
Sementara elin, yang sibuk dengan pemikiranya, untuk mengingat tentang kejadian yang terjadi padanya, sampai wanita itu bisa berada ditempat ini. Seseorang keluar dari kamar mandi, hanya dengan mengunakan handuk sebatas pinggang saja, wanita itu pun menoleh, dan terkejut melihat siapa pria itu, elin melihat sekelilingnya sekali lagi, dan baru menyadari ternyata ia berada di apartemen raka, pria yang dilihatnya tadi keluar dari kamar mandi adalah raka.
Elin sempat terpesona, melihat tubuh pria itu, tetapi setelah tersadar bahwa pria itu juga melihatnya, elin memalingkan wajahnya, saat wanita itu ingin turun dari kasur, ia merasakan sakit diseluruh tubuhnya, dia hampir terjatuh, jika tidak ada yang memegangi,saat menyadari itu, wanita itu reflek mendorong pria itu, hingga terjatuh,dan elin pun melilitkan selimut dibadanya, dan turun berjalan tertatih-tatih kekamar mandi, untuk memnersihkan dirinya, walaupun ia hampir terjatuh, ia tetap mencoba berjalan, sampai memasuki kamar mandi, setelah siap elin keluar sudah segar, karena tadi ternyata pria itu sudah menyiapkan air untuk berendam dibathup.
"Elin, sini duduk disamping aku, ada yang ingin kukatakan, " ucap raka memulai pembicaraan.Elin diam dan duduk disamping pria itu.
"Mengapa kamu bekerja ditempat seperti itu?" tanya raka
"Apa urusan nya dengan anda dokter, soal semalam, kita lupakan saja, kita anggap tidak terjadi apa-apa, " ucap elin
Raka yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh elin, memancing amarahnya, tadinya pria itu berniat membicarakanya baik-baik, ia ingin bertanggung jawab dengan menikahi wanita itu, karena ia merupakan pria pertama.
"Apa yang kau katakan, kau bilang lupakan saja, setelah semua yang terjadi, kau dengan mudahnya mengatakan itu, aku tidak habis fikir dengan pemikiran mu itu" ucap raka.
"Kau tidak bisa mengatakan seperti itu, aku akan bertanggung jawab,aku semalam tidak menggunakan pengaman, bagaimana jika kau hamil anakku? " ucap raka lagi.
"Tidak, aku itu tidak mungkin terjadi, kita cuma melakukannya sekali, lagian aku lah yang salah disini, jadi kau tidak perlu bertanggung jawab, aku yakin tidak akan hamil, lagian ini bukan masa subur ku, " ucap elin lagi, sebenarnya wanita itu berbohong, dirinya sangat takut kalau akan hamil karena sekarang sebenarnya dia dalam masa suburnya.
"Apakah kau memang tidak mau menikah denganku, aku akan bertanggung jawab padamu, tapi mengapa seolah-olah kau sama sekali tidak membutuhkan itu, aku tidak ingin dikatakan pria bajingan, yang meniduri wanita, tapi tidak mempertanggung jawabkan perbuatan ku," ucap raka yang frustasi bagaimana lagi menghadapi wanita ini, dia sangat keras kepala.
"Aku kali ini akan memaksamu, nanti malam kita akan bertemu dengan orang tuaku, aku akan membicarakan ini pada mereka, kau tidak akan bisa keluar dari sini tanpa seijin dariku, kali ini kau tidak akan bisa keluar, aku akan datang menjemputmu malam ini, aku sudah menyiapkan segalanya, makanlah, aku akan pergi kerumah sakit dulu, " ucap raka sambil mengecup kening elin singkat, dan pergi meninggalkan wanita itu.
*****
__ADS_1
Jessi membersihkan dirinya , wanita itu membawa pakainya kedalam kamar albian, jessi memutuskan untuk tidur bersama anak itu, rasanya malas untuk bertemu dengan pria seperti reyhan.
