan ibu saya, " ucap ku yang tidak bisa untuk tetap tidak emosi mendengar wanita itu membawa nama ibunya.
Tanpa mau mendengar apapun aku keluar dari rumah itu, aku tidak ingin berada lagi ditempat itu, yang bahkan keberadaanku membuat keributan.
"Apa yang kamu katakan, bagaimana pun dia itu adalah menantu dari cucu kita, tidak seharusnya kamu mengatakan hal seperti itu, mereka sudah menikah, seharusnya kamu menerimanya, dia itu seperti nya wanita baik-baik, " ucap ansel yang merupakan suami sekaligus opa raka.
"Aku kecewa dengan mama, tega sekali mengatakan hal itu kepada menantuku, bahkan mama tidak memikirkan perasaannya, " ucap andrian menatap kecewa mamanya itu.
"Raka sangat menyayangkan sikap oma hari ini, aku tidak menyangka oma datang jauh-jauh dari Amerika hanya untuk melakukan hal ini, aku kira oma akan bahagia, karena akhirnya aku menikah, tapi ternyata, aku mendapatkan hal seperti ini, oma tidak berhak atas kehisupanku, ini adalah pilihan ku, setuju ataupun tidak setuju oma, aku tidak akan pernah melepaskan istriku itu, bagaimana pun kondisi nya, " ucap Raka pergi dari situ.
"Puas kamu, mengatakan hal yang tidak benar kepada mama, dan melakukan semua ini, " ucap amel kepada adel, yang merupakan adik suaminya itu, wanita itulah yang menyuruh mertuanya itu pulang, dan mengadukan hal yang tidak-tidak.
Andrian meninggal kan tempat itu diikuti oleh amel dan juga ansel, tinggalah ditempat itu naomi, adel, dan juga dela. "Mama lihat sendiri bukan, semua orang bahkan berani bersikap seperti ini, hanya karena membela wanita itu, " ucap adel yang kembali memanas-manasi mamanya itu.
"kita harus melakukan sesuatu oma, " sambung anaknya
...****************...
Sementara ditaman rumah sakit, jessi duduk dengan pandangan kosong melihat kedepan, dia merasa sangat frustasi sekarang, masalah datang silih berganti, dia rasanya ingin menyerah saja dengan keadaan yang dialaminya sekarang ini, tapi hatinya selalu berkata untuk kuat. tiba-tiba wanita itu merasakan hawa dingin yang menempel di pipi nya, dan pelakunya adalah bocah perempuan yang memberikannya es krim.
__ADS_1
"Tante jangan sedih, ini ada es krim, aku jika sedang menangis pasti akan ditawarkan es krim oleh bundaku, setelah itu aku pasti tidak menangis lagi, " ucap bocah itu, yang jika dilihat seperti nya umurnya sekitar tujuh tahunan.
"Kamu dari mana tahu tante sedang sedih? dan dimana orang tuamu? " ucap jessi menerima es krim pemberian anak itu, setelah es krimnya diterima anak itu duduk disamping jessi.
"Aku hanya melihat tante sedang melamun,sedangkan bunda ku sedang berada dikantin, aku tadi sudah mengatakan kepada bundaku jika aku ingin kesini, " jawab nya.
"Mengapa kamu kerumah sakit nak? siapa yang sakit? dan dari mana kamu mendapatkan es krim ini? " tanya nya lagi.
Bukanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh jessi, bocah itu malah menertawakan nya, membuat jessi tersenyum, anak itu terlihat mengemukakan dengan tertawa seperti itu.
"Tente pertanyaan tante terlalu banyak, aku binggung menjawabnya, " jawabnya, aku hanya menyengir saja, karena memang yang dikatakan oleh bocah itu benar, aku bertanya banyak sekali padanya.
" Bundaku sedang menjenguk temannya, aku tidak ingin ikut kekantin rumah sakit, jadi aku ke taman, aku mendapatkan es krim ini dari om baik, "jawabnya, sambil mulai memakan es krim nya.
" Lalu siapa nama mu?dan siapa om baik yang kamu maksud itu? "ucap jessi sambil ikut menikmati es krim yang diberikan oleh anak itu, karena merupakan kesukaaannya.
" Namaku kaila,om baik tadi ada disitu, "ujarnya menunjuk ketempat dimana ia bertemu dengan pria itu, tapi saat jessi melihat kearah yang ditunjuk oleh anak itu, jessi tidak menemukan orang disitu.
__ADS_1
" Nama yang cantik seperti orangnya, "ucap jessi mengelus rambut anak itu, dia tidak akan bertanya tentang om baik yang dimaksud oleh anak itu.
" Tante, kata om baik, tante tidak boleh sedih, nanti jelek mirip dengan temanku, "ucapnya
" Teman kamu? apakah kamu memiliki teman yang jelek? "tanya jessi
" ia tante, dia jelek,abisnya suka sekali marah-marah dan membuatku kesal, aku memanggilnya orang jelek, "ucap nya sambil mengembungkan mulutnya, membuat jessi tertawa, melihat kelucuan dari anak itu, dia dapat melupakan sejenak masalah yang dihadapinya.
" Kamu sangat lucu, apakah temanmu itu tidak marah kamu memangilnya seperti itu? "
"Dia sangat marah, sampai kami bertengkar setiap harinya, "
"Tante, aku pergi dulu, nanti bunda mencariku, aku sudah terlalu lama pergi, tante jangan sedih lagi ya, semoga kita bisa bertemu lagi, " ucapnya membersihkan sisa eskrim.
"Tapi ,apakah kamu tidak akan tersesat, apakah kamu tahu dimana tempat ibumu? " ucap jessi, yang tidak yakin anak kecil seperti nya akan ingat dimana keberadaan ibunya itu.
"aku tahu tante, dari sini belok, dan ruangan pertama dari situ, adalah tempat sahabat bunda, aku tidak akan tersesat, " ucapnya menunjukan giginya sambil tersenyum.
"Dada tante, " ucapnya melambaikan tanganya.
Bersambung.....
__ADS_1