Saat ingin merebahkan dirinya, reyhan masuk kedalam kamar al, dan duduk disofa sambil berkata kepadanya.
"Aku ingin berbicara kepadamu, kemarilah, " ujar reyhan menyuruhku duduk disampingnya.
"Aku tau kau pasti kecewa dengan keputusan yang telah kuambil, aku tidak punya pilihan , " ucap reyhan lagi, berkata saat jessi duduk disampingnya.
"Apa maksud dari perkataanmu itu, jelaskan lah, tidak usah berbelit-belit, " ucap jessi yang binggung dengan kalimat yang diucapkan oleh reyhan
"Sebelum kejadian itu, oma mengatakan kepadaku suatu hal, yang sulit untuk kutolak, " ucap reyhan lagi.
FLASHBACK
"halo , rey, apakah kau sedang sibuk? " ucap oma nita memulai pembicaraan.
"Tidak oma, katakanlah, apa yang ingin oma sampaikan padaku, " ucap reyhan, sambil mengecek berkasnya.
"Rey, kau tau bukan oma sudah tua, oma hanya mempunyai anak satu, yaitu papamu, opa juga sudah lama pergi, " ucap oma nita yang treyhan tau, pasti omanya itu sedih saat membicarakan tentang opanya.
"Rey tau oma, lalu ada apa oma, " ucap reyhan.
"Begini Rey, kamu tahu bukan kalau papamu itu sangat mencintai mamamu, jadi apapun yang diucapkan oleh mama mu akan dituruti oleh papa mu itu,jadi cuma kamulah cucu oma satu-satunya yang bisa oma andalkan, karena cuma kamu yang akan menuruti perkataan oma, " ucap oma nita, reyhan disebrang sana menghela nafasnya, pasti oma nya ini akan meminta sesuatu yang bertentangan dengan keinginan papa dan mamanya.
__ADS_1
"Oma ingin aku melakukan apa oma? " tanya reyhan
"Rey, selama oma tinggal dirumah oma, cuma cantika lah yang selalu menjaga oma, wanita itu rela merawat oma, tanpa meminta apapun, ia tulus, oma sangat menyayanginya, oma tau kau pasti akan menolak kalau oma menjodohkannya denganmu, tapi maukah kamu berjanji satu hal pada oma, " ucap oma nita
"Baiklah oma, apa itu, " ucap reyhan.
"Apapun yang terjadi oma mohon jangan usir cantika dari rumah ini, biarkan dia tetap disini, cantika akan pulang jika oma juga pulang, walaupun papamu tidak mau seperti itu, maukah kamu membela oma mu ini nak? " ujar oma nita.
"Baiklah oma, tapi aku hanya bisa menahanya satu kali, jika wanita itu melakukan kesalahan yang kedua kalinya, aku tidak bisa berjanji oma, karena aku tidak bisa menentang keinginan papa terus, " ucap reyhan.
"Tidak papa Rey, oma senang mendengar nya, Terima kasih telah mau berjanji pada wanita tua ini, cuma kamu lah yang bisa mengerti oma, " ucap oma nita
FLASHBACK ON
"Aku sudah berjanji padanya, " ucap reyhan kepada jessi
"Tapi kesalahan yang dilakukan oleh wanita itu keterlaluan, dia mencoba menjebak ku, bagaimana kalau aku tidak memiliki bukti, kalian semua pasti lebih percaya kepada wanita itu dibandingkan aku, " ucap jessi
"Aku tau, tapi aku juga tidak bisa mengingkari janji ku pada oma, dia akan sangat sedih dan terluka, oma sangat keras kepala, dia akan tetap pada pendiriannya, " ucap reyhan
"Dan kalau oma nita menyuruhmu untuk menikah denganya , apakah kau juga akan menuruti keinginannya? " tanya jessi melihat respon yang akan dikatakan oleh reyhan padanya.
Bersambung.....
__ADS_1